Duluan Mana Nih ?

Mana sih yang seharusnya lebih dulu terjadi.

  1. Anak perlu membuktikan karakter baiknya lalu kita puji atau
  2. Kita puji anak dengan label karakter yang baik sehingga anak itu tersugesti untuk berkarakter baik.

Ada hal yang menarik pagi tadi saat saya dan istri mengambil raport kedua anak kami di TK dan Playgroupnya.

Saat raport sudah diterima semua oleh para walimurid, Sang ustadzah kemudian mengumumkan pemberian penghargaan untuk murid yang berkarakter baik. tentu saja semua murid pasti kebagian plus semuanya juga akan menerima piala.

Ada murid yang mendapatkan predikat sebagai murid paling mandiri, paling peduli, paling rajin ibadah, paling sabar dan lain sebagainya.

Anak pertama kami Hafiy mendapatkan penghargaan sebagai murid paling disiplin. Ya mungkin anak kami memang sangat disiplin kalau di sekolah. Misalnya minta datang sepagi pungkin dan juga minta pulang secepat mungkin. Namun ketika dirumah sering kali untuk mandi sore saya harus melakukan negosiasi alot melebihi saat nego dengan ojek konvesional.

begitu juga dengan anak kedua kami Alin. Dia mendapatkan penghargaan sebagai murid yang paling peduli lingkungan. Wow wow wow…..alin yang tidak mau mebereskan mainannya sendiri mendapatkan penghargaan sebagai murid peduli lingkungan.

ternyata yang lebih mengejutkan adalah Hafiy dan Alin ternyata merasa senang dan bangga akan pengehargaan tersebut terlepas layak atau tidaknya. Dengan kondisi emosional yang sangat intens (senang dan bangga tersebut) labeling sebagai anak disiplin dan peduli lingkungan itu begitu meresap dalam diri mereka.

Misalkan, Hafiy senang sekali saat saya ajak ke masjid untuk Maghriban. katanya anaki disiplin harus on time Pah.

Begitu juga alin, selesai bermain dia mulai sedikit ada keinginan untuk beberes sambil berguman aku kan anak peduli lingkungan pah hahahaha…

Masya Allah jangan jangan selama ini saya salah meminta mereka untuk berkarakter baik namun lupa memberi pujian. Atau selama ini jarang saya melabeli anak saya dengan label positif baik itu untuk persepsi saya sendiri maupun untuk makanan bagi jiwanya.

Ah dapat lagi insight di hari ini.

Iklan

Sadar Penuh Hadir Utuh Versiku

Sadar penuh hadir utuh. bisakah kita benar-benar melakukan hal ini. Tanpa adanya sadar penuh hadir utuh maka ilmu yang kita pelajari dan kuasai tidak akan keluar saat dibutuhkan.

Sadar penuh hadir utuh, bisa juga diartikan kita berada di sini saat ini di momen ini. Dengan memahami konsep ini kita bisa melakukan hal yang terbaik tanpa khawatir akan masa depan dan juga terusikoleh masa lalu. Bisa jadi masa depan yang kita khawatiri tidak benar-benar berada di masa depan yang jauh, mungkin hanya 1 jam kedepan atau 1 hari kedepan. Mungkin juga masa lalu yang mengusik tidak datang dari jarak yang jauh dibelakang kita namun hanya 1 jam kebelakang atau 1 hari kebelakang yang kita sesali.

Sadar penuh hadir utuh, ah…ia tak hanya dibutuhkan untuk keperluan pribadi kita namun juga dibutuhkan oleh orang-orang yang kita sayangi. Betapa bahagianya isteri dan anak kita saat kita menyimak cerita mereka dengan sadar penuh dan hadir utuh. Betapa merasa dihargainya orangtua kita saat mereka memberikan petuah, kita benar-benar menyimaknya dengan seluruh indera yang kita memiliki.

Seringkali niat itu sudah ada, namun ada beberapa penganggu. Misalnya pekerjaan dan tanggung jawab yang belum tuntas kita selesaikan. Tapi ….bukankah pekerjaan dan tanggung jawab itu tidak ada habisnya ??? kata temanku

Ya, kalau begitu ukurannya perlu kamu persempit balasku. paling enggak jika di sore hari kamu sudah tidak kepikiran dan mencemaskan apa yang terjadi karena pekerjaan dan tanggungjawab yang kamu lakukan, maka anggap saya di hari itu, pekerjaanmu telah tuntas.

hal ini juga bisa memberikan makna baru bahwa menyelesaikan pekerjaan dan tanggung jawab secara on time dan on quality itu sangat penting sekali untuk menghadirkan kondisi sadarpenuh hadir utuh untuk dirimu sendiri maupun untuk orang-orang yang kamu cintai.

Mind to Muscle

Seringkali saya terbuai oleh mimpi mimpi yang saya buat. Tak jarang pula saya bertindak seolah olah impian itu telah terjadi. Bagi yang pernah membaca mengenai tabel power forcenya David R Hawkin pasti mengetahui bahwa force adalah getaran getaran dengan frekuensi rendah sedangkan power adalah getaran dengan frekuensi tinggi. Agar impian lebih mudah tercapai, maka berdasarka pengertian tersebut bahwa manusia harus lebih sering mengakses getaran getaran dengan frekuensi tinggi. Dengan itu maka usaha yang kita keluarkan tidak terlalu besar sementara impian akan mendekat dengan sendirinya.

Apa ya bener begitu Son ?

Untuk diketahui seringkali praktisi vibrasi terjebak disini, merasa hanya cukup dengan main main rasa maka segalanya akan beres. Padahal, kesuksesab itu terjadi karena gabungan antara faktor faktor yang nampak dan faktor faktor yang tidak nampak.

