Tips Membeli Buku Murah

Sebagai seorang yang cukup sering memebeli buku saya menemukan sebuah pola bagaimana agar bisa membeli buku dengan harga lebih murah. Untuk buku buku yang memang saya butuhkan dan saya yakin akan segera mempraktikkan, akan langsung saya beli tak peduli berapapun harganya. Namun untuk buku-buku yang menurut saya sangat menarik namun belum terlalu butuh nakan saya tunda sampai yakin akan ada waktu untuk membacanya. Dan tanpa sengaja seringkali saya menemukan buku buku yang saya tunda untuk dibeli malah bisa saya dapatkan dengan harga lebih murah. Oke langsung saja saya berikan tips tipsnya

Beli Saat Pre Order

Jika kita memang mengenal reputasi penulis, maka pre order adalah pilihan yang terbaik. Selain mendapatkan harga promo 20-40% kita juga dapat membantu penulis untuk memperkirakan berapa eksemplar yang harus diproduksi dan sekaligus membantunya untuk lebih produktif dalam berkarya. Saya sangat menyarankan membeli saat pre order ini.

Beli Saat Ulang Tahun Toko Buku dan Penerbit

Nah ini juga pilihan yang menggiurkan, biasanya saat ulang tahun toko buku mereka akan memberikan diskon besar. Sebagai contoh Gramedia memberikan diskon sampai 30% dengan menungganakan debit BNI saat ulang tahunnya. Penerbit Republika, Zaman, Mizan, Pro-U Media dll juga pernah melakukannya. Kepoin saja akun FB-nya toko toko buku besar dan Penerbit.

Beli Menjelang Akhir Tahun (Cuci Gudang)

Biasanya menjelang akhir tahun penerbit-penerbit, toko-toko buku, bahkan terkadang penulisnya sendiri sering memberikan diskon gila-gilaan untuk menghabiskan stocknya. Saya sebenarnya ga terlalu suka dengan cara ini, namun kalau pas kebetulan saya baca iklannya ya saya manfaatkan. Gramedia sendiri saat cuci gudang bisa menjual buku bukunyanya yang berkualitas dengan harga Rp5 sampai Rp10 ribu, namun dengan koleksi yang sangat terbatas tentunya.

Beli Langsung ke Penerbit

Ini juga salah satu tips untuk mencari buku yang sudah langka namundengan harga diskon. Sebagai contoh ketika saya mencari Buku Sentuhan Jiwa Anak Kita Karya Ustadz Muhammad Arifin Badri, saya berkeliling keliling toko buku dari Blauran sampai kawasan Ampel namun nihil. Ditengah hopeless saya menghubungi Penerbitnya (Daun Publishing) dan ternyata masih ada stock dengan harga diskon dari Rp150.000 menjadi Rp110.000. Saya juga pernah membeli lewat aku FB Penerbit Change untuk mendapatkan beberapa buku buku menarik dengan diskon yang menarik pula.

Beli di Lapak Buku Bekas Offline maupun Online

Jika buku itu memang penting dan sudah jarang beredar di toko buku, cobalah mencarinya di lapak buku bekas kalau di Surabaya ada di sekitar Jalan Semarang dekat Stasiun Pasar Turi. Nah kalau offline bisa mencarinya di Bukalapak, Instagram, maupun Facebook.

Beli Saat Pameran Besar

Pameran pameran seperti Jakarta Book Fair, Islamic Book Fair sampai Big Bad Wolf menawarkan diskon diskon yang sangat besar. Sebagai contoh saat Big Bad Wolf di Surabaya pada Oktober 2016 lalu, saya memborong buku buku impor dengan diskon sampai 60% dan untuk buku buku terbitan Mizan group bisa didapatkan dengan harga Rp10 sampai Rp15 ribu.

Beli Versi Ebooknya.

Jika anda peduli pada lingkungan dan lebih suka membaca via gadget cukup beli versi ebooknya dengan harga yang lebih murah. Bisa melalui Scope, Amazon, dll.

Beli ke Lapak Saya

Saya berencana mengurangi koleksi Buku yang saya miliki. Buku buku yang saya akan saya jual kebanyakan bertema Buku Marketing, Metode Penelitian, Buku Motivasi Bisnis, Novel, Biografi dan masih banyak lagi. Tentu saja akan saya jual dengan diskon gendeng-gendengan dan juga berhadiah Ebook. Untuk koleksi bisa Dibuka di Instagram saya dan akan saya upload kalau ada waktu.

