11 Hukum Semesta Yang Terlupakan

Tulisan oleh Pak Ifan Winarno

01. The Law of Thinking

setelah melakukan pengindraan sampai selesai memaknainya .. otak sudah mempersiapkan beberapa prediksi sesuai dengan rekaman pengalaman hidup sehari-hari .. dan tak jarang prediksi2 itu juga menyangkut emosi yang kuat .. dan ketika prediksi itu tidak terjadi atau terlupakan maka itu akan direkam sebagai bagian dari pemahaman .. sayangnya, ini juga dipancarkan oleh sel sebagai vibrasi .. sehingga KEBIASAAN berpikir positif, akan menghasilkan prediksi positif dengan emosi yang positif, memunculkan vibrasi positif ..yang direspon oleh semesta untuk menghadirkan hal-hal yang positif pula ke dalam kehidupan .. #The.Law.of.Thinking

02. The Law of Supply

alam semesta menyediakan bahan baku tiada batas sesuai kebutuhan .. bukan sesuai keinginan .. bahan baku, bukan bahan olahan .. sehingga diperlukan buah pikiran yang bijak untuk memanfaatkannya tanpa merusak sumbernya .. keinginan dan keserakahanlah yang memunculkan tindakan yang mengancam kerusakan sumbernya .. oleh karenanya setelah tadi aku menuliskan #The.Law.of.Thinking .. maka perlulah kita melengkapi kesadaran diri bahwa ada #The.Law.of.Supply .. kesadaran akan keberadaan alam semeesta yang kaya raya dan potensi tanpa batas yang harus dikelola dengan bijak ..karena semua ini titipan anak cucu kita 

03. The Law of Attraction

 di pasar ada penjual ada pembeli .. ada yang membutuhkan, ada yang menyediakan .. semuanya berinteraksi .. butuh ikan ya ke bagian pasar yang menjual ikan .. lucu sekali bila menunggunya di bagian pasar yang menjual kain misalnya .. ada tarik menarik di antara mereka .. ditarik .. dan menarik .. hasil karya pikiran dengan memanfaatkan sumberdaya alam tidak akan kemana-mana samapi si penjual berpikir tentang mendapatkan uang .. dan orang yang punya uang yang butuh hasil karya tersebut akan mencari si penjual .. kita mengenalnya dari buku dan film “The Secret” sebagai #The.Law.of.Attractions

04. The Law of Receiving

akan sia-sialah upaya kalau kita terlalu gengsi menerima penghargaan yang diberikan .. biarpun penghargaan itu mungkin terlalu kecil menurut ukuran kita .. keterbukaan untuk menerima inilah yang membuat aliran keberlimpahan yang sudah dihasilkan oleh ketiga hukum alam sebelumnya (#The.Law.of.Thinking .. #The.Law.of.Supply .. #The.Law.of.Attractions) tidak mewujudkan sebuah pertukaran nilai yang nyata bagi kehidupan .. bahkan ketika seseorang sudah menetapkan dalam dirinya penghargaan yang HARUS diterimanya akan sebuah kontribusinya dalam suatu saat, maka inipun akan dirasakan sebagai vibrasi bagi orang lain dalm wujud sosok yang sangat mahal dan tak tersentuh .. sehingga interaksi yang menuju pertukaran nilai yang nyatapun batal terjadi .. #The.Law.of.Receiving .. ingatlah, aliran sungai yang deras dan besar juga berasal dari aliran kecil2 sumber air dari tempat yang lebih tinggi .. hanya keselarasan dan ketekunan dalam waktulah yang menjadikannya besar .. ikhlas menerima ..