Faktor faktor yang nampak itu kalo dalam konteks ingin sukses lulus UMPTN atau SPMB misalnya antara lain : Belajar soal-soal UMPTN, ikut try out, ikut lembaga bimbingan belajar, rutin setiap malam berlatih soal. Sedangkan faktor yang tidak nampak antara lain mengakses perasaan tenang, percaya diri, bersyukur dll.

Okey, kembali ke laptop. Jadi setelah rasa tenang, percaya diri, dan bersyukur diakses sambil membayangkan dii sendiri sudah diterima di universitas negeri idaman maka selanjutnya adalah mewujudkan apa yang ada diimpian menjadi aksi nyata. Dalam terminologi NLP, hal ini dikenal dengan nama Mind to Muscle.

Kondisi fikiran dan perasaan (atau saya sebut saja state) saat bermimpi dan mengakses rasa tentu saja berbeda dengan state saat akan memulai dan selama menja;anbkan aksi nyata untuk mewujudkan impian tersebut.

Kondisi nyaman, santai, rilex udah gak pas. Kondisi aksi adalah kondisi yang penuh dengan adrenalin. Stress tapi dengan kadar yang cukup menggairahkan sehingga tak membuat diri ini justru merasa cema dan khawatir gak karuan. Oke jika state sudah maka langkah berikutnya untuk menjadikan impian atau keinginan menjadi aksi adalah

Pertama, sambil memikirkan impian itu, “Apa aja perilaku-perilaku  yang perlu di lakukan untuk mencapainya? Perilaku-perilaku yang jika dilakukan secara konsisten  akan dapat membantu untuk mewujudkan hal tersebu.

Misalnya ingin menjadi internal auditor handal dalam setahun. maka setiap hari selama weekday saya harus mempelajari 1 temuan saja untuk dibedah modusnya.

Kedua,  sambil tetap memikirkan tujuan Anda, pikirkan pula diri Anda, mengerjakan perilaku ini. Sepenuhnya. Sepenuh penghayatan. Rasakan Anda SEDANG mengerjakannya, sekarang. Apa yang tampak dalam pikiran, buat ia menjadi lebih nyata. Apa yang terdengar, buat ia lebih stereo. Apa yang terasa, tingkatkan intensitasnya. Rasakan apa yang Anda rasakan, lalu buat ia menyebar ke seluruh tubuh, ke setiap sel dalam tubuh Anda.

Sembari Anda menikmati mengerjakan perilaku ini, apa keyakinan yang Anda butuhkan untuk menjadikannya otomatis?

Izinkan diri Anda untuk menghayati keyakinan itu, sehingga ia kokoh menyatu, menaungi perilaku Anda.

Lalu, sembari Anda terus menikmati perilaku ini, bagaimana kah Anda mesti memandang diri Anda, sehingga dapat dengan mudah menjalankannya? Siapa kah Anda, yang mampu mengerjakan perilaku ini dengan penuh kesungguhan?

Izinkan pula diri Anda untuk menghayati identitas diri Anda yang baru ini, sehingga ia teguh menjaga keseluruhan perilaku dan keyakinan Anda.

Saat Anda melakukan ini, sekarang, adakah yang menghalangi Anda melakukannya dengan mudah, ringan, dan sepenuh hati? Jika ada, kenali apa itu, dan izinkan diri Anda untuk melepaskannya. Pikirkan tujuan akhir Anda, bahwa Anda sedang mengerjakan ini untuk mencapai tujuan itu. Bahwa konsistennya perilaku ini, berarti semakin dekatnya Anda pada tujuan itu.

Nikmati, hayati. Biarkan tubuh dan pikiran Anda mempelajari perilaku ini, sekarang, dan menjadikannya bagian dari diri Anda. Selaras dengan kehidupan Anda. Menyatu dan serasi, sehingga Anda akan dengan mudah mengerjakannya, bahkan ketika ada hal-hal lain yang mengganggu.

Sudah? Bagus.

Ketiga, setelah Anda melakukan internalisasi perilaku baru ini, apa langkah nyata yang segera akan Anda lakukan untuk mencapai tujuan Anda? Kapan? Dimana? Dengan siapa? Apa yang Anda butuhkan? Apa yang mungkin menghalangi, dan bagaimana Anda akan mengantisipasinya?

Kembali pada WFO yang telah Anda susun. Lalu jalankan. Dan lihat hasilnya.

Nah, sampai di sini, Anda sudah memiliki seluruh pengetahuan yang Anda butuhkan untuk mencapai tujuan dan misi Anda. Tugas saya selesai. Yang belum selesai Anda tugas Anda. Sebab Anda sekarang sudah mendapat ilmu, maka ia wajib diamalkan. Karena hak dari sebuah ilmu adalah diamalkan. Hehehe…

Omong-omong, lebih mudah jika Anda melakukan proses ini berdua atau bertiga dengan rekan, sehingga satu sama lain dapat saling memfasilitasi. Jika Anda membutuhkan rekan dan sobat belajar yang bisa membantu secara intensif, silakan mampir ke rumah virtual kami untuk mengetahui keputusan apa yang bisa Anda ambil.

 

Nasihat di Malam Pergantian Tahun 2017 

Malam tahun baru ini saya hanya merencanakan untuk menghabiskan malam taun baru di rumah saja sambil menyaksikan pertandingan liga inggris antara crystal palace melawan manchester city.

Namun menjelang maghrib telpon rumah berdering mengabarkan bahwa cucu dari tetangga sebelah meninggal dunia setelah mengalami sakit yang menyerang kekebalan tubuhnya.

Maka selepas sholat isya saya segera melayat ke rumahnya yang hanya berjarak 100 meter dari rumah saya. 

Dalam 3 tahun saya sudah melayat 2 kali di rumah tetangga ini. Yang pertama adalah kematian anak pertamanya dan kali ini cucu pertamanya.

Saya tak bisa membayangkan apa yang dirasakan oleh sang kakek tetangga saya ini. 

Sungguh di tengah hiruk pikuk dunia ini, saya mendapatkan kembali nasihat terbaik mengenai apa yang seharusnya dipersiapkan dalam hidup untuk menyongsong kematian. 

