Uang Baru Indonesia dan Keberlimpahan yang Menyertai

rupiah dan yuan

Beberapa hari ini media sosial heboh disebabkan peluncuran uang rupiah dengan desain baru. Kehebohan ini ditengarai desain uang baru rupiah ini yang sangat mirip sekali dengan uang yuan china. beberapa netizen juga mempertanyakan mengapa sih rupiah pake diganti segala? kenapa juga harus ada gambar pahlawan nasional, gak pake gambar pemandangan? Kenapa juga harus diganti bebarengan?
Berdasarkan konfirmasi teman kuliah yang sekarang bekerja di Banak Indonesia (BI), desain rupiah diganti karena menyesuaikan dengan UU Mata Uang No 7 tahun 2011.  Dalam UU tersebut diatur ciri, desain, dan bahan uang. Pada pasal 7, disebutkan bahwa gambar utama rupiah adalah pahlawan nasional. Ya karena sejak 17 Agustus 2014, UU ini sudah berlaku, maka sudah dilakukan perubahan utk 1 pecahan 100 ribu. Sekarang saatnya utk dilakukan pada seluruh pecahan agar pelaksanaan UU dapat diimplementasikan menyeluruh. Selain itu desain uang ini sebenarnya juga mirip dengan mata uang euro dan turki.

rp-euroOkelah semua alasan tersebut menurut saya masuk akal, namun feeling saya koq gak enak ya.  Alih alih saya terus mempunyai perasaan negatif, saya teringat sebuah quote “Energy Flows Where Attention Goes.” Saya mencoba untuk mengubah atensi kepada hal-hal baik dan membahagiakan sekaligus memberdayakan agar terus dihampiri kehidupan lebih baik,  menyenangkan, bahagia,  dan berkelimpahan rezeki.

Maka, jika saya menginginkan kekayaan maka saya akan memberi Atensi Baik pada uang tersebut,  panggil dia,  sapa dia dan persilahkan dia hadir pada diri kita tak terbatas dan dari mana saja.

Sebaliknya kalo saya complain,  nyinyir dan menghina desain uang tersebut,  nah lho bisa jadi  malah tambah kere dan uang ga mau mendekati.

Jadi saya memilih untuk menerima semuanya dengan baik,  mengalir dan selalu tersenyum dalam melihat hal baru tersebut dengan lebih nyaman dan membahagiakan juga mengkayakan diri anda.

Ringkasan Buku Secreet of Millionaire Mind

cover-secreet-millionairePernahkah anda menyaksikan seseorang yang baru saya memenangkan lotre ratusan juta rupiah, namun tak sampai 2 tahun kemudian sudah kembali miskin, entah dia menghabiskan uangnya karena salah dalam berinvestasi, memberikan pinjaman pada temannya dan tak kembali, boros, ditipu orang, dan lain sebagainya. Contoh yang sama adalah petinju Mike Tyson yang sekali bertanding mendapatkan bayaran jutaan dollar namun kemudian mengalami kebangkrutan. Sebaliknya mungkin pernah juga anda mendengar seorang milyuner yang jatuh bangkrut (ambil contoh Donald Trump yang sekarang menjadi Presiden USA), namun dalam waktu relatif singkat bisa pulih dari kebangkrutan dan kembali kaya. Nah sebenarnya apa kesamaan yang terjadi pada dua peristiwa di atas. T. Harv Eker dalam bukunya Secreet of Mind Millionaire mengungkapkan bahwa pada pikiran setiap orang terdapat cetak biru keuangan (blue print). Cetak biru tersebut merupakan hasil pemograman-pemograman terkait uang yang didapatkan di masa lalu dari orang-orang terdekat, lingkungan serta budaya dimana orang tersebut tumbuh. Misalnya waktu kecil kita sering mendengar pernyataan seperti : cari uang itu susah, uang tidak bisa membeli kebahagiaan, uang itu kotor jangan digigit, papah ga mampu beli, gajinya papa kecil, orang kaya itu serakah, yang penting kaya hati, urip iku sing penting cukup, menjadi kaya itu gak tenang, dan lain sebagainya. Pada kasus Donald Trump tadi walaupun dia sempat bangkrut dan asetnya ludes, namun dia tidak pernah kehilangan hal terpenting untuk keberhasilannya yaitu pikiran milyunernya.

