Coaching Secangkir Kopi-12. Menjadi Trainer, Motivator, Coach, dan EO yang Laku 

Pada #CoachingSecangkirKopi12 ini menghadirkan bintang tamu seorang trainer dari Semarang yaitu Pak Rudy Sugiono. Tema yang disharingkan adalah mengenai Trainerpreneur, bagaimana kita bisa menjadi Trainer-Motivator-atau Coach dan Laku.

Topik ini tidakberbicara mengenai public speaking, tetapi berbicara tentang bagaimana menjual kelas dan bisa juga menjadi EO. jadi salah satu keberhasilan kita menjadi trainer adalah bagaimana kita bisa mengajar dengan baik dan bisa menjual kelas orang lain. Untuk itu ada 5S bagaimana menjadi seorang Trainer sekaligus Entrepreneur. Berikut ini adalag slidenya

5s rudy sugiono

5 Kunci Sukses Menjadi Trainer antara lain :

  1. Self Mastery
  2. Subject Mastery
  3. Sequenceing
  4. Showmanship
  5. Salesmanship

Untuk poin 2,3 dan 4 hanya akan dibahas sekilas karena isinya tentang public speaking. Sebelum membahas 5S diatas maka kita perlu menyadari bahwa ada S yang merupakan modal utama dan beroperasi pada level meta yaitu SELF IMAGE. Self Image adalah citra diri dan Pak Rudy percaya bahwa hidup manusia digerakkan oleh Automatic Guidance System yang tertulis didalam self Image tersebut (Citra Diri). jadi apapun pekerjaan kita maka pertanyaanya adalah apakah Self Image kita sudah sejalan ? Kalau jadi trainer/Coach/Motivator/EO apakah self image kita sudah mendukung ?

Kalau belum mendukung maka tugas pertama kita adalah membenahi self image itu dulu, membenahi citra diri kita dulu.

Pengalaman saya…..ada banyak keajaiban ketika self image kita mendukung

Dulu sebelum jadi trainer, saya jadi EO nya Pak Krishnamurti dan Pak Ongky Hojanto, Pak Istoto juga

Maka self.image yang dibutuhkan adalah Saya merupakan EO yang sukses. Begitu saya mulai melangkah jadi trainer maka saya install self image baru yang berkaitan dengan trainer
Dulu ketika awal2 belajar coaching, saya susah mendapatkan klien coaching. Ketika saya rubah self image saya maka saya skrg banyak diminta untuk kelas2 coaching.

Miracle terjadi ketika self image mendukung, ketika citra diri kita sejalan dengan pekerjaan kita.
Jadi mau jadi trainer / motivator / coach / EO, pertanyaan awalnya : apakah citra diri kita sudah mendukung ?

Baru setelah itu kita bicara teknisnya

Apakah ada pertanyaan ttg self image ?

3 pertanyaan aja dulu ya

PERTANYAAN:
1.      Bagaimana cara memastikan Self Image sudah sesuai dengan profesi atau blm? (restu kurniawan)
2.      Bicara ttg self image tolok ukurnya apa…mengingat nabi aja ditolak di tempat dia lahir or dibesarkan…apakah ketika itu terjd pd trainer lalu dianggap self image blm sejalan? (coach liliana)
3. Bagaimana membangun selft image sebagai EO (Joti)

Memang seru membahas self image ini, seperti halnya membahas LOA

1. Bagaimana cara memastikan Self Image sudah sesuai dengan profesi atau blm?
—————–
Kalau saya menjawabnya apabila kita banyak menemukan kemudahan2 dalam pekerjaan kita. Ada banyak miracle2 dalam bisnis kita

Saya banyak menemukan orang sudah berusaha mati matian, sudah menggunakan ATM, menggunakan ATP (amati tiru plek) dan ternyata hasilnya gak.maksimal.

Akhirnya orang tsb duduk diam, masuk kekeheningan, menguliti dirinya, dan menemukan setitik jawaban bahwa dia terpaksa melakukan hal tsb

Bicara ttg self image tolok ukurnya apa…mengingat nabi aja ditolak di tempat dia lahir or dibesarkan…apakah ketika itu terjd pd trainer lalu dianggap self image blm sejalan?
—————-
Dulu saya percaya bahwa nabi ditolak ditempat dia dilahirkan, namun hari ini saya membalikkannya. Dalam konteks ttt saya percaya hal tsb. Namun dalam konteks bisnis saya tidak mempercayainya.