05. The Law of Increase

kricikan dadi grojokan .. demikianlah orang jawa menyebutnya .. semuanya bertumbuh seiring waktu ketika diberi perhatian (attention) .. biji kecil yang terkubur tanahpun mampu menjadi pohon raksasa yang menyeruak dan memenuhi tanah itu dengan biji2 yang dihasilkannya .. semua bertumbuh bila diberi attention .. #The.Law.of.Increase .. usaha kecilpun akan tumbuh ketika diberi perhatian dan ketekunan dalam mengupayakannya

06. The Law of Compensation

pertukaran nilai yang nyata .. kompensasi .. tidak harus datang dari sebuah kesepakatan saat itu juga .. aku suka menggunakan istilah “life is A vibration game”..karena “A”ini bukan berarti sebuah saja .. tapi sebuah permainan vibrasi yang utuh dan saling berkesinambungan sebagai suatu kesatuan .. kenapa? karena kita perlu memupuk kepercayaan dan sikap menghargai satu sama lain .. seiring dengan semakin kuatnya ikatan batin dalam kerjasama kedua belah pihaklah mulai dihadirkan kompensasi yang kadang juga jauh di luar perhitungan kita .. kompensasi dihadirkan selama ada ikatan kerjasama .. bukan cuma antar manusia .. juga dengan alam semesta .. dan DIA tentunya .. #The.Law.of.Compensation .. tak ada makan siang yang gratis, pipispun berbayar sekarang .. 

 

07. The Law of Non-Resistance

yang mengalir akan terus bertumbuh .. yang diam akan cenderung busuk .. yang selaras makin melaju .. yang menentang aliran alam akan menguras tenaga .. hahahaha .. ya begitulah alam semesta, air yang dibendung akan mengumpulkan tenaga yang lebih besar (The Law of Increase) .. dan siap menghancurkan apa saja yang menghalangi .. kehidupan akan jadi lebih gampang dijalani ketika kita selaras dengan alam itu sendiri ..karena kita masih hidup di alam itu .. melawannya? cari perkara saja .. #The.Law.of.Non-Resistance

08. The Law of Forgiveness

dalam setiap interaksi .. selalu ada kemungkinan pergesekan persepsi yang menimbulkan kesalahpahaman .. semua ini terjadi karena kita memang cuma mampu memahami dengan batasan pemikiran dan pengalaman hidup kita saja .. manusia dengan latar belakang, pendidikan yang lain akan menanggapinya berbeda .. belum lagi sitasi emosi kita saat itu .. semuanya jadi tidak lagi seperti yang diharapkan .. kita membalas menyakiti karena mekanisme perlindungan diri kita .. semuanya sangat natural .. dan tentunya inilah yang perlu dikendalikan selagi kita menyadarinya .. memaafkan bukan agar satu pihak merasa lebih baik atau merasa lebih benar .. tapi lebih agar semua itu cuma sesaat saja dan tak perlu dijadikan bagian penilaian dari keseluruhan tindakan .. janganlah lupa, setiap orang suci punya masa lalu (yang mungkin saja penuh dosa).. dan setiap pendosa punya masa depan ..

#The.Law.of.Forgiveness .. alam semesta selalu memaafkan ulah manusia dan tidak mendendam sampai generasi ke generasi .. buktinya juga masih ada bayi yang lahir saat ini, sebuah tanda bahwa DIA memaafkan dan masih mempercayai kemanusiaan manusia bisa menjaga keharmonisan dan kelangsungan alam semesta itu sendiri

09. The Law of Sacrifice

 bahkan untuk kentut saja, kau harus berkorban .. makan sesuatu dulu .. rela berkorban mules-mules dikit .. bahkan rela menanggung resiko dipermalukan ketika gas itu keluar .. “siapa menanam, dia akan menuai” demikian kata pepatah .. sudah jelas, bahkan manusia sendiri saja dilahirkan dari sebuah investasi .. sebuah pengorbanan dari orang tuanya yang tak pernah lagi diperhitungkan, malah sering dipersalahkan ..sebuah produk yang diluncurkan ke pasaran saja harus mengorbankan biaya promosi .. harus mengorbankan beberpa produk agar dikenal dan mulai disukai pembeli .. bahkan tidak ajrang pemilik usahanya harus mengorbankan sebagian keuntungannya untuk kelangsungan produknya itu sendiri .. pengorbanan perlu untuk sesuatu yang lebih baik #The.Law.of.Sacrifice 