Tetiba saya teringat kembali bagaimana sholat berjamaah di masjid yang sering saya tinggalkan dengan lebih memilih sholat di rumah. 

Saya juga teringat akan ilmu saya yang belum saya bagikan. Saya juga teringat barangkali belum bisa memberikan kebahagiaan yang sejati bagi anak dan istri saya.

Terimakasih Ya Allah atas nasihat terbaikMu di malam ini. 

Review Film Coco

Kemarin kami berempat (saya, istri, kakak hafiy dan adik alin) menonton film Coco di Bioskop. Kami terdorong menonton film ini karena  beberapa kawan sufi (suka film) memberikan komentar positif terhadap film ini.

Secara singkat film ini menceritakan seorang anak bernama miguel yang mengejar mimpinya menjadi pemusik karena terinspirasi oleh ayah nenek buyutnya. Meski demikian keinginannya bertentangan dengan keinginan keluarga besarnya yang seluruhnya berprofesi sebagai pembuat sepatu. Konon ayah nenek buyutnya meninggalkan keluarganya karena mengejar obsesi sebagai pemusik. Nah, apakah mimpi miguel akan tercapai ?

Namun ditengah film, saya dikejutkan oleh plot twist yang kurang ajar bagusnya. Benar-benar mematahkan harapan dan kesimpulan saya terhadap  inti cerita. Ya saya hampir lupa, film ini judulnya Coco bukan Miguel. Twist ini menurut saya lebih menarik daripada twiat di film spiderman homecomin.

Oh iya, visual film ini benar-benar memanjakan mata karena kaya akan warna dan detail. Mengambil latar belakang cerita tentang Hari orang mati yang merupakan budaya meksiko. Jadi menurut kepercayaan mereka, pada hari orang mati, arwah-arwah mereka yang sudah meninggal akan datang ke dunia untuk mengunjungi keturunannya. Syaratnya keturunannya harus memasang foto di tempat sesajen. Saya jadi inget dengan dulu waktu kecil, Eyang Putri saya pada hari-hari tertentu sering memberikan sesajen berupa kue apem dan lain-lain. Menurut beliau, ini untuk eyang kakung yang akan datang malam nanti. Keesokan paginya eyang sangat senang, mengetahui kue apemnya sudah “dimakan” eyang kakung, padahal siapa lagi yang makan kalau bukan cucunya ini hahaha.

Scene terbaik dalam film ini menurut saya adalah, Scene yang mewakili para ayah di seluruh dunia yang sering menjalani Long Distance Relationship dengan keluarganya namun berharap segera bertemu untuk setidaknya menyanyikan sebuah lagu. Pada momen tersebut, saya langsung teringat ketika sedang dinas luar selama beberapa minggu dan ingin sekali berada di rumah untuk mendongengi anak saya.

Menonton film ini, saya setidaknya mendapatkan beberapa pesan, yaitu:

  1. Saya ingin  berkumpul bersama keluarga saya baik di dunia yang sementara ini maupun di surga nanti.
  2. Kasih sayang yang diungkapkan orang tua pada anak akan terkenang sampai dewasa, bahkan tua.
  3. Meski usia tidak panjang, namun berusaha agar amal baik dan karya dikenang oleh orang lain sehingga menjadi tabungan pahala yang terus mengalir.

Keseruan Kemping  Sasi Desember (Kesamber) Balkondes Wringinputih Magelang 

Perkemahan Balkondes Wringinputih

Kemah Sasi Desember (Kesamber) ini adalah kemah pertama saya setelah kemah pramuka saya di masa SMA.

Ada beberapa hal yang membuat saya tergerak untuk mengikuti kemah ini :

  1. Kemah ini bertema be with you familiy, dari temanya saja sudah menarik bagi saya. Kemah ini memang didesain untuk memperkuat bonding antara orangtua dan anak. Cocok, saya ingin memberikan pengalaman yang berbeda untuk anak-anak saya serta menanamkan nilai nilai positif sepanjang perjalanan.
  2. Kemah ini diadakan di Magelang di kecamatan Borobudur, dekat Bukit Menoreh. Bisa jalan-jalan ke Jawa Tengah adalah sesuatu hal yang menarik bagi saya, apalagi leluhur saya semua asal Jawa Tengah mulai dari Semarang, Solo, Sragen termasuk Ayah dulu sekolah di Magelang.

Akhirnya Jum’at pagi tanggal 15 Desember 2017 saya berangkat bersama Hafiy seorang menuju Jogja. Karena mamanya ada agenda lain bersama Alin (ngambil raport dan lomba dekorasi masakan). Cerita mengenai sehari Jogja ada di posting tersendiri (kalau saya tidak malas).

NgeGrabcar

So…saya akan langsung melompat pada perjalanan dari Jogja ke Magelang pada hari Sabtu 16 Desember 2017. Pagi itu kami (Saya dan Hafiy) berangkat menggunakan Grab setelah ditolak berkali-kali oleh Gocar. Maklum tujuan kemah kami adalah Balkondes Wringinputih Kecamatan Borobudur Magelang sehingga Gocarpun keder duluan walau dapat ongkos 135 ribu. Syukurlah Sopir Grab yang mau mengantarkan kami, tempat tinggalnya juga di Magelang .. mungkin inilah yang namanya Jodoh ^_^

Berangkat jam 9 pagi, kami sudah tiba di Balkondes sekitar pukul 11 siang. Sampai disana kami masih berleha-leha dulu sambil ngobrol ngobrol ringan dengan Mas Setiaji.

2 orang ini lagi ngapain seh

Obrolan kami berputar pada hal perjalanan hidup, parenting, keluarga, pilihan karir, sistem pendidikan sampai seputar vibrasi.