Beli Menjelang Bulan Ramadhan

Khusus untuk buku buku islam, biasanya banyak sekali diskon di toko toko buku islam dan penerbit buku islam. Seperti Toko Buku Media Anda di Surabaya bisa memberikan diskon sampai 30%

 

Compassionate Parenting

compassionAtas ajakan teman saya Mbak Dian Cahyorini saya menghadiri seminar compassionate parenting bersama anak kedua saya Alin (3y) karena Ibunya sedang menghadiri pernikahan rekan kantornya bersama anak pertama saya. Saya sangat terkesan dengan acara seminar compasionate parenting yang menghadirkan Mas Gobind Vashdev sebagai pembicara sekaligus pengisi materi. Banyak sekali “harta karun” yang saya peroleh dari acara tersebut, meskipun saya sempat keluar selama 2 jam di pertengahan acara karena harus mengantar Alin pulang kerumah dari veneue seminar karena sudah waktunya bobo siang.

Jika berbicara mengenai compassionate parenting, maka fokus sesungguhnya bukan pada anak, namun kepada diri sendiri sebagai orangtua. Menurut sebuah survey 90% masalah parenting itu adalah masalah di dalam diri orangtua sendiri. Masalah ini disebabkan luka batin orangtuanya yang belum selesai. Alih alih mencari jalan keluar, orangtua seharusnya mencari jalan kedalam diri sendiri.

Misalkan rumah kita kebakaran, apa prioritas yang akan kita lakukan ? mengejar pelaku pembakaran ? atau memadamkan api terlebih dahulu ?

Lalu bagaimana jika hati kita yang terbakar oleh anak kita ? apakah kita padamkan dulu kebakaran di hati ? atau secara spontan (autopiliot) langsung mengejar anak kita untuk memperingatkan agar tidak membuat kebakaran lagi ? kebanyakan akan memilih memadamkan apinya terlebih dahulu

Maka compassionate parenting kita diajak untuk menyadari luka luka batin kita, merawatnya lalu barulah kita bisa mengerti, memahami dan menumbuhkan rasa welas asih pada apapun keadaan anak kita.

Luka Batin

Misalkan kita diberi waktu 10 detik untuk menggambar pemandangan, kira kira hasilnya seperti apa? saya berani bertaruh bahwa kebanyakan akan menggambar dua buah gunung kembar berwarna biru yang dipisah oleh matahari terbit lalu dibawah gunung ada sebuah jalan lurus nan lebar dan disamping kiri kanan jalan terhampar hijaunya sawah. Mengapa demikian ? karena ketika dibatasi waktu, maka solusi yang spontan muncul adalah solusi yang paling mudah untuk diakses (gambar pemandangan berupa dua gunung tersebut). Dikenal juga dengan sebutan program autopilot kita. Begitupula halnya ketika kita menghadapi anak. Saat anak rewel atau tantrum maka respon yang muncul dari diri kita adalah solusi yang termudah (solusi yang terbiasa dilakukan). Misalnya kalau saya ehm…keluar nada tinggi untuk segera membuat anak diam.

Respon spontan kita sebagai orang tua adalah hasil dari program program masa lalu. Maka ketika saya mulai menyadari nada tinggi yang keluar, saya mulai melakukan pengamatan terhadap diri sendiri dan kemudian menelusuri darimana saya punya program seperti ini. Aha ketemu, ternyata waktu kecil (5thn) saya pernah dibentak-bentak dan dilempar benda tumpul oleh paman saya karena kenakalan saya. Betapa waktu itu saya sangat membenci paman saya, yang saya manifestasikan dengan membuang ketikan skripsinya sekaligus berjanji akan memukulnya nanti jika saya sudah dewasa. Jaman berganti musim bertukar saya sudah melupakan kejadian kejadian tersebut. Sayangnya saya tidak menyadari luka batin itu terlanjur ada dan tersimpan di kedalaman memori bawah sadar yang kemudian SEOLAH hilang dan terlupakan.

Sejatinya seorang anak tau dimana titik titik luka batin orangtuanya karena kesamaan genetik. Justru tugas seorang anak menurut Gobind adalah memancing emosi kedua orangtuanya. Dengan cara seperti itu seorang anak sebenarnya sedang memberi informasi kepada orangtuanya dimana letak luka-luka batin yang tidak disadari namun sering mewujud menjadi emosi spontan.