10. The Law of Obedience

semua perlu waktu .. semua perlu ketekunan .. kesungguhan melakukan hal-hal kecillah yang akan membuat orang menjadi besar .. aku menyebutnya sebagai flowing state .. sebuah keadaan di mana rasa ogah melakukan dan bosan melakukan bisa dianulir/diatasi dengan baik .. alam sudah meberikan contoh banyak sekali .. seekor lebah yang mengumpulkan madu yang akhirnya dirampok manusia .. bunga kecil yang mekar setelah bertahun-tahun sang biji tekun bertumbuh menjadi tanaman .. bahkan ada istilah menarik dalam bahasa Arab .. “Man Jadda Wa Jada” = Barang siapa yang bersungguh-sungguh, maka pasti akan berhasil .. #The.Law.of.Obedience

11. The Law of Success

19 jam yang lalu aku menuliskan “tirulah alam, alam selalu sukses mencapai apa yang dirancangNYA.. tidak pernah gagal sekalipun” .. 1 jam kemudian aku menerima kado “11 hukum semesta yang terlupakan” dari seorang sahabat .. dan kejutannya bagiku adalah hukum ke 11 adalah #The.Law.of.Success .. yang tidak lain adalah apa yang kutulis sejam sebelumnya .. hahahahaha

#The.Law.of.Success .. selalu ada keberhasilan di semesta, karena yang kausebut kegagalan hanyalah bagian dari investasi dalam mencapai keberhasilan-keberhasilannya .. alam dengan baik mencontohkannya ..batang buah naga merahpun harus mengalami patah ketika hujan dan angin keras melanda di awal musim hujan .. hanya dari batang yang patah itulah akan muncul kuncup2 bunga .. yang sebagian akan rontok dan menjadi pupuk kalau tanamannya belum siap berbuah .. dan sebagian lagi akan mekar semalam dan terus layu agar terjadi persilangan yang nantinya memunculkan buah yang berlimpah .. bahkan tak jarang bakal buahnyapun rontok ketika hendak membesar, agar buah yang rontok ini bisa menjadi pupuk dan memberi kesempatan buah yang layak menjadi semakin besar dan memberi manfaat bagi kehidupan .. #The.Law.of.Success

_/|\_ .. semangat mengawali tahun yang baru dengan pemahaman yang baru .. _/|\_

(thanks Bob for the 11 Forgotten Laws)

Iklan

Reviu Buku The Divine Message of DNA (Tuhan dalam Gen kita)

4 hari yang lalu saya membaca sebuah buku yang berjudul The Divine Message of DNA (Tuhan dalam Gen kita).

Ada beberapa hal yang menarik menurut pemahaman saya. Pada awal buku tersebut di jelaskan bahwa tubuh manusia itu terdiri dari triliunan sel. Dan didalam tiap tiap sel ada inti sel yang mengandung protein tertentu yang juga dikenal dengan sebutan Gen atau DNA. Pada DNA itu terdaoat informasi informasi informasi mengenai diri kita. Siapa kira kirayang mampu menulis informasi seperti itu.

Dari banyaknya informasi pada DNA kita, tidak semuanya aktif (menyala) sebagian besar malah dalam keadaan padam. Misalnya Gen di kepala kita mempunya informasi aktif dalam hal menumbuhkan rambut, sedangkan gen di gusi kita gen tersebut dalam keadaan padam. Bisa berabe kan kalau gusi kita dapat menumbuhkan rambut hehe…

Begitu pula dalam keadaan terdesak gen gen tersebut dapat tiba-tiba aktif (menyala) misal ketika dalam kondisi dikejar serigala, seseorang bisa berlari dan melompat lebih cepat dan tinggi.