Beberapa hal yang saya dapatkan dari diskusi dengan Mas Aji adalah bahwa anak sedari kecil dibiasakan untuk belajar dan  melakukan aktifitas yang disukainya. Orangtua hanya bertugas untuk mendampingi dan memberikan sebanyak mungkin alternatif pada anak. Jika anak sudah terbiasa gembira melakukan apa yag disukai sejak kecil maka anak akan terlatih untuk mengakses vibrasi power sehingga akan mudah hidupnya akan banyak menemui kebetulan kebetulan yang mempermudah hidupnya kelak.

Kemudian terkait sistem pendidikan, beliau sekeluarga menerapkan sistem home scholing meski tidak menyarankan kepada orang lain untuk mengikuti hal yang sama. Sarannya kepada saya adalah, meski anak bersekolah di sekolah formal, namun berilah perhatian pada hal-hal yang disukainya. Misalnya anak lebih suka menggambar sedangkan nilai matematikanya jelek, maka anak sebaiknya di leskan nggambar untuk memaksimalkan kemampuannya. Sedangkan matematika yang penting anak bisa lulus saja sudah bagus.

Hal lain yang membuat saya terkesan adalah perhatiannya pada olah roso, fisik tetap bekerja namun berasa santai mengalir yang membawanya pada kehidupan yang lebih baik daripada saat terpisah 3 kota dengan istri dan anak untuk mencari nafkah.

Acara dimulai dengan makan siang bersama dengan menu ala rumahan yaitu sayur bayam, tahu tempe dan ayam goreng seta sambal yang menggoyang lidah.

Setelah makan siang dan seluruh 22 keluarga peserta Kesamber datang maka dimulailah acara perkenalan dilanjut dengan acara membuat eco printing dan membatik. Kursus eco printing ini kalau diluar bisa sampai 2 jutaan lho, namun disini sudah include all in biaya kemah yang hanya 350 ribuan (murah bukan).

Eco Print

Eco print sendiri konsepnya hampir mirip dengan membatik di atas kain, hanya saja menggunakan media dedaunan untuk menggoreskan motif di atas kain. Kain yang digunakan paling bagus adalah kain sutra atau kain katun yang sudah direndam terlebih dahulu dengan air bergaram selama 1 jam. Saat akan digunakan, kain ini diperas lalu di hamparkan di lantai yang sudah diberi alas. Lalu kain tersebut dibagi menjadi dua dengan melipat secara vertikal sehingga terbentuk dua area (kiri dan kanan) yang sama besar. Lalu pada bagian kanan kain, disusunlah dedaunan yang berasal dari daun jati, daun jambu dan daun kerson. Indah atau tidaknya hasil akhir eco print tergantung kemampuan dalam menyusun dedaunan di atas kain ini. Setelah daun tersusun, kain dilipat secara vertikal. Lalu mulailah aksi memukul ruas punggung dedaunan dengan ulekan atau palu sehingga mengeluarkan cairan alami berwarna hijau, kuning, merah. setelah itu kain digulung dan didiamkan selama semalam untuk keesokan harinya ketika kain sudah kering dan membentuk motif yang indah.

Pada sesi ini saya mencoba eco print tersebut sedangkan hafiy lebih memilih untuk membatik.

Di sela-sela acara ada pengumpulan snack potluck yang seluruhnya adalah jajanan di masa kecil ala tahun ’90an seperti krip-krip, coki-coki, permen davos, permen karet yosan, anak mas, wafer superman yang benar benar membawa kami seperti melalui mesin waktu hahaha.

Jajanan masa kecil

Selesai sesi eco print dan mbatik adalah acara bebas yang digunakan peserta untuk menata barang-barang di tendanya. Sebagian para orangtua bercengkerama sembari menikmati teh hangat manis yang segar, sementara anak-anak sibuk bermain bola dan sebagian bermain drone.

Tak lama hujan pun turun dengan malu-malu membasahi Balkondes. Agak ragu antara mengizinkan anak tetap bermain ditemani hujan atau mengentikannya. Saat itu Mas Aji mengajukan pertanyaan menggelitik “Siapa yang punya keyakinan di masa lalu kalau main hujan-hujanan pasti akan sakit”

Hahaha….saya langsung teringat bahwa kita adalah ide ide dan pikiran pikiran yang ditanamkan di masa lalu. Apabila ide dan pikiran tersebut kita setujui, maka akan menjadi beliefe (keyakinan) yang selanjutnya oleh mekanisme tertentu akan diwujudkan oleh pikiran bawah sadar kita. Termasuk nasihat nenek saya untuk tidak hujan-hujanan karena akan menyebabkan sakit. Oke saya mengijinkan hafiy untuk hujan-hujanan jika dalam kondisi fit karena hujan itu sejatinya membawa barokah. Sayangnya hafiy baru saja sembuh, jadi dengan terpaksa saya amankan dulu hehe…

Setelah mandi sore dan menata matras di tenda, acara dilanjutkan dengan permainan ringan nan mengasyikkan seperti membangun bangunan tertinggi dengan sedotan, kata berkait dan menebak kata belalui gerakan. Ini permainan khas jaman old hahahaha..

Malamnya setelah sholat isya, acara dibagi menjadi dua. Anak-anak mempunyai sesi tersendiri untuk bermain bersama sedangkan orangtua ada sesi tersendiri untuk berbincang-bincang bersama orangtua lain mengenai keluarga.

Pada sesi ini kiami semua diminta untuk saling berhadapan dengan pasangan masing-masing untuk saling beradu pandang selama 5 menit. Untuk “jomblo” seperti saya hanya diminta untuk menatap tangan sendiri. Lalu setelah 5 menit kami diminta untuk bercerita apa yang dirasakan selama 5 tadi. Kebanyakan para peserta merasakan syukur yang luar biasa.

Setelah itu dimulailah sharing dari Mas Aji mengenai vibrasi dan kehidupan dengan corak warna pembahasan yang khas. Tentang Vibrasi ini nanti juga akan saya tulis terpisah agar lebih enak dibaca. Bukankah Nasi Soto juga akan terasa lebih nikmat jika disajikan terpisah.