Jika diibaratkan seperti pohon, maka kekayaan dan kemakmuran itu adalah buahnya, sedang pikiran kaya adalah akar yang tersembunyi di dalam tanah. Sehingga jika anda ingin mengubah buahnya, maka anda harus mengubah akarnya terlebih dahulu. Ingatlah bahwa dunia di luar diri anda sekedar cerminan dari dunia di dala diri anda. Ini adalah bagian dari hukum alam. karena manusia adalah bagian dari alam, maka sudah semestinya untuk menegikuti hukum alam tersebut. Secara ringkas formula tadi dapat diringkas sebagai berikut.

Pikiran –> Perasaan –> Tindakan –> Hasil

Berdasarkan uraian singkat diatas, maka yang harus dilakukan adalah menghapus program-program yang salah serta melakukan pemograman ulang yang lebih memberdayakan pada pikiran anda. Sehingga formulanya berubah menjadi.

Pemrograman –> Pikiran –> Perasaan –> Tindakan –> Hasil

Berikut adalah 17 Cara Berfikir dan Berperilaku Para Orang Kaya dan Kelas Menengah ke Bawah sebagai bahan untuk pemrograman tersebut antara lain :

  1. Orang kaya percaya, “saya menciptakan kehidupan saya.” Orang miskin percaya, “kehidupan terjadi begitu saja pada saya”
  2. Orang kaya melakukan permainan keuangan untuk menang. Orang miskin memainkan permainan untuk tidak kalah.
  3. Orang kaya memiliki komitmen untuk menjadi kaya. Orang miskin inginmenjadi kaya.
  4. Orang kaya berpikir besar, orang miskin berpikir kecil.
  5. Orang kaya fokus pada peluang, orang miskin fokus pada hambatan.
  6. Orang kaya mengagumi orang kaya dan sukses. Orang miskin tidak menyukai orang kaya dan sukses.
  7. Orang kaya bergaul dengan orang yang positif dan sukses. Orang miskin bergaul dengan orang yang negatif ataau tu tidak sukses.
  8. Orang kaya bersedia untuk mempromosikan diri mereka sendiri dan nilai mereka. Orang miskin berpikir secara negatif tentang penjualan dan promosi.
  9. Orang kaya lebih besar dari masalah mereka. ”’Orang miskin lebih kecil dari masalah mereka.
  10. Orang kaya adalahpenerima yang luar biasa, orang miskin adalah penerima yang buruk.
  11. Orang kaya memilih dibayar berdasarkan hasilnya, orag miskin berdasarkan waktunya.
  12. Orang kaya berpikir “keduanya” orang miskin berpikir salah satu.
  13. Orang kaya fokus pada aset mereka, orang miskin fokus pada pendapatan mereka.
  14. Orang kaya mengelola keuangan mereka dengan baik, Orang miskin tidak mampu mengelola dengan baik.
  15. Orang kaya membuat uang mereka bekerja keras untuk mereka. Orang miskin bekerja keras demi uang mereka.
  16. Orang kaya bertindak tanpa peduli rasa takut, Orang miskin membiarkan rasa takut menghentikan mereka.
  17. Orang kaya terus menerus belajar dan tumbuh, Orang miskin berpikir mereka telah tahu.

Sebagai penutup niat dan motivasi untuk menjadi kaya sangatlah penting. Apabila niat dan motivasi kita adalah untuk membuktikan sesuatu dan atau untuk melampiaskan kemarahan atau bahkan untuk mengatasi rasa takut miskin. maka hasilnya pun tidak akan baik untuk anda. Namun jika niat dan motivasi sudah (relatif) benar dan baik maka hasilnya pun akan baik. Sebagai salah satu referensi yang bisa saya ambil adalah Bunda Siti Khadijah (Isteri Rasulullah), betapa di awal perjuangan dakwah islam banyak sekali penduduk mekkah yang masuk islam berasal dari golongan miskin. pada kondisi seperti itu dengan hartan dan jiwanya Bunda Siti Khadijah benar-benar menjadi penyokong bagi dakwah Rasulullah.