Hal yang paling menarik adalah, selama ini kita beranggapan bahwa gen dapat mempengaruhi diri (kondisi fisik dan pikiran kita), ternyata bisa juga terjadi sebaliknya. Apa yang kita pikirkan atau apa yang kita konsumsi dapat mempengaruhi Gen kita.

Salah satu cara termudah untuk memberikan dampak yang baik pada gen kita adalah berupaya untuk lebih banyak berfikiran positif. Berfikir positif kalau dalam pemaknaan saya bukan berarti hanya menerima yang positif dan menolak yang negatif tetapi menerima keduanya sebagai suatu rangkaian kehidupan yang indah.

Duluan Mana Nih ?

Mana sih yang seharusnya lebih dulu terjadi.

  1. Anak perlu membuktikan karakter baiknya lalu kita puji atau
  2. Kita puji anak dengan label karakter yang baik sehingga anak itu tersugesti untuk berkarakter baik.

Ada hal yang menarik pagi tadi saat saya dan istri mengambil raport kedua anak kami di TK dan Playgroupnya.

Saat raport sudah diterima semua oleh para walimurid, Sang ustadzah kemudian mengumumkan pemberian penghargaan untuk murid yang berkarakter baik. tentu saja semua murid pasti kebagian plus semuanya juga akan menerima piala.

Ada murid yang mendapatkan predikat sebagai murid paling mandiri, paling peduli, paling rajin ibadah, paling sabar dan lain sebagainya.

Anak pertama kami Hafiy mendapatkan penghargaan sebagai murid paling disiplin. Ya mungkin anak kami memang sangat disiplin kalau di sekolah. Misalnya minta datang sepagi pungkin dan juga minta pulang secepat mungkin. Namun ketika dirumah sering kali untuk mandi sore saya harus melakukan negosiasi alot melebihi saat nego dengan ojek konvesional.

begitu juga dengan anak kedua kami Alin. Dia mendapatkan penghargaan sebagai murid yang paling peduli lingkungan. Wow wow wow…..alin yang tidak mau mebereskan mainannya sendiri mendapatkan penghargaan sebagai murid peduli lingkungan.

ternyata yang lebih mengejutkan adalah Hafiy dan Alin ternyata merasa senang dan bangga akan pengehargaan tersebut terlepas layak atau tidaknya. Dengan kondisi emosional yang sangat intens (senang dan bangga tersebut) labeling sebagai anak disiplin dan peduli lingkungan itu begitu meresap dalam diri mereka.

Misalkan, Hafiy senang sekali saat saya ajak ke masjid untuk Maghriban. katanya anaki disiplin harus on time Pah.

Begitu juga alin, selesai bermain dia mulai sedikit ada keinginan untuk beberes sambil berguman aku kan anak peduli lingkungan pah hahahaha…

Masya Allah jangan jangan selama ini saya salah meminta mereka untuk berkarakter baik namun lupa memberi pujian. Atau selama ini jarang saya melabeli anak saya dengan label positif baik itu untuk persepsi saya sendiri maupun untuk makanan bagi jiwanya.

Ah dapat lagi insight di hari ini.

Sadar Penuh Hadir Utuh Versiku

Sadar penuh hadir utuh. bisakah kita benar-benar melakukan hal ini. Tanpa adanya sadar penuh hadir utuh maka ilmu yang kita pelajari dan kuasai tidak akan keluar saat dibutuhkan.

Sadar penuh hadir utuh, bisa juga diartikan kita berada di sini saat ini di momen ini. Dengan memahami konsep ini kita bisa melakukan hal yang terbaik tanpa khawatir akan masa depan dan juga terusikoleh masa lalu. Bisa jadi masa depan yang kita khawatiri tidak benar-benar berada di masa depan yang jauh, mungkin hanya 1 jam kedepan atau 1 hari kedepan. Mungkin juga masa lalu yang mengusik tidak datang dari jarak yang jauh dibelakang kita namun hanya 1 jam kebelakang atau 1 hari kebelakang yang kita sesali.

