Vibrasi Magnet Hati

Seorang sahabat mengajakku untuk mengikuti acara ini. Entah ini namanya training, workshop atau sharing knowledge yang jelas saat diajak saya sudah punya feeling kalau ini bermanfaat. Bahkan jika seandainya tidak bermanfaat, toh investasinya gak terlalu mahal Rp 500 ribu dan seluruh keuntungan akan didonasikan untuk meng-umrohkan orang lain yang tidak mampu.

Maka begitu dapat informasi bahwa acaranya akan diselenggarak sabtu 10 Juni 2017 pada bulan Ramadhan, maka saya langsung mendaftarkan istri saya, anggap saja refreshing buat dia yang sibuk produksi orderan japanese cheese cake (oleh oleh kekinian surabaya).

Okey saya akan review, apa saja yang saya dapatkan dari acara ini. Acara Vibrasi Magnet Hati (VMH) ini di bawakan oleh Pak Rijal seorang SEFTER yang juga GM di sebuah perusahaan Distrubutor makanan. Dasar ilmunya adalah Vibrasi yang dikembangkan oleh Pak Arif RH, dan di VMH ini dimodifikasi oleh Pak Rijal sesuai ilmu yang dimilikinya.

Vibrasi ini intinya adalah getaran perasaan yang ada di dalam hati. getaran ini bisa berupa rasa takut, marah, sedih, senang,  gembira syukur dan lain sebagainya. Ajaibnya getaran hati ini akan mempengaruhi apa yang terjadi pada kehidupan kita.

Vibrasi ini dikembangkan oleh David R Hawkins, beliau mengungkapkan bahwa ada 2 kelompok vibrasi yaitu vibrasi Force dan Vibrasi Power. Vibrasi Force adalah vibrasi dengan level energi rendah yang tidak memberdayakan seperti putus asa, sedih, kecewa, marah. Sebaliknya Vibrasi Power adalah vibrasi dengan level energi tinggi yang membuat hidup ini lebih berdaya dan lebih beruntung misalnya rasa percaya diri, bahagia dan syukur.

Realitanya dalam kehidupan sehari-hari seringkali kita berada pada vibrasi force ketimbang vibrasi power. Lalu bagaimana caranya agar kita lebih banyak berada pada vibrasi force  ?

Training diawali cerita Pak Rijal tentang tukang ojek yang menganggap bahwa ilmu sedekah dari Ustadz Yusuf Mansur (YM) itu bohong. Katanya YM kalau sedekah pasti dibalas sama Allah, oleh karena itu abang ojek itu menyedekahkan motornya agar mendapatkan balasan 2 atau 3 motor. Padahalmotor itu adalah satu-sastunya sumber penghasilan dalam mencari nafkah. Singkat kata balasan sedekah motornya tak kunjug tiba, hubungan dengan istripun sering cekcok bahkan pisah ranjang, dikejar kejar hutang karena motor yang disedekahkan belum lunas cicilannya dan bahkan saat ini abang ojek sudah tidak kerja. Setelah mendengar cerita itu, Pak Rijal mengetahui masalahnya. Abang ojek ini sedekahnya ngareeeep bangeeet denga balasan. Akibatnya balasan motor gak dapet, malah hidup semakin berantakan. Singkat cerita Pak Rijal memberi bantuan pada abang ojek tersebut kemudian menasihati bahwa cara sedekahnya salah. Bersedekahlah karena Allah tanpa memikirkan nanti akan dapat balasan apa. Singkat kata bantuan dari  pak rijal sebagian besar ia sedekahkan kembali, kali ini abang ojek ini pasrah tanpa mengharap apapun, kemudian ia berdoa sepenuh rasa, sepenuh cinta kalau dia sangat menginginkan istrinya kembali dan bisa mendapatkan nafkah rezeki kembali. Beberapa bulan kemudian berkat izin Allah, abang ojek ini mendapatkan hadiah motor dari undian kopi sachet yang ia kirimkan.

 

Mengapa selama ini hanya keajaiban kecil saja yang datang, mengapa keajaiban besar jarang yang datang ? hal ini tak lain karena keajaiban kecil yang kecil tidak disyukuri.

Satu kalimat kunci yang saya dapatkandari pelatihan VMH ini adalah “Doamu adalah rasamu”. Maka berdoalah dengan sepenuh  hati, bisa jadi doa belum terkabul karena tidak sepenuh hati, tidak sepenuh rasa dan tidak sepenuh cinta. Itulah mengapa Do’a orang yang dizhalimi lebih terkabul, karena saat berdo’a dia sepenuh hati sepenuh rasa. Jika saya mencoba untuk flashback kebelakang masih teringat betul do’a  do’a saya yang saya lantunkan sepenuh hati sepenuh rasa ternyata dikabulkan oleh Allah. Sayangnya 90% do’a yang saya lantunkan adalah do’a SOP, do’a template dan do’a auto text.

Lalu doanya seperti apa

  1. The Intensity of Prayer (benar benar minta sepenuh rasa) lalu naikkan terus rasanya dengan jujur dan curhat pada Allah mengenai apa yang sebenarnya diinginkan dalam hidup ini. Pertanyaannya apakah anda lebih sering berdoa atau apakah lebih sering curhat
  2. Seberapa tulus anda berdoa untuk itu (terkabul dan tidak terkabul sudah tidak penting lagi)

jika masih ada masalah dalam hidup ini coba check

  1. Hubungan kita dengan Allah
  2. Hubungan kita dengan pasangan
  3. Hubungan kita dengan Orangtua

Barangkali tanpa sadar kita pernah menyakiti orang orang yang paling kita sayangi dan belum dimaafkan.

Okey sampai sini dulu, kalau ada sumur di ladang akan saya sambung lagi.