Ini Harimu Nak

kami-anak-Indonesia

Waktu itu saya belum ngerti mengapa sih salah satu bekal untuk mendidik anak selain taqwa adalah mengucapkan perkataan yang benar (Qaulan Sadiida). Memang perkataan yang benar itu seperti apa ? Belakangan saya baru memahami suatu hal, bahwa menurut sebuah studi di Iowa menyatakan bahwa anak-anak berusia 2 tahun menerima 432 komentar negatif perhari sementara mereka menerima hanya 32 komentar positif perhari dalam kehidupannya sehingga tak jarang komentar negatif tersebut menjadi program di bawah sadarnya. Saya menyadari ini ketika saya tiba-tiba berkata keras dan negatif terhadap anak saya yang membuat saya menyesal. Saat itu secara fisik dan mental saya lelah, namun alasan ini tetap tak dibenarkan.

Saya yakin bahwa semua orang tua mempunyai niat yang baik dalam mendidik buah hatinya dan menanamkan value value positif yang berguna baik untuk kehidupan di dunia maupun di akhirat. Lalu sebagai orang tua bagaimana untuk membiasakan untuk berkata yang baik ? Minimal setiap hari ucapkanlah beberapa kata-kata di bawah ini :

  1. Papa sayang kamu nak (katakan sesering mungkin)
  2. Papa seneng liat kamu waktu ….(saat melihat aspek positif dari perilakunya)
  3. Kamu bikin papa bahagia nak (ini membuatnya merasa bernilai)
  4. Papa bangga sama kamu nak (mereka perlu mendengar hal ini saat sudah berusaha melakukan suatu hal yang benar)
  5. Kamu spesial banget nak (Biarkan ia tau keunikannya adalah kekuatannya
  6. Papa percaya kamu nak (membangun fondasi untuk menjadi anak jujur)
  7. Papa yakin sama kemampuanmu
  8. Papa tau kamu bisa melakukan ini (memberikan semangat agar tidak mudah menyerah
  9. Papa bersyukur memiliki kamu (spesifik bersyukur karena suatu hal yang akan membuat anak-anak merasa bahwa hari ini adalah harinya).

sumber gambar : ini

Rules dalam Relationship

rules relationship

Sepasang suami isteri menurut saya bisa diibaratkan sebuah tim yang memiliki tujuan bersama menghadapi tantangan dunia dan menyiapkan bekal untuk akhirat. Akan sangat tidak efektif jika diantara mereka muncul pertengkaran yang berlarut-larut yang sebagian besar disebabkan kesalahpahaman sehingga tujuan bersama tersebut terbengkalai. Misalnya nih, Suami habis pulang dinas luar kota dengan kondisi pikiran dan batin yang kacau balau, kemudian sang istri yang disergap rindu langsung memberondong dengan cerita cerita dan pertanyaan. Sang suami yang masih lelah dan sumpek kemudian menunjukkan ekspresi yang tidak menyenangkan karena dalam pikirannya ia hanya butuh mandi air hangat dan pelukan hangat pula. Ujung-ujungnya sang istri merasa tidak dihargai kemudian ngambek gak mau bicara selama berhari-hari.

Untuk meminimalkan kesalahpahaman perlu adanya rules atau aturan aturan dalam rumah tangga. Prinsip utamanya, rules tersebut haruslah win-win solution dan dibangun dengan pondasi saling menghargai. Detailnya tentu berbeda antara pasangan yang satu dengan yang lain. Contoh rules yang berlaku di keluarga kami antara lain :

  1. Suami dan Isteri mempunyai waktu me time dan kehidupan sosial sendiri 1 x seminggu @6jam.
  2. Semua kegiatan rumah tangga tidak boleh lebih utama dari waktu sholat fardhu berjamaah.
  3. Bergantian membuat susu untuk anak dll

Aturan ini bisa berubah-ubah secara fleksibel tergantung kesepakatan antara suami dan isteri. Mengapa rule ini sangat penting ? karena dengan rules ini pasangan akan terbiasa untuk bergerak secara selaras dan beriringan, seiya sekata utamanya ketika nanti mendidik anak. Banyak sekali pasangan (termasuk kami) langsung meloncat belajar parenting, padahal ilmu relationship saja masih belum beres. Satu hal yang kami sadari kemudian, hadiah terindah bagi anak-anak adalah hubungan yang positif antara kedua orangtuanya.