Lalu bagimana merawat luka-luka batin itu ? Menurut Gobind yang perlu dilakukan orangtua adalah duduk lalu rasakan emosi yang muncul saat itu. Misalkan yang muncul adalah emosi kesal, maka sambil duduk tariklah nafas perlahan-lahan sambil berkata “saya sedang merasa kesal”. Kemudian lepaskan nafas sambil berkata “saya sedang merawat kekesalan ini, keduanya adalah bagian dari diriku”.

Setelah diri kita beres, maka selanjutnya apakah yang dilakukan saat anak tantrum? Gobind menjelaskan bahwa anak tantrum, karena ini adalah satu-satunya cara yang Ia tahu untuk berkomunikasi.

Gobind melanjutkan “saat anak saya Rigpa tantrum, saya hanya akan bermeditasi disebelahnya dengan mata terbuka. Saya mebiarkan Rigpa mengeluarkan emosinya. Bila kita mengalihkan emosinya dengan memberikan manisan, video games atau lainnya, kita mengajarkan anak untuk tidak menyelesaikan masalahnya, tidak mengeluarkan kemarahannya.”, Ujar Gobind.

“Rigpa bisa lebih dari satu jam menangis, maka saya hanya akan diam disebelahnya. Bila di tempat ramai, saya minta untuk pulang atau ketempat yang lebih sepi. Memberitahu anak saat Ia sedang marah atau sedih tidak akan berhasil. Saat anak sudah selesai meluapkan emosi, berilah rangkulan”.

Fasilitator Pembelajaran bukan Fasilitator Pelindung

Kurangi peran orangtua sebagai fasilitator pelindung, namun tingkatkan peran sebagai fasilitator pembelajaran. Daripada melarang-larang anak, ajari saja bagimana agar meminimalisir dampak kecelakaan akibat bermain. Misalnya “Nak kamu boleh main manjat-manjat pohon, mau kepalamu benjol, kaki kesandung, jatuh tidak masalah yang penting kalau jatuh jangan sampai bagian belakang lehermu yang kena”

Di tengah-tengah kelas, kami menonton Ibu bebek dengan lebih dari 5 anaknya yang sedang berjalan menaiki trotoar jalan. Ibu bebek naik duluan, lalu anak-anak bebek satu persatu naik. 2 anak bebek tertinggal. Ibu bebek tidak membantu, tapi hanya memperhatikan dari dekat di atas trotoar. Satu persatu anak bebek ini naik , walau 1 anak terakhir butuh waktu, Ibu bebek tidak membantu, tapi hanya dia memperhatikan dari dekat.

“Anak bukan butuh pelindung, tapi tempat untuk belajar. Bila anak jatuh, ingatkan kepada anak, bila ada kebahagiaan , maka ada kesedihan. Bila ada enak, ada tidak enak. Kamu sudah merasakan kebahagiaan, mari kita juga peluk kesedihan”, Gobind menjelaskan. Anak punya kemampuan luar biasa dalam beradaptasi, let them adapt whith not only the goods of the world but also the bad. Biarkan mereka bersedih bila tidak mendapatkan mainan yang mereka inginkan. Seringkali ketika Hafiy meminta makanan diluar yang sudah dimasak oleh mamanya, (misal minta rawon jam 8 malam, padahal sudah masak soto) saya mencegah mamanya untuk membelikan. Saat dia terlambat ke sekolah karena susah mandi, saya hanya membiarkan dia merasa malu karena terlambat. Biarkan ia mengenali rasa tidak nyaman berusaha mengatasinya.

Kehidupan itu Dinamis

Kehidupan ini tidaklah kaku namun dinamis, orangtualah yang seringkali membawa agenda agenda tersendiri. Misalnya kamu harus juara 1, harus lulus dengan nilai terbaik, mahir main piano. Lalu apakah agenda tersendiri orangtua ini tidak diperlukan ? Boleh boleh saja orangtua mempunyai agenda tersendiri terutama untuk hal hal yang prinsip asalkan bebas dari kemelekatan. Misalnya orang tua ingin anaknya menjadi anak sholeh yang kuat imannya, silahkan lakukan usaha terbaik namun tak usah terlalu dipikirkan apakah nanti anaknya benar-benar menjadi anak sholeh. lakukan saja yang terbaik, nikmati prosesnya tanpa ngarep. Ini sangat sesuai dengan nasihat Kyai Haji Maimun Zubair “Jadi guru itu tidak usah punya niat bikin pintar orang. Nanti kamu hanya marah-marah ketika melihat muridmu tidak pintar. Ikhlasnya jadi hilang. Yang penting niat menyampaikan ilmu dan mendidik yang baik. Masalah muridmu kelak jadi pintar atau tidak, serahkan pada Allah. didoakan saja terus menerus agar muridnya mendapat hidayah”. Begitu pula menjadi orangtua.