Ada momen yang membuat saya terkesan malam itu. Hafiy sempat ga mau makan karena nyari bayem, lha bayemnya kan menu saat makan siang. Saya sampe kehabisan ide, mau tak kasih makan apa anak ini. Pas mau ambil piring, saya melihat ada bungkus kresek berisi abon merek nyonya siok di tas ransel saya, mungkin mamanya yang masukin tas. Karena mamanya memang biasa nyetok untuk dijual.

Saya langsung nyambung dengan cerita Mas Setiaji bahwa kadang ortu itu ada tapi seperti gak ada. Saya malu sekaligus terharu. Malu karena teringat sebagai ayah sering bawa kerjaan ke rumah sehingga kurang fokus dan perhatian sama anak. Terharu karena seorang ibu akan selalu ada untuk anaknya meski terpisah jarak. Kehadiran Abon ini membuat hafiy merasa mamanya ada didekatnya.

Acara berikutnya dilanjutkan dengan Api Unggun serta ungkapanm terima kasih untuk panitia yang paling banyak perannya yaitu Mas Gepy dan Mbak Puyi yang memang satu-satunya panitia yang berdomisili di Magelang.

Bahkan Backdrop Kesamber Legendaris yang berukuran 12 x 4 meter itu adalah buah karya mereka. Terimakasih untuk Mas Gepy dan Mbak Puyi yang luar biasa.

Backdrop Legendaris

Selesai…? belum, the night still young in Balkondes Wringinputih. Acara dilanjut bakar-bakar jagung, bakar sosis dan bakar ayam ^_^ Hafiy sendiri habis 2 jagung bakar yang pada akhirnya membantu regenerasi gigi susunya 4 hari kemudian hahaha….

Waktu sudah menunjukkan pukul 24.00 yang artinya sudah waktunya untuk istirahat. Hafiy meminta untuk tidur di tenda dan jika dia sudah terlelap dia minta untuk digendong ke kamar. Di balkondes selain memesan tenda, saya juga memesan kamar untuk jaga-jaga jika turun hujan. Sejak dari Surabaya, saya sudah diwanti-wanti mamanya hafiy untuk menyiapkan kamar untuk jaga-jaga.

Praktiknya, karena saya juga lelah, kamipun tidur di tenda sampai dibangunkan hafiy pada pukul 4 pagi. Hafiy minta untuk pindah ke kamar wkkkkk….(akhirnya ga kuat juga dia). Baiklah ayo mulai tidur dengan serius hahaha…

Penginapan Balkondes Wringinputih

Acara minggu pagi dimulai dengan penjelajahan ke desa di sekitaran Balkondes. Kami semua ke-22 keluarga benar-benar menikmati the best momen tersebut. Menyusuri jalanan setapak yang berbalut rumput dengan bertelanjang kaki, menghirup segarnya udara pagi, menikmati hangatnya sinar mentari yang mengintip dari sela-sela pohon dan menikmati teduh dan rindangnya pepohonan hijau featuring semak-semak, rumput serta rimbunnya pohon bambu yang bergoyang goyang tertiup lembutnya angin. Sungguh suasana pagi yang syahdu.

Beberapa tempat kami lalui dalam petualangan pagi tersebut yaitu peternakan kambing, peternakan sapi dan tentu saja yang paling berkesan adalah Pasar Papringan.

Soto Batok Pasar Papringan
Pasar Papringan

Pasar papringan ini hanya ada di hari minggu legi, itu berarti secara kebetulan kami berada di momen yang hanya akan terjadi 35 hari sekali. Kebetulan yang hebat bukan.

Pasar papringan letaknya agak tersenbunyi dibalik pepohonan bambu yang tinggi menjulang dan teduh. Pasar ini menjual makanan dan jajanan khas desa yang NGUANGENIN PUOLLL …. Mulai dari Soto ala jawa tengahan dengan kuah bening yang disajikan dengan mangkuk yang terbuat dari batok kelapa dan sendok bebek dari kayu. Semangkuknya bikin shock, hanya Rp 5ribu sodara-sodara, lalu ada Dawet Uayu yang masinya pas sekali, hanya Rp 2ribu (Gubrakkk). Kemudian ada beraneka jajan pasar mulai klepon, gethuk, tiwul, jemblem, kroket, mendoan, wajik dan sebagainya. Sumpahh punya uang Rp 50ribu sudah menjadi manusia terkaya pada saat itu hahaha…

Di Pasar papringan itulah kami mengabadikan momen dibantu oleh tim photograpernya Mas Gepy dari Photoworks Magelang yang hasilnya bisa dilihat dibawah ini (awas mengandung iklan hahaha)

Inspirasi yang saya dapatkan dari mas Gepy bahwa Foto itu adalah Investasi yang tak ternilai pada 10-15 tahun kedepan. Bayangkan disuatu sore anda melihat kembali foto-foto kenangan yag sudah anda afdruk cetak pada sebuah album foto sembari menikmati teh hangat…wuihhhh luar biasa banget rasanya bukan ? dibandingkan penyesalan saat foto foto anda lenyap karena smartphone anda hilang atau rusak.

Setelah sesi petualangan pagi, kami semua mandi merapikan tenda untuk selanjutnya mengikuti acara pesta kostum film kartun minggu pagi tahun ’90an.

Pesta kostum ini  sangat seru, ada yang berkostum Doraeomon, X-Man, Spiderman, Power Ranger mode manusia alias casual. Saya sendiri yang berkostum ala detective conan yang cukup mudah. Hanya menggunakan jas almamater biru Unair dan dasi kupu-kupu merah buatan sendiri.

