Menurunkan Berat Badan dengan Coaching (Bagian-1)

Weekend kemarin isteriku memuji tubuhku yang tambah subur, pipiku yang bertambah chubby sambil kemudian berbisik “mas, kamu ini sekarang gemuk banged lho”

“Mbok diturunin berat badannya”

“Lho itu berarti kamu sukses sebagai istri yang membuatku gemuk”, jawabku

“lagipula adalah hal yang kurang masuuk akal kalau kamu minta aku lebih kurus, sementara masakan yang kamu buat selalu menggugah selera” pujiku sekaligus alasanku.

“Bukan apa-apa mas, tapi aku khawatir karena orang gemuk itu identik dengan penyakit selain identik juga dengan kemakmuran”

Lalu bayangku melesat 3 tahun silam saat isteriku hamil anak keduaku. Saat itu aku sedang bersemanagat-semangatnya untuk hidup sehat karena baru saja mendapat pencerahan dari dokter Phaidon L Toruan dan juga mas Erikar Lebang. Dokter Phaidon waktu itu sharing bagaimana seseorang yang umur biologisnya sangat tua namun umur fisiknya tetap muda. Digambarkan searang kakek kakek berusia 70 tahun tubuhnya tetap berotot dan sixpack. Tak perlu jauh jauh dua minggu lalu saat debat pilgub DKI sang moderator Ira Koesno yang masih tetap cantik diusianya yang ke-47 tahun begitu menarik perhatianku. Tubuhnya yang terlihat masih bagus serta wajahnya yang masih kencang mengundang decak keherananku.

Konon kabarnya beliau rutin ke dokter spesialis kulit namun menurutku tanpa gaya hidup yang sehat (menjaga makanan dan juga olahraga) tak mungkin kondisi fisiknya masih seperti itu.

Menurut Dokter Phaidon kunci awet muda adalah menghindari makanan makanan yang mengandung karbohidrat, gula, minyak serta memperbanyak produksi hormon melantonin yang secara alami didapatkan dengan cukup tidur. Beliau “mengharamkan” bubur ayam, terang bulan, gorengan (jangkrik ini makanan favoritku semuanya)

Adapun mas Erikar Lebang saat itu lagi getol-getolnya mengkampanyekan pola makan yang dikenal dengan sebutan food combining (FC). Intinya dari FC adalah sedikit perubahan pada pola makan kita sehari-hari. Ketika bangun tidur segera minum air hangat yang diperasi jeruk nipis. Diminum perlahan sambil dibuat kumur. Setelah itu dilanjut dengan sarapan buah-buahan. Praktis sampai dzhuhur hanya boleh makan buah. kemudian untuk makan siang dan makan malam seperti biasa hanya saya Karbo (nasi, gandum, singkong dkk) tidak boleh bertemu dengan lauk hewani (daging, ikan, ayam, telor). Jadi kalau mau makan lauk hewani harus dipadukan dengan sayur sayuran (lebih baik sayuran mentah seperti lalapan). Sedangkan kalau mau makan nasi juga dipadukan dengan sayur sayuran.

Alhamdulillah selama 7 bulan saya berhasil menjalankan pola makan food combining tersebut sampai kemudian negera api menyerang.

Ya saya dipindah tugaskan menjadi internal auditor yang rutin berkeliling indonesia untuk melakukan audit yang emakan waktu paling lama 10 hari untuk setiap lokasi. Selain itu jika sedang off melakukan audit saya menjadi counterparting untuk audit eksternal yang masuk ke perusahaan saya mulai dari BPK, KAP, Bea Cukai yang hampir selalu ada acara jamuan makan di restoran. Tak pelak kondisi tersebut membuat saya angkat bendera putih karena ribet banget menjaga pola makan FC. Selain saya juga mempunyai alibi lain bahwa salah satu kunci kesehatan adalah hati yang bahagia. hati yang bahagia saya terjemahkan dengan tidqak terlalu membatasi makanan saya huahahaha.

Kini setelah berat badan saya meroket dari kisaran 77kg ke 84kg mau mau gak mau saya harus segera mengambil tindakan dengan cara seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya. Saya segera meminta bantuan isteri saya untuk mengcoaching diri saya yang sudah saya ajarkan cara melakukan slef coaching. Mengapa saya menggunakan coaching, karena saya menyadari bahwa segala sumberdaya untuk mencapi goal yang saya inginkan sudah ada pada diri saya sendiri, hanya saya perlu bantuan seseorang sebagai fasilitator. Jadi seharusnya tak perlulah seorang yang ingin di coaching berkata “Emang dia lebih sukses dari saya? koq berani beraninya meng-coaching saya” ?