Sadar penuh hadir utuh, ah…ia tak hanya dibutuhkan untuk keperluan pribadi kita namun juga dibutuhkan oleh orang-orang yang kita sayangi. Betapa bahagianya isteri dan anak kita saat kita menyimak cerita mereka dengan sadar penuh dan hadir utuh. Betapa merasa dihargainya orangtua kita saat mereka memberikan petuah, kita benar-benar menyimaknya dengan seluruh indera yang kita memiliki.

Seringkali niat itu sudah ada, namun ada beberapa penganggu. Misalnya pekerjaan dan tanggung jawab yang belum tuntas kita selesaikan. Tapi ….bukankah pekerjaan dan tanggung jawab itu tidak ada habisnya ??? kata temanku

Ya, kalau begitu ukurannya perlu kamu persempit balasku. paling enggak jika di sore hari kamu sudah tidak kepikiran dan mencemaskan apa yang terjadi karena pekerjaan dan tanggungjawab yang kamu lakukan, maka anggap saya di hari itu, pekerjaanmu telah tuntas.

hal ini juga bisa memberikan makna baru bahwa menyelesaikan pekerjaan dan tanggung jawab secara on time dan on quality itu sangat penting sekali untuk menghadirkan kondisi sadarpenuh hadir utuh untuk dirimu sendiri maupun untuk orang-orang yang kamu cintai.

Mind to Muscle

Seringkali saya terbuai oleh mimpi mimpi yang saya buat. Tak jarang pula saya bertindak seolah olah impian itu telah terjadi. Bagi yang pernah membaca mengenai tabel power forcenya David R Hawkin pasti mengetahui bahwa force adalah getaran getaran dengan frekuensi rendah sedangkan power adalah getaran dengan frekuensi tinggi. Agar impian lebih mudah tercapai, maka berdasarka pengertian tersebut bahwa manusia harus lebih sering mengakses getaran getaran dengan frekuensi tinggi. Dengan itu maka usaha yang kita keluarkan tidak terlalu besar sementara impian akan mendekat dengan sendirinya.

Apa ya bener begitu Son ?

Untuk diketahui seringkali praktisi vibrasi terjebak disini, merasa hanya cukup dengan main main rasa maka segalanya akan beres. Padahal, kesuksesab itu terjadi karena gabungan antara faktor faktor yang nampak dan faktor faktor yang tidak nampak.

Faktor faktor yang nampak itu kalo dalam konteks ingin sukses lulus UMPTN atau SPMB misalnya antara lain : Belajar soal-soal UMPTN, ikut try out, ikut lembaga bimbingan belajar, rutin setiap malam berlatih soal. Sedangkan faktor yang tidak nampak antara lain mengakses perasaan tenang, percaya diri, bersyukur dll.

Okey, kembali ke laptop. Jadi setelah rasa tenang, percaya diri, dan bersyukur diakses sambil membayangkan dii sendiri sudah diterima di universitas negeri idaman maka selanjutnya adalah mewujudkan apa yang ada diimpian menjadi aksi nyata. Dalam terminologi NLP, hal ini dikenal dengan nama Mind to Muscle.

Kondisi fikiran dan perasaan (atau saya sebut saja state) saat bermimpi dan mengakses rasa tentu saja berbeda dengan state saat akan memulai dan selama menja;anbkan aksi nyata untuk mewujudkan impian tersebut.

Kondisi nyaman, santai, rilex udah gak pas. Kondisi aksi adalah kondisi yang penuh dengan adrenalin. Stress tapi dengan kadar yang cukup menggairahkan sehingga tak membuat diri ini justru merasa cema dan khawatir gak karuan. Oke jika state sudah maka langkah berikutnya untuk menjadikan impian atau keinginan menjadi aksi adalah

Pertama, sambil memikirkan impian itu, “Apa aja perilaku-perilaku  yang perlu di lakukan untuk mencapainya? Perilaku-perilaku yang jika dilakukan secara konsisten  akan dapat membantu untuk mewujudkan hal tersebu.

