Konflik (1)

Konflik adalah sebuah keniscayaan dalam interaksi sosial. Bayangkan anda hidup sendiri di sebuah pulau tanpa ada satu orang lain pun, tentu saja anda tidak akan berkonflik dengan siapapun 🙂

Konflik itu terjadi karena adanya perbedaan antara dua pihak atau lebih yang menyebabkan tidak terpenuhinya suatu kebutuhan, sehingga memicu emosi negatif tertentu

Teori tentang konflik ini sebenatnya mudah, tapi praktiknya menjadi sulit karena faktor manusia itu sendiri. Kalau secara teori misalnya ada 2 orang yang saling berkonflik, maka urut-urutan untuk menyelesaiakannya adalah sebagai berikut. Pihak pertama mengungkapkan perasaannya, kebutuhannya yang tidak terpenuhi sementara pihak kedua mendengarkan dengan seksama. kemudian gantian pihak kedua mengungkapkan perasaannya dan kebutuhannya yang tidak terpenuhi, lalu pihak pertama mendengarkan dengan seksama danpenuh perhatian. Setelah itu dicarilah titik tengah untuk mengakomodir kebutuhan kedua pihka tersebut. Selesai deh 🙂

Hal tersebut dapat tercapai jika kedua belah pihak sama sama:

  1. Sehat jasmani dan emosi (bukan psikopat)
  2. Dewasa dan bertanggungjawab serta tidak kekanak-kanakan
  3. Fokus pada solusi bukan pada saling menyalahkan dan saling dendam

Lalu bagaimana jika kondisi kondisi tersebut tidak terpenuhi ?

Ya, Didoakan saja bro

Iklan

Pingpong

table-tennis-table

Hidup itu seperti permainan ping pong.

Senang dan susah datang silih berganti.

Lalu dimanakah bahagia ?

Bahagia adalah melampauai keduanya

Bahagia adalah menikmati setiap episode senang mamupun susah

#penikmathidup

 

Review Buku Sebuah Seni Untuk Bersikap Bodo Amat

Weekend kemarin aku membaca sebuah buku yang katanya best seller. Judulnya adalah Sebuah Seni Untuk Bersikap Bodo Amat (SSUBBA). Panjang bener judulnya yak.

Saat aku membaca buku ini, aku malah sering tertawa karena sebagian yang tertulis dibuku ini memang sudah sering aku lakukan secara otomatis.

ssubba

Inti buku ini sebenarnya bukan mengajak kita bersikap cuek, dingin, tidak bertanggungjawab, malas-malasan, tidak berempati dan tidak bertoleran dengan orang lain. Tidak, bukan tentang itu isi buku ini. Tetapi lebih pada bagaimana kita dapat bersikap bodo amat atau cuek terhadap perasaan perasaan tidak enak dan tidak nyaman yang menghampiri diri kita. Misal perasaan takut, deg-degan, khawatir, merasa terbebani atas suatu tanggungjawab, gamang dengan masa depan. Semua itu tak perlu dipikir secara serius dan berlebihan. Hadapi saja, lakukan sesuatu semampumu dan setelah berhasil menghadapinya entah sukses ataupun gagal makan akan muncul perasaan positif. perasaan yang terbit karena diri ini telah melakukan sesuatu dan tidak berdiam diri serta lari dari tanggung jawab.

Assalamu’alaikum wrwb Sahabat

Pada malam ini saya ingin berbagi mengenai cara merawat bahagia berdasarkan apa yang ketahui dari sahabat saya Mas Ferry Yussri.

Ya benar sekali judulnya adalah merawat bukan meraih apalagi mencari. Karena sejatinya diri kita ini sudah bahagia, sampai diri ini sendiri yang membuatnya ruwet dan tidak bahagia. Jadi agar hidup tidak ruwet, maka bahagia itu perlu kita rawat.

lalu bagaimana cara merawat bahagia itu ? ada banyak cara yang akan saya jelaskan satu satu.