Ajarkan Cinta, Bukan Ketakutan

“Hafiy , ayo mandi ? Nanti kalau ga mandi  jadi temennya si S (setan) loh”,

“Awas, nanti jatuh loh!”

“Alin, kalau gak mau makan, nanti sakit terus diinfus lho nak.”

“Wah, kalau mukul mukul temenmu nanti enggak punya teman.”

Siapa yang pernah seperti ini? (saya sendiri pernah berulangkali melakuan hal itu) Tanpa disadari proses mendisiplinkan anak menjadi proses menakuti anak.

Gobind menambahkan “Kita lupa mengajarkan cinta kepada anak, Saya saat ini tidak menggunakan sabun berbahan kimia, bukan karena Saya takut pada bahan kimia, Saya ini tinggal dekat sawah, di belakang rumah Saya, bagaimana bisa Saya meracuni sawah ini, yang memberikan Saya makan? Saya melakukan ini karena Saya mencintai mother earth, ibu Saya.”, ujar Gobind.

Gobin juga mengingatkan ketika kita mulai membandingkan anak dengan orang lain, anak akan merasa dirinya tidak lebih baik dari orang lain. Memang sangat mudah membandingkan anak, anak akan merasa adanya kompetisi dan mulai menjadi lebih baik versi Ibunya. Tanamkan cinta salah satunya dengan berujar ,” I love you the way you are”.

Beri Pujian Pada Kebiasaan Anak yang Baik

“Kita tidak pernah lupa memberikan pujian kepada anak bila anak berhasil menggambar, berjalan, atau makan banyak. Tapi kita terkadang lupa memberikan pujian pada kebiasaan baik anak saat berbagi dengan orang lain, berjalan sendiri tanpa digendong, ramah terhadap orang lain, dan lainnya”, tegas Gobind.

Jangan Menggadaikan Hubungan Anak Kita

Orangtua seringkali menggadaikan hubungan dengan anaknya untuk menjalin hubungan dengan orang lain. Misalnya saat bertemu teman lama di jalan, kita meminta anak untuk salim dan cium tangan teman kita namun ternyata anak kita tidak mau, lalu kita sedikit memaksa “ayo cepet salim sana sama om” setelah salim lalu kita asyik ngobrol dengan teman lama dan mengabaikan anak kita. Biarkanlah anak memilih waktunya sendiri untuk mengenal orang. Misal juga ketika ada tamu berkunjung ke rumah bertepatan anak kita sedang asyik main di ruang tamu, maka jangan karena mengutamakan tamu ataupun malu pada tamu kita jadi bersikap kurang menyenangkan kepada anak kita. Termasuk juga ga perlu risau ataupun malu ketika mengetahui bahwa anak kita ada kekurangan jika dibandingkan teman temannya, misalnya kurang sopan santunnya. Dalam hal berbagi, apabila anak belum mau berbagi, biarkanlah, apa Anda mau meminjamkan mobil Anda kepada orang lain yang Anda tidak kenal? Jangan rusak hubungan Anda dengan Anak . Ini juga berlaku bila anak tidak mau salam dengan keluarga atau kerabat.

Walk The Talk

Pada bagian ini Gobind bercerita tentang kisah Mahatma Gandhi. “Ada seorang ibu rumah tangga memiliki seorang anak yang suka mengkonsumsi garam. Padahal anak tersebut memiliki penyakit yang akan kambuh apabila anak tersebut mengkonsumsi garam. Ibu tersebut telah menasehati anak tersebut untuk tidak mengkonsumsi garam tersebut. Tetapi anak tersebut masih saja mengkonsumsi garam tersebut”

Suatu ketika ibu tersebut datang kepada gandhi untuk meminta pertolongan agar menasehati anaknya yang sering mengkonsumsi garam. Gandhi pun tidak menyanggupi langsung untuk menasehati anak tersebut dan disuruh ibu tersebut untuk kembali seminggu kemudian ke kediaman gandhi. Ibu pun lantas kecewa karena harus seminggu kemudiaan harus kembali

Dan akhirnya seminggu kemudian si ibu dan anak tersebut kembali menuju tempat Gandhi. Setelah itu Gandhi mendatangi anak tersebut dan memberikan nasehat “hey anakku janganlah kamu mengkonsumsi garam lagi, karena jika kamu mengkonsumsi garam lagi kamu akan mengecewakan orang tuamu, mengecewakan dokter yang merawatmu, bahkan mengecewakan dirimu sendiri di kelak nanti”. Ibu pun semakin kecewa karena nasehat gandhi barusan sama seperti nasehat yang ibu katakan setiap harinya kepada anaknya. Gandhi pun tersenyum dan mempersilahkan ibu dan anak tsb kembali.