Setelah itu acara dilanjut dengan memahat batu. Batu yang dipahat itu nantinya akan dihaluskan dengan mesin sehingga produk akhirnya menjadi cobek ulekan sambel. Pada saat memahat ini saya teringat sebuah pepatah

Belajar dimasa kecil ibarat memahat di atas batu (eh mengukir ya, biarin deh wkkk  :D). Sedangkan Belajar dimasa dewasa ibarat memahat di atas pasir

Kenyatanya saat saya memahat batu tersebut saya cukup kesulitan, namun setelah mengamati cara memahat yang dilakukan oleh pengajar di balkondes saya jadi memahami bagaimana caranya.

Aha … mungkin meskipun belajar di saat dewasa seperti mengukir di atas pasir, tetapi tingat pemahaman yang diperoleh saya rasa akan lebih tinggi jika dibandingkan dengan pemahaman di masa kecil. So buat yang baru belajar apapun hal yang baru dimasa dewasa, never give up ya ^_^

Kemudian acara ditutup dengan menyanyikan lagu lagu kartun di minggu pagi seperti Doraemon. Akhirnya semoga ada kesempatan untuk ikut di kemah berikutnya.

Coaching Secangkir Kopi-12. Menjadi Trainer, Motivator, Coach, dan EO yang Laku 

Pada #CoachingSecangkirKopi12 ini menghadirkan bintang tamu seorang trainer dari Semarang yaitu Pak Rudy Sugiono. Tema yang disharingkan adalah mengenai Trainerpreneur, bagaimana kita bisa menjadi Trainer-Motivator-atau Coach dan Laku.

Topik ini tidakberbicara mengenai public speaking, tetapi berbicara tentang bagaimana menjual kelas dan bisa juga menjadi EO. jadi salah satu keberhasilan kita menjadi trainer adalah bagaimana kita bisa mengajar dengan baik dan bisa menjual kelas orang lain. Untuk itu ada 5S bagaimana menjadi seorang Trainer sekaligus Entrepreneur. Berikut ini adalag slidenya

5s rudy sugiono

5 Kunci Sukses Menjadi Trainer antara lain :

  1. Self Mastery
  2. Subject Mastery
  3. Sequenceing
  4. Showmanship
  5. Salesmanship

Untuk poin 2,3 dan 4 hanya akan dibahas sekilas karena isinya tentang public speaking. Sebelum membahas 5S diatas maka kita perlu menyadari bahwa ada S yang merupakan modal utama dan beroperasi pada level meta yaitu SELF IMAGE. Self Image adalah citra diri dan Pak Rudy percaya bahwa hidup manusia digerakkan oleh Automatic Guidance System yang tertulis didalam self Image tersebut (Citra Diri). jadi apapun pekerjaan kita maka pertanyaanya adalah apakah Self Image kita sudah sejalan ? Kalau jadi trainer/Coach/Motivator/EO apakah self image kita sudah mendukung ?

Kalau belum mendukung maka tugas pertama kita adalah membenahi self image itu dulu, membenahi citra diri kita dulu.

Pengalaman saya…..ada banyak keajaiban ketika self image kita mendukung

Dulu sebelum jadi trainer, saya jadi EO nya Pak Krishnamurti dan Pak Ongky Hojanto, Pak Istoto juga

Maka self.image yang dibutuhkan adalah Saya merupakan EO yang sukses. Begitu saya mulai melangkah jadi trainer maka saya install self image baru yang berkaitan dengan trainer
Dulu ketika awal2 belajar coaching, saya susah mendapatkan klien coaching. Ketika saya rubah self image saya maka saya skrg banyak diminta untuk kelas2 coaching.

Miracle terjadi ketika self image mendukung, ketika citra diri kita sejalan dengan pekerjaan kita.
Jadi mau jadi trainer / motivator / coach / EO, pertanyaan awalnya : apakah citra diri kita sudah mendukung ?

Baru setelah itu kita bicara teknisnya

Apakah ada pertanyaan ttg self image ?

3 pertanyaan aja dulu ya

PERTANYAAN:
1.      Bagaimana cara memastikan Self Image sudah sesuai dengan profesi atau blm? (restu kurniawan)
2.      Bicara ttg self image tolok ukurnya apa…mengingat nabi aja ditolak di tempat dia lahir or dibesarkan…apakah ketika itu terjd pd trainer lalu dianggap self image blm sejalan? (coach liliana)
3. Bagaimana membangun selft image sebagai EO (Joti)

Memang seru membahas self image ini, seperti halnya membahas LOA

1. Bagaimana cara memastikan Self Image sudah sesuai dengan profesi atau blm?
—————–
Kalau saya menjawabnya apabila kita banyak menemukan kemudahan2 dalam pekerjaan kita. Ada banyak miracle2 dalam bisnis kita

Saya banyak menemukan orang sudah berusaha mati matian, sudah menggunakan ATM, menggunakan ATP (amati tiru plek) dan ternyata hasilnya gak.maksimal.

Akhirnya orang tsb duduk diam, masuk kekeheningan, menguliti dirinya, dan menemukan setitik jawaban bahwa dia terpaksa melakukan hal tsb

Bicara ttg self image tolok ukurnya apa…mengingat nabi aja ditolak di tempat dia lahir or dibesarkan…apakah ketika itu terjd pd trainer lalu dianggap self image blm sejalan?
—————-
Dulu saya percaya bahwa nabi ditolak ditempat dia dilahirkan, namun hari ini saya membalikkannya. Dalam konteks ttt saya percaya hal tsb. Namun dalam konteks bisnis saya tidak mempercayainya.

Banyak orang mengatakan buka kelas NLP Internasional di Semarang susah, pasarnya tdk laku. Sejak tahun 2012 kelas NLP NFNLP saya selalu saya adakan di  semarang. Dan ada peminatnya.

Tolok ukurnya apa ? Jujur menurut saya ini susah karena pada level yang abstrak. Tiap bisa berbeda beda.
Dan kalau boleh saya sempitkan maka tolok ukurnya adalah : adakah keajaiban / kemudahan dalam pekerjaan kita ?