Membangun Keintiman dengan Pasangan

Sebuah hubungan romansa pada umumnya di awali fase honeymoon dimana segalanya tampak indah dan manis. Kekurangan pasangan kita seolah tertutupi oleh euforia yang menyelimuti romansa tersebut. Setelah kurang lebih 6 bulan hubungan akan memasuki fase kedua yaitu fase adaptasi, pada saat ini mulai muncul gesekan gesekan seperti “aku maunya kamu seperti ini” pada fase ini saling terjadi penyesuaian penyesuaian, mulai saling mengetahui apa yang diinginkan dan tidak diingankan pasangannya. Masa ini berjalan antara 2 sampai 3 tahun. Setelah itu hubungan akan masuk pada fase yang ketiga yaitu fase stabil. Fase dimana masing masing pasangan sudah saling memahami pola pola hubungan yang terjadi serta saling memaklumi sifat sifat pasangannya. Pada fase ini hubungan sudah mulai membosankan. Untuk mengatasi kebosanan tersebut perlulah dibangun keintiman dintara pasangan, bagaimana caranya ?

Untuk membangun keintiman ada 5 tahapan yang harus dilalui yaitu : komitmen, kepercayaan, komunikasi, kompromi, baru kemudian masuk ke keintiman.
Komitmen artinya aku akan tetap bersamamu meski aku tak ingin bersamamu. Kepercayaan maksudnya terbangun rasa positif diantara pasangan bahwa mereka sudah saling berkomitmen. Komunikasi artinya saling menyediakan wadah untuk menampung curhatan pasangannya dan memberi respon terbaik. Lalu dengan baiknya kominikasi maka akan tercipta iklim saling kompromi. Setelah itu barulah masuk ke keintiman. Sayangnya banyak pasangan yang langsung habis habisan intim saat masih di fase honeymoon.

NLP for Auditor

NLP Audit

Setahun sudah saya bertugas sebagai internal auditor dari perusahaan pembangkit listrik yang terpercaya kini dan mendatang. Hari hari pertama saya ragu apakah saya bisa menjalankan amanah ini karena sudah lebih 7 tahun saya sebagai ‘pemain’ bukan ‘pemeriksa’. Lalu apa yang saya lakukan untuk segera tune in di bidang ini. Pertama tentu saja saya harus tahu prinsip-prinsip utama atau filosofi dalam audit setelah itu baru berlatih untuk menguasai kemampuan teknisnya.

Tugas pertama saya sebagai auditor saya jalani dengan antusias. Umumnya untuk satu lokasi obyek audit (pembangkit listrik) saya diberi waktu 10 hari kalender (termasuk sabtu minggu) termasuk pembahasan hasil audit dan closing meeting. Kendala yang paling terasa adalah rasa bosan dan tidak sabar karena harus telaten membuka, membaca dan mengkonfirmasi dokumen dokumen yang belum tentu ditemukan indikasi pelanggaran terhadap aturan dan ketentuan.

Setelah melalui beberapa penugasan dan perenungan saya menemukan cara untuk menyukai pekerjaan ini. Sedikit banyak cara saya dibantu oleh ilmu lain yaitu Neuro Linguistic Programming (NLP). Lalu bagaimana mengaplikasikannya pada penugasan audit sehari-hari… ?

1. Sikap Mental

Sikap mental saya setiap menemui sasaran baru (misal saya background saya keuangan, namun harus memeriksa kinerja pembangkit) adalah “Duh ini pasti ruwet” atau “Apalagi sih ini”. Ketika hal tersebut yang muncul di pikiran saya, maka kelanjutan ceritanya adalah sebuah proses yang berdarah-darah dan penuh perjuangan diselimuti rasa gelisah apalagi jika deadline semakin mendekat. Sungguh sesuatu kondisi yang sama sekali tidak saya inginkan. Untuk mengatasi hal tersebut saya mencoba untuk berfokus pada apa yang saya inginkan (outcome). Aha ketemu, saya meniatkan untuk memberikan rekomendasi terbaik sesuai kapasitas dan kapabilitas saya. Lalu saya tanamkan bahwa setiap penugasan adalah sara untuk mempelajari suatu hal yang baru 🙂

2. Time Line

Dengan teknik ini sebelum audit dimulai, saya sudah membayangkan diri saya sendiri melompat ke waktu 10 hari kedepan. Saya bayangkan di 10 hari kedepan itu saya merasa puas dengan apa yang sudah saya lakukan. Saya juga melihat auditee juga merasa terbantu dengan apa yang sudah saya rekomendasikan demikian juga dengan Kepala Satuan, Direksi, Dekom juga merasa bahwa audit ini memang bermanfaat. Saya rasakan semua sensasinya, lalu saya mulai melihat 10 hari kebelakang, apa-apa saja yang sudah saya lakukan sehingga bisa memperoleh hasil seperti ini. Lalu setelah kembali ke ‘masa kini’ saya mulai bekerja dengan anntusias.