Besok harinya anak tersebut masih mengkonsumsi garam, tetapi di kemudian harinya konsumsi garam tersebut berkurang dan berkurang pada hari ketujuh. Ibu pun gembira melihat aktivitas anaknya yang mengkonsumsi garam semakin hari semakin berkurang. Kemudian ibu pun penasaran dan mendatangi kediaman Gandhi dan bertanya bagaimana bisa anak saya mulai berkurang konsumsi garam nya, dengan nasehat yang sama. gandhi pun menceritakan kenapa ibu tersebut diharuskan seminggu kemudian mendatangi Gandhi,Gandhi menjelaskan bahwa dia membutuhkan waktu seminggu untuk mencoba tidak mengkonsumsi garam sebelum menasehati anaknya ibu tersebut, karena andaikan waktu pertama ibu meminta Gandhi menasehati anaknya, Gandhi sendiri tidak menyanggupi karena Gandhi waktu itu masih mengkonsumsi garam juga. Jadi Gandhi mulai siap menasehati anak tersebut setelah dia tidak mengkonsumsi garam lagi.”

Note : tulisan belum selesai masih ada materi tentang kata konkrit dan abstarc, menemukan solusi dari anak sendiri, dan mendengarkan serta membantu mengekspresikan emosinya. dan akan diupdate di lain hari.

 

Menurunkan Berat Badan dengan Coaching (Bagian-1)

Weekend kemarin isteriku memuji tubuhku yang tambah subur, pipiku yang bertambah chubby sambil kemudian berbisik “mas, kamu ini sekarang gemuk banged lho”

“Mbok diturunin berat badannya”

“Lho itu berarti kamu sukses sebagai istri yang membuatku gemuk”, jawabku

“lagipula adalah hal yang kurang masuuk akal kalau kamu minta aku lebih kurus, sementara masakan yang kamu buat selalu menggugah selera” pujiku sekaligus alasanku.

“Bukan apa-apa mas, tapi aku khawatir karena orang gemuk itu identik dengan penyakit selain identik juga dengan kemakmuran”

Lalu bayangku melesat 3 tahun silam saat isteriku hamil anak keduaku. Saat itu aku sedang bersemanagat-semangatnya untuk hidup sehat karena baru saja mendapat pencerahan dari dokter Phaidon L Toruan dan juga mas Erikar Lebang. Dokter Phaidon waktu itu sharing bagaimana seseorang yang umur biologisnya sangat tua namun umur fisiknya tetap muda. Digambarkan searang kakek kakek berusia 70 tahun tubuhnya tetap berotot dan sixpack. Tak perlu jauh jauh dua minggu lalu saat debat pilgub DKI sang moderator Ira Koesno yang masih tetap cantik diusianya yang ke-47 tahun begitu menarik perhatianku. Tubuhnya yang terlihat masih bagus serta wajahnya yang masih kencang mengundang decak keherananku.

Konon kabarnya beliau rutin ke dokter spesialis kulit namun menurutku tanpa gaya hidup yang sehat (menjaga makanan dan juga olahraga) tak mungkin kondisi fisiknya masih seperti itu.

Menurut Dokter Phaidon kunci awet muda adalah menghindari makanan makanan yang mengandung karbohidrat, gula, minyak serta memperbanyak produksi hormon melantonin yang secara alami didapatkan dengan cukup tidur. Beliau “mengharamkan” bubur ayam, terang bulan, gorengan (jangkrik ini makanan favoritku semuanya)

Adapun mas Erikar Lebang saat itu lagi getol-getolnya mengkampanyekan pola makan yang dikenal dengan sebutan food combining (FC). Intinya dari FC adalah sedikit perubahan pada pola makan kita sehari-hari. Ketika bangun tidur segera minum air hangat yang diperasi jeruk nipis. Diminum perlahan sambil dibuat kumur. Setelah itu dilanjut dengan sarapan buah-buahan. Praktis sampai dzhuhur hanya boleh makan buah. kemudian untuk makan siang dan makan malam seperti biasa hanya saya Karbo (nasi, gandum, singkong dkk) tidak boleh bertemu dengan lauk hewani (daging, ikan, ayam, telor). Jadi kalau mau makan lauk hewani harus dipadukan dengan sayur sayuran (lebih baik sayuran mentah seperti lalapan). Sedangkan kalau mau makan nasi juga dipadukan dengan sayur sayuran.