Misalnya ingin menjadi internal auditor handal dalam setahun. maka setiap hari selama weekday saya harus mempelajari 1 temuan saja untuk dibedah modusnya.

Kedua,  sambil tetap memikirkan tujuan Anda, pikirkan pula diri Anda, mengerjakan perilaku ini. Sepenuhnya. Sepenuh penghayatan. Rasakan Anda SEDANG mengerjakannya, sekarang. Apa yang tampak dalam pikiran, buat ia menjadi lebih nyata. Apa yang terdengar, buat ia lebih stereo. Apa yang terasa, tingkatkan intensitasnya. Rasakan apa yang Anda rasakan, lalu buat ia menyebar ke seluruh tubuh, ke setiap sel dalam tubuh Anda.

Sembari Anda menikmati mengerjakan perilaku ini, apa keyakinan yang Anda butuhkan untuk menjadikannya otomatis?

Izinkan diri Anda untuk menghayati keyakinan itu, sehingga ia kokoh menyatu, menaungi perilaku Anda.

Lalu, sembari Anda terus menikmati perilaku ini, bagaimana kah Anda mesti memandang diri Anda, sehingga dapat dengan mudah menjalankannya? Siapa kah Anda, yang mampu mengerjakan perilaku ini dengan penuh kesungguhan?

Izinkan pula diri Anda untuk menghayati identitas diri Anda yang baru ini, sehingga ia teguh menjaga keseluruhan perilaku dan keyakinan Anda.

Saat Anda melakukan ini, sekarang, adakah yang menghalangi Anda melakukannya dengan mudah, ringan, dan sepenuh hati? Jika ada, kenali apa itu, dan izinkan diri Anda untuk melepaskannya. Pikirkan tujuan akhir Anda, bahwa Anda sedang mengerjakan ini untuk mencapai tujuan itu. Bahwa konsistennya perilaku ini, berarti semakin dekatnya Anda pada tujuan itu.

Nikmati, hayati. Biarkan tubuh dan pikiran Anda mempelajari perilaku ini, sekarang, dan menjadikannya bagian dari diri Anda. Selaras dengan kehidupan Anda. Menyatu dan serasi, sehingga Anda akan dengan mudah mengerjakannya, bahkan ketika ada hal-hal lain yang mengganggu.

Sudah? Bagus.

Ketiga, setelah Anda melakukan internalisasi perilaku baru ini, apa langkah nyata yang segera akan Anda lakukan untuk mencapai tujuan Anda? Kapan? Dimana? Dengan siapa? Apa yang Anda butuhkan? Apa yang mungkin menghalangi, dan bagaimana Anda akan mengantisipasinya?

Kembali pada WFO yang telah Anda susun. Lalu jalankan. Dan lihat hasilnya.

Nah, sampai di sini, Anda sudah memiliki seluruh pengetahuan yang Anda butuhkan untuk mencapai tujuan dan misi Anda. Tugas saya selesai. Yang belum selesai Anda tugas Anda. Sebab Anda sekarang sudah mendapat ilmu, maka ia wajib diamalkan. Karena hak dari sebuah ilmu adalah diamalkan. Hehehe…

Omong-omong, lebih mudah jika Anda melakukan proses ini berdua atau bertiga dengan rekan, sehingga satu sama lain dapat saling memfasilitasi. Jika Anda membutuhkan rekan dan sobat belajar yang bisa membantu secara intensif, silakan mampir ke rumah virtual kami untuk mengetahui keputusan apa yang bisa Anda ambil.

 

Nasihat di Malam Pergantian Tahun 2017 

Malam tahun baru ini saya hanya merencanakan untuk menghabiskan malam taun baru di rumah saja sambil menyaksikan pertandingan liga inggris antara crystal palace melawan manchester city.

Namun menjelang maghrib telpon rumah berdering mengabarkan bahwa cucu dari tetangga sebelah meninggal dunia setelah mengalami sakit yang menyerang kekebalan tubuhnya.