Bagaimana membangun self image sebagai EO
——————-
Kita bisa memasukkan sugesti yang sifatnya umum, misalnya :
Saya ada orang yang menarik bagi setiap orang yang saya temui.

Segala sesuatu yang saya butuhkan akan terpenuhi dengan cara2 yang ajaib

Saya adalah orang yang menyenangkan dan selalu bertemu dengan orang yang membutuhkan seminar

Dll

4.      apakah Coach Rudi bisa share pattern untuk self coach ttg self image… (pak istoto)
5.      Apa saran coach Rudy untuk trainer pemula yang sedang baru mau membangun karir sebagai trainer/motivator/etc. Self image apa yg cocok ? Atau ada metode apa untuk diawal menemukan self image yg sesuai kapabilitas si calon trainer (effendi Wang)

apakah Coach Rudi bisa share pattern untuk self coach ttg self image….
………………..
Kalau saya paling suka pakai metode yang diajarkan Pak Yan yaitu CRAFT. Singkatan dari Cancel, Replace, Affirmation, Focus, Training.

Untuk rekan2 yang ingin file ini bisa kirim email kosong ke saya di admin@rudysugiono.com

Nanti saya emailkan artikel lengkapnya

Apa saran coach Rudy untuk trainer pemula yang sedang baru mau membangun karir sebagai trainer/motivator/etc. Self image apa yg cocok ? Atau ada metode apa untuk diawal menemukan self image yg sesuai kapabilitas si calon trainer (effendi Wang)
—————
Ini ada 2 langkah :
1. Dari sisi self image
2. Dari sisi teknis

Kalau dari sisi self image bisa menciptakan self image yang mendukung misalnya saya diawal :

Saya adalah trainer yang senantiasa dimudahkan dalam mencari peserta.

Kita anggap semua self image nya sudah mendukung ya

Maka selanjutnya dalam ranah teknis kita perlu menguasai 5S.
SELF MASTERY
kita punya pengalaman tentang topik yang kita bicarakan.
Kalau kita tidak punya pengalaman maka kita bisa menceritakan ttg pengalaman orang lain. Role model kita

Misalnya dulu diawal saya sering cerita ttg Pak Krishnamurti dan Pak Ongky Hojanto

Perli di ingat….dalam dunia training ada 2 ya
Transfer Skill
Transfer Knowledge

Ada beberapa topik yang wajib hukumnya untuk punya pengalaman

SUBJECT MASTERY
Berarti kita menguasai topik yang kita ajarkan atau kita bicarakan

SEQUENCING
urutannya kita dalam mengajar perlu menarik

SHOWMANSHIP
Body language kita menarik

SALESMANSHIP
Kita bisa menjual.kelas kita

Untuk 5S apakah terutama S pertama s.d S4 apakah ada pertanyaan ?

PERTANYAAN:
6.      Cara mengetahui self image bagaimana? Dimudahkan cari peserta majsudnya? (mbak enny visioner)
7.      Jelsdksn 5s masing2 coach rudy (Mbak Enny)
8.      Showmanship apakah orangnya harus lucu,ganteng atau seperti apa coach? (Pak Budi)

Silahkan coach Rudy

Pertanyaan No. 6
Menurut saya yg lebih mudah adalah install aja Self Image yang mendukung dengan Profesi kita sekarang.
Please email ke saya email kosong seperti diatas.

Dimudahkan mencari peserta maksudnya dalam mencari peserta training atau klien saya benar2 dimudahkan.

Pertanyaan 7.
SELF MASTERY

Misalnya saya ngajar NLP, maka saya harus punya pengalaman bagaimana menggunakan NLP dalam kehidupan saya. Karena mengajar dengan teori dan mengajar dengan pengalaman rasanya beda banget

SUBJECT MASTERY
Kita menguasai topik yang kita ajarkan, baik secara teoritis ataupun secara aplikatif. Sehingga pertanyaan audience bisa kita jawab.

SEQUENCING
Urutan kita dalam mengajar dibuat semenarik mungkin alurnya. Lha ini praktek public speaking. Maaf tdk bisa lewat tulisan

SHOWMANSHIP

Ini tidak berhubungan dengan kita ganteng atau tidak, lucu atau tidak.
Namun berkaitan dengan body language yang meliputi Mata, Voice, Artikulasi, Gerakan tangan, gerakan kaki, postur tubuh

PERHATIAN :
pertanyaan ttg instalasi self image akan terjawab dengan artikel yang akan saya kirimkan. Minta tolong teman2 kirim email kosong ke saya di admin@rudysugiono.com

Bu Enny :
Contohnya saya tiba2 ditelp salah satu resort untuk diminta memberikan coaching khusus marketingnya. Lha saya tahu betul pemiliknya itu gak familiar dengan coaching. Tiba2 kok nelp. Lha kok nelponnya ke saya.

Keajaiban terjadi…dan masih  banyak lagi

Kita bahas yang menarik yaitu SALESMANSHIPIni yang menghasilkan uang hehehehehe

Bagaimana jadi Pembicara yang laris dan Menjadi EO

Untuk jadi EO diawal2 kalau rekan2 belum punya massa maka please pilih pembicara yang mau membantu rekan2 bertumbuh, membantu rekan2 dapat duit.

Jangan ajak kerja sama pembicara yang mematok fee secara fixed. Melainkan cari pembicara yang mau profit sharing. Yang mau tetap jalan walaupun BEP

Karena itu saya bersyukur dibantu guru2 hebat saya seperti yang saya sebutkan diatas

Lalu yang kedua kejar BEP di awal2 promosi.

Untuk rekan2 yang jadi trainer maka Please Rekan2 jangan bermimpi akan langsung di panggil perusahaan besar.