Alhamdulillah selama 7 bulan saya berhasil menjalankan pola makan food combining tersebut sampai kemudian negera api menyerang.

Ya saya dipindah tugaskan menjadi internal auditor yang rutin berkeliling indonesia untuk melakukan audit yang emakan waktu paling lama 10 hari untuk setiap lokasi. Selain itu jika sedang off melakukan audit saya menjadi counterparting untuk audit eksternal yang masuk ke perusahaan saya mulai dari BPK, KAP, Bea Cukai yang hampir selalu ada acara jamuan makan di restoran. Tak pelak kondisi tersebut membuat saya angkat bendera putih karena ribet banget menjaga pola makan FC. Selain saya juga mempunyai alibi lain bahwa salah satu kunci kesehatan adalah hati yang bahagia. hati yang bahagia saya terjemahkan dengan tidqak terlalu membatasi makanan saya huahahaha.

Kini setelah berat badan saya meroket dari kisaran 77kg ke 84kg mau mau gak mau saya harus segera mengambil tindakan dengan cara seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya. Saya segera meminta bantuan isteri saya untuk mengcoaching diri saya yang sudah saya ajarkan cara melakukan slef coaching. Mengapa saya menggunakan coaching, karena saya menyadari bahwa segala sumberdaya untuk mencapi goal yang saya inginkan sudah ada pada diri saya sendiri, hanya saya perlu bantuan seseorang sebagai fasilitator. Jadi seharusnya tak perlulah seorang yang ingin di coaching berkata “Emang dia lebih sukses dari saya? koq berani beraninya meng-coaching saya” ?

Baik saat ini Senin 23 Januari 2017 berat badan 84kg saya akan menggunakan coaching sehingga pada tanggal 21 Maret 2017, saat ulang tahun saya berat badan saya turun menjadi 74kg. Hasil coaching ini akan saya sampaikan di blog ini setelah tanggal 21 Maret 2017.

Arah dan Sumber Motivasi

Sudah jamak bahwa manusia akan berusaha untuk memburu kenikmatan dan atau menghindari kesulitan, termasuk anda dan juga saya. Benar atau benar ? Misalnya seorang karyawan bisa saja bekerja habis habisan agar cepat promosi, dalam hal ini karyawan tersebut mempunyai arah motivasi mendekat. Arah motivasi mendekat maksudnya motif seseorang melakukan tindakan karena ingin mengejar sesuatu (memburu kenikmatan). Seorang karyawan yang lain bisa jadi berkinerja tinggi justru karena takut dimarahi atasannya, dalam hal ini karyawan tersebut mempunyai arah motivasi menjauh. arah motivasi menjauh maksudnya motif seseorang melakukan suatu tindakan karena ingin menghindari sesuatu yang tidak diinginkan menimpa dirinya (menghindari kesulitan).

Seseorang bisa mempunyai arah motivasi yang berbeda-beda tergantung konteksnya. Misalnya saya sendiri, dalam konteks memilih rumah tinggal saya menginginkan rumah lingkungannya dekat yang dekat dengan kantor, sekolahan anak, dan juga masjid jami’. Kemudian dalam hal memilih mobil,  saya memilih mobil yang perawatannya mudah dan memiliki sistem keamanan yang tinggi agar saya tidak pusing dan tidak merasa khawatir di kemudian hari. Jadi hampir tidak ada orang yang hanya memiliki satu jenis arah motivasi dalam semua konteks kehidupannya.

Arah motivasi ini juga dapat berubah tergantung waktu. Misalnya pada saat memilih rumah tadi, saya memilih rumah yang lingkungannya dekat yang dekat dengan kantor, sekolahan anak, dan juga masjid jami’. Namun setelah saya tinggali selama 4  tahun ternyata rumah tersebut selalu menjadi kawasan langganan banjir. sejak saat itu saya lebih memilih rumah yang jauh dari kawasan banjir.