Pertama, Meditasi lilin 1 menit.

Dalam 1 menit ini berusahalah untuk mengistirahatkan pikiran agar benar benar sadar penuh hadir utuh. Caranya adalah dengan bantuan lilin. Anda nyalakan lilin lalu amatilah lilin itu selama 1 menit. Apakah selama 1 menit itu ada lintasan-lintasan pikiran. jika baru pertamakali biasanya masih banyak sekali lintasan lintas pikiran yang berkeliaran di keapala anda. Jika sudah lakukan dengan badan rileks (ditepok tepok badanny) dan menyadari keluar masuknya nafas selama 2 menit. lalu lakukan dengan tersenyum dan menggunakan nafas perut. semakin sering anda lakukan semakin rileks.

Kedua,

Ketiga

 

11 Hukum Semesta Yang Terlupakan

Tulisan oleh Pak Ifan Winarno

01. The Law of Thinking

setelah melakukan pengindraan sampai selesai memaknainya .. otak sudah mempersiapkan beberapa prediksi sesuai dengan rekaman pengalaman hidup sehari-hari .. dan tak jarang prediksi2 itu juga menyangkut emosi yang kuat .. dan ketika prediksi itu tidak terjadi atau terlupakan maka itu akan direkam sebagai bagian dari pemahaman .. sayangnya, ini juga dipancarkan oleh sel sebagai vibrasi .. sehingga KEBIASAAN berpikir positif, akan menghasilkan prediksi positif dengan emosi yang positif, memunculkan vibrasi positif ..yang direspon oleh semesta untuk menghadirkan hal-hal yang positif pula ke dalam kehidupan .. #The.Law.of.Thinking

02. The Law of Supply

alam semesta menyediakan bahan baku tiada batas sesuai kebutuhan .. bukan sesuai keinginan .. bahan baku, bukan bahan olahan .. sehingga diperlukan buah pikiran yang bijak untuk memanfaatkannya tanpa merusak sumbernya .. keinginan dan keserakahanlah yang memunculkan tindakan yang mengancam kerusakan sumbernya .. oleh karenanya setelah tadi aku menuliskan #The.Law.of.Thinking .. maka perlulah kita melengkapi kesadaran diri bahwa ada #The.Law.of.Supply .. kesadaran akan keberadaan alam semeesta yang kaya raya dan potensi tanpa batas yang harus dikelola dengan bijak ..karena semua ini titipan anak cucu kita 

03. The Law of Attraction

 di pasar ada penjual ada pembeli .. ada yang membutuhkan, ada yang menyediakan .. semuanya berinteraksi .. butuh ikan ya ke bagian pasar yang menjual ikan .. lucu sekali bila menunggunya di bagian pasar yang menjual kain misalnya .. ada tarik menarik di antara mereka .. ditarik .. dan menarik .. hasil karya pikiran dengan memanfaatkan sumberdaya alam tidak akan kemana-mana samapi si penjual berpikir tentang mendapatkan uang .. dan orang yang punya uang yang butuh hasil karya tersebut akan mencari si penjual .. kita mengenalnya dari buku dan film “The Secret” sebagai #The.Law.of.Attractions

04. The Law of Receiving

akan sia-sialah upaya kalau kita terlalu gengsi menerima penghargaan yang diberikan .. biarpun penghargaan itu mungkin terlalu kecil menurut ukuran kita .. keterbukaan untuk menerima inilah yang membuat aliran keberlimpahan yang sudah dihasilkan oleh ketiga hukum alam sebelumnya (#The.Law.of.Thinking .. #The.Law.of.Supply .. #The.Law.of.Attractions) tidak mewujudkan sebuah pertukaran nilai yang nyata bagi kehidupan .. bahkan ketika seseorang sudah menetapkan dalam dirinya penghargaan yang HARUS diterimanya akan sebuah kontribusinya dalam suatu saat, maka inipun akan dirasakan sebagai vibrasi bagi orang lain dalm wujud sosok yang sangat mahal dan tak tersentuh .. sehingga interaksi yang menuju pertukaran nilai yang nyatapun batal terjadi .. #The.Law.of.Receiving .. ingatlah, aliran sungai yang deras dan besar juga berasal dari aliran kecil2 sumber air dari tempat yang lebih tinggi .. hanya keselarasan dan ketekunan dalam waktulah yang menjadikannya besar .. ikhlas menerima ..