Maka selepas sholat isya saya segera melayat ke rumahnya yang hanya berjarak 100 meter dari rumah saya. 

Dalam 3 tahun saya sudah melayat 2 kali di rumah tetangga ini. Yang pertama adalah kematian anak pertamanya dan kali ini cucu pertamanya.

Saya tak bisa membayangkan apa yang dirasakan oleh sang kakek tetangga saya ini. 

Sungguh di tengah hiruk pikuk dunia ini, saya mendapatkan kembali nasihat terbaik mengenai apa yang seharusnya dipersiapkan dalam hidup untuk menyongsong kematian. 

Tetiba saya teringat kembali bagaimana sholat berjamaah di masjid yang sering saya tinggalkan dengan lebih memilih sholat di rumah. 

Saya juga teringat akan ilmu saya yang belum saya bagikan. Saya juga teringat barangkali belum bisa memberikan kebahagiaan yang sejati bagi anak dan istri saya.

Terimakasih Ya Allah atas nasihat terbaikMu di malam ini. 

Review Film Coco

Kemarin kami berempat (saya, istri, kakak hafiy dan adik alin) menonton film Coco di Bioskop. Kami terdorong menonton film ini karena  beberapa kawan sufi (suka film) memberikan komentar positif terhadap film ini.

Secara singkat film ini menceritakan seorang anak bernama miguel yang mengejar mimpinya menjadi pemusik karena terinspirasi oleh ayah nenek buyutnya. Meski demikian keinginannya bertentangan dengan keinginan keluarga besarnya yang seluruhnya berprofesi sebagai pembuat sepatu. Konon ayah nenek buyutnya meninggalkan keluarganya karena mengejar obsesi sebagai pemusik. Nah, apakah mimpi miguel akan tercapai ?

Namun ditengah film, saya dikejutkan oleh plot twist yang kurang ajar bagusnya. Benar-benar mematahkan harapan dan kesimpulan saya terhadap  inti cerita. Ya saya hampir lupa, film ini judulnya Coco bukan Miguel. Twist ini menurut saya lebih menarik daripada twiat di film spiderman homecomin.

Oh iya, visual film ini benar-benar memanjakan mata karena kaya akan warna dan detail. Mengambil latar belakang cerita tentang Hari orang mati yang merupakan budaya meksiko. Jadi menurut kepercayaan mereka, pada hari orang mati, arwah-arwah mereka yang sudah meninggal akan datang ke dunia untuk mengunjungi keturunannya. Syaratnya keturunannya harus memasang foto di tempat sesajen. Saya jadi inget dengan dulu waktu kecil, Eyang Putri saya pada hari-hari tertentu sering memberikan sesajen berupa kue apem dan lain-lain. Menurut beliau, ini untuk eyang kakung yang akan datang malam nanti. Keesokan paginya eyang sangat senang, mengetahui kue apemnya sudah “dimakan” eyang kakung, padahal siapa lagi yang makan kalau bukan cucunya ini hahaha.

Scene terbaik dalam film ini menurut saya adalah, Scene yang mewakili para ayah di seluruh dunia yang sering menjalani Long Distance Relationship dengan keluarganya namun berharap segera bertemu untuk setidaknya menyanyikan sebuah lagu. Pada momen tersebut, saya langsung teringat ketika sedang dinas luar selama beberapa minggu dan ingin sekali berada di rumah untuk mendongengi anak saya.

Menonton film ini, saya setidaknya mendapatkan beberapa pesan, yaitu:

  1. Saya ingin  berkumpul bersama keluarga saya baik di dunia yang sementara ini maupun di surga nanti.
  2. Kasih sayang yang diungkapkan orang tua pada anak akan terkenang sampai dewasa, bahkan tua.
  3. Meski usia tidak panjang, namun berusaha agar amal baik dan karya dikenang oleh orang lain sehingga menjadi tabungan pahala yang terus mengalir.