Lalu mana yang lebih baik diantara kedua arah motivasi tersebut ? jawabanya tidak ada yang lebih baik. Semua dapat dimanfaatkan untuk memberdayakan diri kita. Misalnya setelah kita menyadari bahwa arah motivasi kita dalam berkarya adalah mendekat, maka kita dapat memotivasi diri dengan  cara mengiming-imingi diri sendiri dengan hadiah atau imbalan yang sangat bernilai. Sebaliknya jika kita menyadari bahwa arah motivasi kita menjauh dalam konteks menyelesaikan pekerjaan, maka kita bisa memotivasi diri sendiri dengan menghadirkan gambaran gambaran mental yang tidak kita inginkan, sehinga kita terpacu untuk menghindarinya. Hal yang sama juga dapat kita aplikasikan ketika ingin memotivasi orang lain. Terlebih dahulu tentunya adalah mengetahui apakan orang tersebut memiliki arah motivasi yang mendekat atau arah motivasi yang menjauh ? setelah itu barulah kita dapat mempengaruhi sesuai arah motivasinya.

Get well soon dear

Sudah 4 hari ini alin demam, tubuhnya panas disekitaran 37,5 namun begitu terkadang ia masih bisa menampilkan senyumnya yang manis,senyum seorang wanita yang berkelas. Yang agak memilukan adalah ketika tiba-tiba ia menangis. Mungkin karena ketidaknyamanan yang dirasakannya. Kadang sembari menonton upin ipin, tanpa ia sadari hidungnya telah mimisan. Mungkin karena ia belum menyadari apa arti cairan merah yang menetes itu. Dimalam ini menjelang tidur, ku menyaksikan matanya yang telah terpejam, sementara senyum tipis masih menghiasi wajahnya sekaligus menghiasi rumah ini. Get well soon dear.

Nasi Goreng Jawa di Surabaya

Hmm..beberapa hari ini aku seperti terkena nasi goreng jawa addict. Ini semua bermula ketika 2 minggu yang lalu aku pergi ke daerah kramat gantung surabaya untuk membeli kain sofa. seperti yang teman-teman ketahui kramat gantung memang terkenal dengan tempat kulakan kain, busa untuk pembuatan kursi dan sofa. Setelah selesai belanja, ketika akan memasuki mobil tiba tiba mata tertuju pada sebuah rombong nasi goreng jawa. sambil memasukkan kain ke dalam mobil kuperhatikan terus rombong nasi goreng itu sambil berkata dalam hati “siang siang gini jualan nasi goreng”. Namun tak lama kemudian aroma nasi goreng khas jawa menyeruak menggoda hidungku. Langsung saja aku mengajak isteriku untuk menghampirinya. Ternyata memang ada kehidupan di rombong tersebut. Langsung saja aku berkata

“pesan satu porsi ya pak”

“oke mas, mase romantis sepiring berdua” jawabnya

“hehehe…” dalam hati (aku ngetes dulu nasgormu enak apa enggak)

Setelah menunggu beberapa saat jadilah nasi goreng jawa yang sudah sangat lama tak pernah kunikmati lagi.  Penampakan nasi goreng itu sangat menggoda baik dari aroma, tampilan, dan rasa. dengan nasi berwarna coklat berkilauan berkolaborasi dengan mie, berambang, daun bawang, serpihan telur dan suwiran ayam yang banyak sungguh membuat lidah terbang ke awan.  baru beberapa suapan, aku dan isteriku kompak berkata “satu porsi lagi ya pak”

“baik mas” jawabnya sambil tersenyum

sempat aku berprasangka bahwa harga nasi goreng jawa ini mahal, seharusnya tadi aku tanya dulu berapa harganya. namun kuurungkan toh sudah kadung dipesen semahal mahalnya paling ga sampai 50 ribu. tak menunggu lama kecurigaanku musnah tak berbekas saat kulihat tukang parkir sebelah juga sedang menikmati nasi goreng jawa itu. pikirku wah jelas murah ini….lha tukang parkir aja beli.

Selesai makan kami hanya mengeluarkan uang 14 ribu. berarti seporsinya 7 ribu. kali ini aku kaget, karena ini jauh lebih murah dar yang kubayangkan. (tulisan ini dibuat pada tahun 2012)

Update 2016

Berikut ini lokasi beberapa warung (rombong) nasi goreng jawa di Surabaya yang menurut saya recomended :