Baik saat ini Senin 23 Januari 2017 berat badan 84kg saya akan menggunakan coaching sehingga pada tanggal 21 Maret 2017, saat ulang tahun saya berat badan saya turun menjadi 74kg. Hasil coaching ini akan saya sampaikan di blog ini setelah tanggal 21 Maret 2017.

Apa itu Coaching ?

Saat ini saya sedang mempelajari pengetahuan baru yaitu coaching. oleh karena itu saya akan menuliskannya secara berkala di blog ini mengenai coaching. Tulisan ini merupakan tulisan perdana menganai coaching.

Hmmm…binatang apa sih coaching itu ? berdasarkan yang saya pahami dari berbagai definisi. Coaching adalah suatu proses yang dilakukan coach untuk memberdayakan seseorang (coachee) dari kondisi saat ini menuju kondisi yang diharapkan melalui proses mendengarkan, mengajukan pertanyaan-pertanyaan efektif, memberikan umpan balik, serta mengapresiasi upaya-upaya yang dilakukan oleh coachee.

Untuk memiliki kompetensi sebagai seorang coach, ada beberapa lingkup yang harus dikuasai. Mulai dari knowledgenya, skillnya, hingga attitude yang harus dimiliki oleh seorang coach.

Penjelasan dari tujuan coaching itu sendiri adalah coachee/klien/orang yang di coach (bisa staf, klien, teman, murid, downline) bisa mengeluarkan solusi dari dalam dirinya sendiri. Jadi solusi tidak diberikan oleh coach. Coach hanya memfasilitasi coachee agar mereka menemukannya sendiri.

Ah saya jadi teringat komik yang saya baca waktu saya kecil yaitu ‘Kungfu Boy’. Komik ini menceritakan tokoh utamanya yang bernma Chinmi seorang murid dari perguruan Dairin Ji. Pada tiap episodenya, Chinmi selalu dihadapkan pada permasalahan-permasalahan yang harus dipecahkan. Uniknya sang guru tidak menyuapi Chinmi dengan solusi. Sang Guru hanya menyuruh Chinmi untuk berfikir serta memberikan pancingan-pancingan yang menstimulus Chinmi untuk menemukan solusinya.

Okey sekarang saya akan mencacah skill-skill apa yang harus dimiliki oleh seorang coach.

  1. Mendengarkan secara efektif. Ada pepatah yang mengatakan membaca dan menulis adalah dua sisi mata uang. Maksudnya untuk bisa menulis seseorang seyogyanya juga gemar membaca karena bahan bahan tulisannya berasal dari apa yang ia baca. begitu pula bertanya dan mendengar juga merupakan dua sisi mata uang. bagaimana bisa seorang coach memberikan pertanyaan-pertanyaan yang powerfull jika sebelumnya ia tidak mempunyai kesabaran dalam mendengar. So..buat anda yang sudah terbiasa menjadi tempat sampah hehe…saya ucapkan selamat kepada anda, karena anda sudah mempunyai modal dasar untuk menjadi seorang coach.
  2. Bertanya dengan cara yang tepat. Sebuah pertanyaan bisa memberdayakan bisa juga menimbulkan masalah baru. Misalnya pertanyaan, “Apa sebenarnya yang anda inginkan dalam hidup ini ?” bandingkan dengan pertanyaan seperti ini, “kamu mengerjakan tugas semudah ini koq gak bisa sih ?” Kuasai teknik bertanya yang tepat.
  3. Memberikan Umpan Balik. proses memberikan umpan balik harus berdasar pada informasi dari klien baik secara verbal maupun dari bahasa tubuhnya. kemudian dari tindakan-tindakan coachee/klien atas komitmen mereka dan tugas-tugas yang diberikan pada sesi coaching sebelumnya.
  4. Memberikan Apresiasi.Pada sesi coaching kemajuan sedikit apapun yang dialami oleh coachee harus diapreasi.
  5. Memberikan Dukungan. Dukungan yang dimaksud adalah untuk mengeksplorasi lebih dalam lagi
  6. Membuat tindakan terukur. Tindakan yang baik adalah tindakan terukur yang cara pengukurannya diketahui oleh coach dan coachee

Selain skill inti di atas, seorang coach sebaiknya menguasai bidang yang menjadi spesialisasinya. Baiklah sampai di sini dulu tulisan perdana saya mengenai coaching. Bila ada pertanyaan misa ditanyakan di kolom komentar.