05. The Law of Increase

kricikan dadi grojokan .. demikianlah orang jawa menyebutnya .. semuanya bertumbuh seiring waktu ketika diberi perhatian (attention) .. biji kecil yang terkubur tanahpun mampu menjadi pohon raksasa yang menyeruak dan memenuhi tanah itu dengan biji2 yang dihasilkannya .. semua bertumbuh bila diberi attention .. #The.Law.of.Increase .. usaha kecilpun akan tumbuh ketika diberi perhatian dan ketekunan dalam mengupayakannya

06. The Law of Compensation

pertukaran nilai yang nyata .. kompensasi .. tidak harus datang dari sebuah kesepakatan saat itu juga .. aku suka menggunakan istilah “life is A vibration game”..karena “A”ini bukan berarti sebuah saja .. tapi sebuah permainan vibrasi yang utuh dan saling berkesinambungan sebagai suatu kesatuan .. kenapa? karena kita perlu memupuk kepercayaan dan sikap menghargai satu sama lain .. seiring dengan semakin kuatnya ikatan batin dalam kerjasama kedua belah pihaklah mulai dihadirkan kompensasi yang kadang juga jauh di luar perhitungan kita .. kompensasi dihadirkan selama ada ikatan kerjasama .. bukan cuma antar manusia .. juga dengan alam semesta .. dan DIA tentunya .. #The.Law.of.Compensation .. tak ada makan siang yang gratis, pipispun berbayar sekarang .. 

 

07. The Law of Non-Resistance

yang mengalir akan terus bertumbuh .. yang diam akan cenderung busuk .. yang selaras makin melaju .. yang menentang aliran alam akan menguras tenaga .. hahahaha .. ya begitulah alam semesta, air yang dibendung akan mengumpulkan tenaga yang lebih besar (The Law of Increase) .. dan siap menghancurkan apa saja yang menghalangi .. kehidupan akan jadi lebih gampang dijalani ketika kita selaras dengan alam itu sendiri ..karena kita masih hidup di alam itu .. melawannya? cari perkara saja .. #The.Law.of.Non-Resistance

08. The Law of Forgiveness

dalam setiap interaksi .. selalu ada kemungkinan pergesekan persepsi yang menimbulkan kesalahpahaman .. semua ini terjadi karena kita memang cuma mampu memahami dengan batasan pemikiran dan pengalaman hidup kita saja .. manusia dengan latar belakang, pendidikan yang lain akan menanggapinya berbeda .. belum lagi sitasi emosi kita saat itu .. semuanya jadi tidak lagi seperti yang diharapkan .. kita membalas menyakiti karena mekanisme perlindungan diri kita .. semuanya sangat natural .. dan tentunya inilah yang perlu dikendalikan selagi kita menyadarinya .. memaafkan bukan agar satu pihak merasa lebih baik atau merasa lebih benar .. tapi lebih agar semua itu cuma sesaat saja dan tak perlu dijadikan bagian penilaian dari keseluruhan tindakan .. janganlah lupa, setiap orang suci punya masa lalu (yang mungkin saja penuh dosa).. dan setiap pendosa punya masa depan ..