  1. Nasi Goreng Jawa dekat kantor pos pucang. Nasi goreng ini bumbunya sangat khas, aromanya juga sangat merangsang perut yang sedang lapar. Lokasi warungnya terletak di Jalan Pucang Rinenggo dekat kantor pos. Tastenya mengandung bumbu soto ala nasgor jawa suroboyoan. Buka mulai pukul 16:00 sampai 22:00. lokasi google maps di -7.283622, 112.756005
  2. Nasi Goreng Jawa di sebelah Sate Ondomohen. Lokasi tentu saja di Jalan Walikota Mustajab Surabaya. Nasi Goreng di sini bener bener bisa mengobati kerinduan akan nasi goreng jawa. Bumbunya tidak sepekat Nasgor Kantor Pos, namun justru itu yang membuat nasi goreng ini terasa pas di lidah saya, apalagi jika dikawinkan dengan sate kelapa ondomohen di sebelahnya. Benar benar Muantabb. Buka mulai pukl 17:00 sampai 22:00. Tastenya mirip nasgor jogja.
  3. Nasi Goreng Jawa di Warung SODUS (Soto Kudus). Ini adalah salah satu favorit saya, karena paling dekat dengan rumah. Lokasi di Jalan Gayungsari. Yup Nasgor jawa ini merupakan salah satu menu dari warung soto kudus. Memang menu utamanya adalah soto kudus, namun nasgor jawanya maknyuss banget. Buka dari pukul 11:00 sampai 22:00. Tastenya cenderung ke nasgor magelangan.
  4. Nasi Goreng Kejaksaan Tinggi Jawa Timur. Letaknya di Jalan Jenderal Ahmad Yani. Ini adalah andalan saya waktu makan siang. Nasgor ini sangat terkenal di kalangan karyawan di surabaya selatan. Lokasi persis di halaman kejaksaan tinggi jawa timur. Biasanya saat makan siang warungnya sangat ramai dan harus antri, apalagi waktu hari jum’at selepas sholat jum’at. Buka pukul 10:00 sampai 15:00. Tastenya mirip nasi goreng kediri yang agak pedas namun gurih.

Sebenernya bedanya nasi goreng jawa dengan nasi goreng kebanyakan di surabaya itu apa sih ? bukannya surabaya termasuk jawa ?

Jadi gini sob, kebanyakan nasi goreng suroboyoan itu ciri khasnya pakai saos merah dan minyak raja rasa. Ya sebenarenya bisa juga putihan (tidak pakai saos merah), namun bagi saya menikmati nasgor jawa itu bukan sekedar rasa dilidah, namun juga membawa saya pada suasana masa kecil saya yang sangat akrab dengan jawa tengah hehehe..

Uang Baru Indonesia dan Keberlimpahan yang Menyertai

rupiah dan yuan

Beberapa hari ini media sosial heboh disebabkan peluncuran uang rupiah dengan desain baru. Kehebohan ini ditengarai desain uang baru rupiah ini yang sangat mirip sekali dengan uang yuan china. beberapa netizen juga mempertanyakan mengapa sih rupiah pake diganti segala? kenapa juga harus ada gambar pahlawan nasional, gak pake gambar pemandangan? Kenapa juga harus diganti bebarengan?
Berdasarkan konfirmasi teman kuliah yang sekarang bekerja di Banak Indonesia (BI), desain rupiah diganti karena menyesuaikan dengan UU Mata Uang No 7 tahun 2011.  Dalam UU tersebut diatur ciri, desain, dan bahan uang. Pada pasal 7, disebutkan bahwa gambar utama rupiah adalah pahlawan nasional. Ya karena sejak 17 Agustus 2014, UU ini sudah berlaku, maka sudah dilakukan perubahan utk 1 pecahan 100 ribu. Sekarang saatnya utk dilakukan pada seluruh pecahan agar pelaksanaan UU dapat diimplementasikan menyeluruh. Selain itu desain uang ini sebenarnya juga mirip dengan mata uang euro dan turki.

rp-euroOkelah semua alasan tersebut menurut saya masuk akal, namun feeling saya koq gak enak ya.  Alih alih saya terus mempunyai perasaan negatif, saya teringat sebuah quote “Energy Flows Where Attention Goes.” Saya mencoba untuk mengubah atensi kepada hal-hal baik dan membahagiakan sekaligus memberdayakan agar terus dihampiri kehidupan lebih baik,  menyenangkan, bahagia,  dan berkelimpahan rezeki.

Maka, jika saya menginginkan kekayaan maka saya akan memberi Atensi Baik pada uang tersebut,  panggil dia,  sapa dia dan persilahkan dia hadir pada diri kita tak terbatas dan dari mana saja.

Sebaliknya kalo saya complain,  nyinyir dan menghina desain uang tersebut,  nah lho bisa jadi  malah tambah kere dan uang ga mau mendekati.

Jadi saya memilih untuk menerima semuanya dengan baik,  mengalir dan selalu tersenyum dalam melihat hal baru tersebut dengan lebih nyaman dan membahagiakan juga mengkayakan diri anda.