Banyak orang mengatakan buka kelas NLP Internasional di Semarang susah, pasarnya tdk laku. Sejak tahun 2012 kelas NLP NFNLP saya selalu saya adakan di  semarang. Dan ada peminatnya.

Tolok ukurnya apa ? Jujur menurut saya ini susah karena pada level yang abstrak. Tiap bisa berbeda beda.
Dan kalau boleh saya sempitkan maka tolok ukurnya adalah : adakah keajaiban / kemudahan dalam pekerjaan kita ?

Bagaimana membangun self image sebagai EO
——————-
Kita bisa memasukkan sugesti yang sifatnya umum, misalnya :
Saya ada orang yang menarik bagi setiap orang yang saya temui.

Segala sesuatu yang saya butuhkan akan terpenuhi dengan cara2 yang ajaib

Saya adalah orang yang menyenangkan dan selalu bertemu dengan orang yang membutuhkan seminar

Dll

4.      apakah Coach Rudi bisa share pattern untuk self coach ttg self image… (pak istoto)
5.      Apa saran coach Rudy untuk trainer pemula yang sedang baru mau membangun karir sebagai trainer/motivator/etc. Self image apa yg cocok ? Atau ada metode apa untuk diawal menemukan self image yg sesuai kapabilitas si calon trainer (effendi Wang)

apakah Coach Rudi bisa share pattern untuk self coach ttg self image….
………………..
Kalau saya paling suka pakai metode yang diajarkan Pak Yan yaitu CRAFT. Singkatan dari Cancel, Replace, Affirmation, Focus, Training.

Untuk rekan2 yang ingin file ini bisa kirim email kosong ke saya di admin@rudysugiono.com

Nanti saya emailkan artikel lengkapnya

Apa saran coach Rudy untuk trainer pemula yang sedang baru mau membangun karir sebagai trainer/motivator/etc. Self image apa yg cocok ? Atau ada metode apa untuk diawal menemukan self image yg sesuai kapabilitas si calon trainer (effendi Wang)
—————
Ini ada 2 langkah :
1. Dari sisi self image
2. Dari sisi teknis

Kalau dari sisi self image bisa menciptakan self image yang mendukung misalnya saya diawal :

Saya adalah trainer yang senantiasa dimudahkan dalam mencari peserta.

Kita anggap semua self image nya sudah mendukung ya

Maka selanjutnya dalam ranah teknis kita perlu menguasai 5S.
SELF MASTERY
kita punya pengalaman tentang topik yang kita bicarakan.
Kalau kita tidak punya pengalaman maka kita bisa menceritakan ttg pengalaman orang lain. Role model kita

Misalnya dulu diawal saya sering cerita ttg Pak Krishnamurti dan Pak Ongky Hojanto

Perli di ingat….dalam dunia training ada 2 ya
Transfer Skill
Transfer Knowledge

Ada beberapa topik yang wajib hukumnya untuk punya pengalaman

SUBJECT MASTERY
Berarti kita menguasai topik yang kita ajarkan atau kita bicarakan

SEQUENCING
urutannya kita dalam mengajar perlu menarik

SHOWMANSHIP
Body language kita menarik

SALESMANSHIP
Kita bisa menjual.kelas kita

Untuk 5S apakah terutama S pertama s.d S4 apakah ada pertanyaan ?

PERTANYAAN:
6.      Cara mengetahui self image bagaimana? Dimudahkan cari peserta majsudnya? (mbak enny visioner)
7.      Jelsdksn 5s masing2 coach rudy (Mbak Enny)
8.      Showmanship apakah orangnya harus lucu,ganteng atau seperti apa coach? (Pak Budi)

Silahkan coach Rudy

Pertanyaan No. 6
Menurut saya yg lebih mudah adalah install aja Self Image yang mendukung dengan Profesi kita sekarang.
Please email ke saya email kosong seperti diatas.

Dimudahkan mencari peserta maksudnya dalam mencari peserta training atau klien saya benar2 dimudahkan.