3. Bangun Rasa Penting dengan Highly Valued Criteria (HVC)

Pada langkah ini saya mencoba menggali apa yang secara pribadi saya rasakan sangat penting bagi saya. dalam istilah NLP ini disebut kriteria bernilai tinggi (HVC). Kemudian kriteria ini lah yang saya hubungkan dengan audit. Misalnya hal yang membuat saya excited adalah memenangkan pertandingan sepakbola dengan jurusan lain di kampus dan saya menjadi bintang lapangannya. Dari hal yang saya suka tersebut saya coba gali HVC-nya dengan selftalk seperti ini :

Ridho 1 : Apa sih arti penting dari memenangkan futsal dan menjadi pemain terbaik ?

Ridho 2 : Ya asyikk aja, aku ngerarasa seperti Captain Tsubasa yang menjebol gawang tim Eropa.

Ridho 1 : Wah keren tuh, terus emang kenapa kalau kamu udah ngerasa seperti Tsubasa.

Ridho 2 : Ya aku ngerasa udah menampilan permainan yang excellent.

Ridho 1 : Wooow, terus apa sih yang membuatmu merasa ingin menjadi Tsubasa

Ridho 2 : Aku ingin membuat sejarah, aku ingin menjadi legenda sepakbola.

Ridho 1 : Oke kalau begitu setiap kali  kamu mendapat tugas audit, lakukan itu seolaholah kamu sedang bertanding seperti Captain Tsubasa untuk menjadi legenda yang menciptakan sejarah 🙂

4. Bangun Rasa Suka dan Mampu dengan Circle of Excellent

Saya akam membayangkan ada sebuah lingkaran berwarna emas di depan saya. lalu saya membayangkan melakukan hal hal yang sangat saya sukai di dalam lingkaran tersebut (misal traveling, bercengkerama dengan anak-anak saya, ngopi-ngopi dengan sahabat karib saya). Lalu saya menajamkan apa yang saya lihat di lingkaran itu, apa yang saya dengar, apa yang saya rasakan, aroma apa yang tercium. Setelah jelas semuanya, saya akan masuk kedalam lingkaran tersebut dan merasakan semua sensasi tadi. saat saya akan menuju puncak sensasi tersebut, saya akan memasang tombol anchor dengan menggenggam erat tangan kanan saya. saya lakukan berkali kali sampai ketika saya menggegam tangan kanan saya, otomatis saya merasakan semua sensasi tersebut. Setelah itu setiap kali saya mengaudit saya akan hadirkan lingkaran tersebut mengelilingi kursi saya, lalu saya akan duduk di kursi di dalam lingkaran tersebut sembari menggenggam tangan kanan saya lalu mulai mengaudit.

Alhamdulillah semua ini bekerja dengan baik untuk saya.

Latihan Soundtrack (seriNLP)

Awal masuk kerja dulu, saya punya banyak sekali koleksi lagu lagu mp3 dan tak sungkan untuk memutarnya dengan volume yang cukup terdengar sampai bagian lain. Secara rutin playlist di PC-ku selalu kuperbarui dengan lagu lagu terbaru yang lagi ngehits. Menurutku lagu lagu tersebut berpengaruh pada emosiku. Ketika sedang ingin bersemangat kerja, maka lagu lagu seperti dengan beat beat kencang aku putar. Ketika ingin mendapatkan suasana syahdu, maka lagu lagu mellow ala bus antar kota yang aku putar. Sayangnya lagu lagu ini tak selalu kita bawa dalam setiap keadaan. Pun demikian, kita masih bisa memutar lagu tersebut dalam pikiran kita untuk membantu kita mendapatkan state yang kita inginkan.

Misalnya ketika saya sedang nyetir mobil dari surabaya ke malang, saya akan memutar lagu lagu andra  the backbone di dalam pikiran saya sendiri, saya ingat ingat nada dan liriknya, saya putar terus menerus di 0tak saya.

Contoh lagi, ketika saya sedang kecewa, segera saya putar soundtrack lagu doraemon, ajaibnya rasa kecewa tersebut bisa menjadi rasa yang menggelikan ketika sedang buka bersama.