Teman2 harus mau dan rela menjadi EO diri sendiri, rela bekerja sama dengan pembicara senior

Jangan pernah mimpi bahwa ketika sudah mendapat sertifikat langsung akan dapat panggilan sana sini…..please jangan lakukan itu karena hasilnya prettttt.

Untuk menjadi trainer kita perlu mengunci resiko, caranya ada di slide ini

Malam 15 menit

9.      Apakah Coach Rudy Sugiono membuka peluang kerja sama? (Adrian Luis)
10.     Selama ini pengalaman coach Rudy utk promosi training2 apa sj yg dilakukan? (Eri)
11.     Gag ada pengalaman jadi EO, salesmanship apakah berlaku untuk karyawan swasta seperti saya? (Erna)
12.     Di slide tadi, point ke-2, kelas yg banyak, maksudnya bgmn coach Rudy? (Eri)
13.     Apakah utk jd trainer perlu role model yg benar-benar menjual? Kalo boleh tahu siapa role model coach Rudi? (Slamet)
14.     Bgmn cara masuk ke pasar yg sudah penuh… To be different… Specialist… Etc … Tips Dan triksnya. Lakukan dulu… Baru buka kelas… How long…? (Fathnur)

Apakah Coach Rudy Sugiono membuka peluang kerja sama? 😊
—+———
Sangat terbuka buat kerja sama.

Selama ini pengalaman coach Rudy utk promosi training2 apa sj yg dilakukan?
———–
Kalau saya sebagai EO maka saya akan promosikan status2 Pembicaranya, saya promosikan background pembicaranya, artikel2 pembicara.

Kalau saya jual kelas sendiri maka saya akan lakukan :
1. Buat Poster dan brosur
2. Pasang poster di toko buku, sebar brosur
3. Promo2 di FB lewat status, edukasi manfaat, artikel2

Kalau skrg saya lebih banyak  pakai cara ke tiga
Gag ada pengalaman jadi EO, salesmanship apakah berlaku untuk karyawan swasta seperti saya?
———
Sangat bisa sekali, justru EO adalah usaha yang menurut saya paling mudah. Kalau pembicaranya sudah terkenal maka kita enak promosinya.
Dan enaknya jadi EO adalah tanpa modal

Jawaban no. 12
Untuk trainer awal saran saya buat kelas sebanyak banyaknya. BEP tetap jalankan. Jadi lambat laun akan terkenal kita.

Langkah ini saya model dari Pak Krishnamurti. Beliau dulu diawal awal buka kelas sebanyak banyaknya. Pesan beliau ke saya : buka kelas yang banyak rud, targetnya BEP jangan Profit. QUANTITY CREATE QUALITY. Ntar profit akan mengikuti Rud

Jawaban No. 13.
Kalau untuk EO iya….perlu pembicara yang layak jual dan Murah hati. Maksudnya bayarannya bisa profit sharing.

Untuk jadi trainer maka role model ada 2, dari sisi pribadinya atau strateginya atau malah gabungannya.

Role Model saya yang paling mewarnai (utama) adalah : Pak Tung Desem, Pak Krishnamurti, Pak Ongky Hojanto.

Selain itu ada juga yang lain seperti Pak Istoto, Pak Yan Nurindra, Pak Asep Haerul Gani, Coach Tjia, dll

Pertanyaan 14.

Buat yang berbeda, buat yang lebih menarik, ciptakan sesuatu yang unik.
Saya buka kelas NLP maka saya tarik orang diluar semarang untuk.hadir ke semarang. Investasi pelatihan sudah termasuk biaya pesawat dan biaya penginapan.

Kalau pasar benar2 penuh atau jenuh maka ciptakan blue ocean.

Cara menjadi pembicara TOP ada 3 yang saya model :
1. NULIS BUKU
Yang ini saya belum mahir….please memodel Bro Efendi Wang

Cara kedua adalah buka kelas sebanyak banyaknya.

Sudah saya jelaskan

Cara ketiga adalah terkait nama besar.

Cara ini saya model dari Pak TDW.
Saya diawal karir sebagai pembicara malah banyak jadi EO dulu. Saya pegang kelasnya Pak Krishnamurti di Jawa Tengah, Saya Pegang kelasnya Pak Ongky di Jawa Tengah, Saya pegang kelasnya Pak Asep.Haerul Gani di jawa tengah.

Saya kaitkan diri saya ke pembicara2 yang jauh lebih terkenal dibanding saya

Saya awaln masuk ke Corporate Training juga karena jadi associate trainer beliau2

Dan akhirnya apa yang harus kita lakukan adalah membangung brand kita.

Ada banyak pakar brand di group ini.

Kalau dari saya maka ada 3 :
1. Bangun Brand Awareness
2. Bangun terus sampai mendapatkan brand loyalty
3. Pertahankan sampai muncul Brand Fanaticism

Ada banyak pembicara yang sudah sampai ke Brand Fanaricism, kalau sudah sampai sini maka akan enak sekali

Baik kesimpulan dari diskusi malam ini saya sampaikan dulu.

KESIMPULAN:
1.      Menjadi seorang trainer perlu memperhatikan:  SELF MASTERY, SUBJECT MASTERY, SEQUENCING, SHOWMANSHIP dan SALESMANSHIP.
2.      Siapapun bisa jadi EO, bahkan EO bisa menjadi bisnis sampingan yang tanpa modal.
3.      Manfaatkan strategi  pemasaran dengan menampilkan manfaat-manfaat training. Buat calon customer memahami manfaat yang akan diperoleh.
4.      Bekerjasama dengan trainer-trainer yang tidak terlalu pasang tariff, yang penting BEP dulu.
5.      Trainer dan EO bisa berkembang secara bersama.

Yang saya sharingkan diatas adalah pengalaman saya. Mohon maaf kalau ada kalimat yang menyinggung teman2.

QUANTITY CREATE QUALITY
QUALITY CREATE VOLUME
VOLUME CREATE MONEY

Kalimat diatas saya dapatkan dari salah satu guru saya.