#The.Law.of.Forgiveness .. alam semesta selalu memaafkan ulah manusia dan tidak mendendam sampai generasi ke generasi .. buktinya juga masih ada bayi yang lahir saat ini, sebuah tanda bahwa DIA memaafkan dan masih mempercayai kemanusiaan manusia bisa menjaga keharmonisan dan kelangsungan alam semesta itu sendiri

09. The Law of Sacrifice

 bahkan untuk kentut saja, kau harus berkorban .. makan sesuatu dulu .. rela berkorban mules-mules dikit .. bahkan rela menanggung resiko dipermalukan ketika gas itu keluar .. “siapa menanam, dia akan menuai” demikian kata pepatah .. sudah jelas, bahkan manusia sendiri saja dilahirkan dari sebuah investasi .. sebuah pengorbanan dari orang tuanya yang tak pernah lagi diperhitungkan, malah sering dipersalahkan ..sebuah produk yang diluncurkan ke pasaran saja harus mengorbankan biaya promosi .. harus mengorbankan beberpa produk agar dikenal dan mulai disukai pembeli .. bahkan tidak ajrang pemilik usahanya harus mengorbankan sebagian keuntungannya untuk kelangsungan produknya itu sendiri .. pengorbanan perlu untuk sesuatu yang lebih baik #The.Law.of.Sacrifice 

10. The Law of Obedience

semua perlu waktu .. semua perlu ketekunan .. kesungguhan melakukan hal-hal kecillah yang akan membuat orang menjadi besar .. aku menyebutnya sebagai flowing state .. sebuah keadaan di mana rasa ogah melakukan dan bosan melakukan bisa dianulir/diatasi dengan baik .. alam sudah meberikan contoh banyak sekali .. seekor lebah yang mengumpulkan madu yang akhirnya dirampok manusia .. bunga kecil yang mekar setelah bertahun-tahun sang biji tekun bertumbuh menjadi tanaman .. bahkan ada istilah menarik dalam bahasa Arab .. “Man Jadda Wa Jada” = Barang siapa yang bersungguh-sungguh, maka pasti akan berhasil .. #The.Law.of.Obedience

11. The Law of Success

19 jam yang lalu aku menuliskan “tirulah alam, alam selalu sukses mencapai apa yang dirancangNYA.. tidak pernah gagal sekalipun” .. 1 jam kemudian aku menerima kado “11 hukum semesta yang terlupakan” dari seorang sahabat .. dan kejutannya bagiku adalah hukum ke 11 adalah #The.Law.of.Success .. yang tidak lain adalah apa yang kutulis sejam sebelumnya .. hahahahaha

#The.Law.of.Success .. selalu ada keberhasilan di semesta, karena yang kausebut kegagalan hanyalah bagian dari investasi dalam mencapai keberhasilan-keberhasilannya .. alam dengan baik mencontohkannya ..batang buah naga merahpun harus mengalami patah ketika hujan dan angin keras melanda di awal musim hujan .. hanya dari batang yang patah itulah akan muncul kuncup2 bunga .. yang sebagian akan rontok dan menjadi pupuk kalau tanamannya belum siap berbuah .. dan sebagian lagi akan mekar semalam dan terus layu agar terjadi persilangan yang nantinya memunculkan buah yang berlimpah .. bahkan tak jarang bakal buahnyapun rontok ketika hendak membesar, agar buah yang rontok ini bisa menjadi pupuk dan memberi kesempatan buah yang layak menjadi semakin besar dan memberi manfaat bagi kehidupan .. #The.Law.of.Success

_/|\_ .. semangat mengawali tahun yang baru dengan pemahaman yang baru .. _/|\_

(thanks Bob for the 11 Forgotten Laws)

Reviu Buku The Divine Message of DNA (Tuhan dalam Gen kita)

4 hari yang lalu saya membaca sebuah buku yang berjudul The Divine Message of DNA (Tuhan dalam Gen kita).

Ada beberapa hal yang menarik menurut pemahaman saya. Pada awal buku tersebut di jelaskan bahwa tubuh manusia itu terdiri dari triliunan sel. Dan didalam tiap tiap sel ada inti sel yang mengandung protein tertentu yang juga dikenal dengan sebutan Gen atau DNA. Pada DNA itu terdaoat informasi informasi informasi mengenai diri kita. Siapa kira kirayang mampu menulis informasi seperti itu.

Dari banyaknya informasi pada DNA kita, tidak semuanya aktif (menyala) sebagian besar malah dalam keadaan padam. Misalnya Gen di kepala kita mempunya informasi aktif dalam hal menumbuhkan rambut, sedangkan gen di gusi kita gen tersebut dalam keadaan padam. Bisa berabe kan kalau gusi kita dapat menumbuhkan rambut hehe…

Begitu pula dalam keadaan terdesak gen gen tersebut dapat tiba-tiba aktif (menyala) misal ketika dalam kondisi dikejar serigala, seseorang bisa berlari dan melompat lebih cepat dan tinggi.

Hal yang paling menarik adalah, selama ini kita beranggapan bahwa gen dapat mempengaruhi diri (kondisi fisik dan pikiran kita), ternyata bisa juga terjadi sebaliknya. Apa yang kita pikirkan atau apa yang kita konsumsi dapat mempengaruhi Gen kita.

Salah satu cara termudah untuk memberikan dampak yang baik pada gen kita adalah berupaya untuk lebih banyak berfikiran positif. Berfikir positif kalau dalam pemaknaan saya bukan berarti hanya menerima yang positif dan menolak yang negatif tetapi menerima keduanya sebagai suatu rangkaian kehidupan yang indah.

Duluan Mana Nih ?

Mana sih yang seharusnya lebih dulu terjadi.

  1. Anak perlu membuktikan karakter baiknya lalu kita puji atau
  2. Kita puji anak dengan label karakter yang baik sehingga anak itu tersugesti untuk berkarakter baik.

Ada hal yang menarik pagi tadi saat saya dan istri mengambil raport kedua anak kami di TK dan Playgroupnya.

Saat raport sudah diterima semua oleh para walimurid, Sang ustadzah kemudian mengumumkan pemberian penghargaan untuk murid yang berkarakter baik. tentu saja semua murid pasti kebagian plus semuanya juga akan menerima piala.

Ada murid yang mendapatkan predikat sebagai murid paling mandiri, paling peduli, paling rajin ibadah, paling sabar dan lain sebagainya.

Anak pertama kami Hafiy mendapatkan penghargaan sebagai murid paling disiplin. Ya mungkin anak kami memang sangat disiplin kalau di sekolah. Misalnya minta datang sepagi pungkin dan juga minta pulang secepat mungkin. Namun ketika dirumah sering kali untuk mandi sore saya harus melakukan negosiasi alot melebihi saat nego dengan ojek konvesional.

begitu juga dengan anak kedua kami Alin. Dia mendapatkan penghargaan sebagai murid yang paling peduli lingkungan. Wow wow wow…..alin yang tidak mau mebereskan mainannya sendiri mendapatkan penghargaan sebagai murid peduli lingkungan.

ternyata yang lebih mengejutkan adalah Hafiy dan Alin ternyata merasa senang dan bangga akan pengehargaan tersebut terlepas layak atau tidaknya. Dengan kondisi emosional yang sangat intens (senang dan bangga tersebut) labeling sebagai anak disiplin dan peduli lingkungan itu begitu meresap dalam diri mereka.

Misalkan, Hafiy senang sekali saat saya ajak ke masjid untuk Maghriban. katanya anaki disiplin harus on time Pah.

Begitu juga alin, selesai bermain dia mulai sedikit ada keinginan untuk beberes sambil berguman aku kan anak peduli lingkungan pah hahahaha…

Masya Allah jangan jangan selama ini saya salah meminta mereka untuk berkarakter baik namun lupa memberi pujian. Atau selama ini jarang saya melabeli anak saya dengan label positif baik itu untuk persepsi saya sendiri maupun untuk makanan bagi jiwanya.

Ah dapat lagi insight di hari ini.