Pertanyaan 7.
SELF MASTERY

Misalnya saya ngajar NLP, maka saya harus punya pengalaman bagaimana menggunakan NLP dalam kehidupan saya. Karena mengajar dengan teori dan mengajar dengan pengalaman rasanya beda banget

SUBJECT MASTERY
Kita menguasai topik yang kita ajarkan, baik secara teoritis ataupun secara aplikatif. Sehingga pertanyaan audience bisa kita jawab.

SEQUENCING
Urutan kita dalam mengajar dibuat semenarik mungkin alurnya. Lha ini praktek public speaking. Maaf tdk bisa lewat tulisan

SHOWMANSHIP

Ini tidak berhubungan dengan kita ganteng atau tidak, lucu atau tidak.
Namun berkaitan dengan body language yang meliputi Mata, Voice, Artikulasi, Gerakan tangan, gerakan kaki, postur tubuh

PERHATIAN :
pertanyaan ttg instalasi self image akan terjawab dengan artikel yang akan saya kirimkan. Minta tolong teman2 kirim email kosong ke saya di admin@rudysugiono.com

Bu Enny :
Contohnya saya tiba2 ditelp salah satu resort untuk diminta memberikan coaching khusus marketingnya. Lha saya tahu betul pemiliknya itu gak familiar dengan coaching. Tiba2 kok nelp. Lha kok nelponnya ke saya.

Keajaiban terjadi…dan masih  banyak lagi

Kita bahas yang menarik yaitu SALESMANSHIPIni yang menghasilkan uang hehehehehe

Bagaimana jadi Pembicara yang laris dan Menjadi EO

Untuk jadi EO diawal2 kalau rekan2 belum punya massa maka please pilih pembicara yang mau membantu rekan2 bertumbuh, membantu rekan2 dapat duit.

Jangan ajak kerja sama pembicara yang mematok fee secara fixed. Melainkan cari pembicara yang mau profit sharing. Yang mau tetap jalan walaupun BEP

Karena itu saya bersyukur dibantu guru2 hebat saya seperti yang saya sebutkan diatas

Lalu yang kedua kejar BEP di awal2 promosi.

Untuk rekan2 yang jadi trainer maka Please Rekan2 jangan bermimpi akan langsung di panggil perusahaan besar.

Teman2 harus mau dan rela menjadi EO diri sendiri, rela bekerja sama dengan pembicara senior

Jangan pernah mimpi bahwa ketika sudah mendapat sertifikat langsung akan dapat panggilan sana sini…..please jangan lakukan itu karena hasilnya prettttt.

Untuk menjadi trainer kita perlu mengunci resiko, caranya ada di slide ini

Malam 15 menit

9.      Apakah Coach Rudy Sugiono membuka peluang kerja sama? (Adrian Luis)
10.     Selama ini pengalaman coach Rudy utk promosi training2 apa sj yg dilakukan? (Eri)
11.     Gag ada pengalaman jadi EO, salesmanship apakah berlaku untuk karyawan swasta seperti saya? (Erna)
12.     Di slide tadi, point ke-2, kelas yg banyak, maksudnya bgmn coach Rudy? (Eri)
13.     Apakah utk jd trainer perlu role model yg benar-benar menjual? Kalo boleh tahu siapa role model coach Rudi? (Slamet)
14.     Bgmn cara masuk ke pasar yg sudah penuh… To be different… Specialist… Etc … Tips Dan triksnya. Lakukan dulu… Baru buka kelas… How long…? (Fathnur)

Apakah Coach Rudy Sugiono membuka peluang kerja sama? 😊
—+———
Sangat terbuka buat kerja sama.

Selama ini pengalaman coach Rudy utk promosi training2 apa sj yg dilakukan?
———–
Kalau saya sebagai EO maka saya akan promosikan status2 Pembicaranya, saya promosikan background pembicaranya, artikel2 pembicara.

Kalau saya jual kelas sendiri maka saya akan lakukan :
1. Buat Poster dan brosur
2. Pasang poster di toko buku, sebar brosur
3. Promo2 di FB lewat status, edukasi manfaat, artikel2

Kalau skrg saya lebih banyak  pakai cara ke tiga
Gag ada pengalaman jadi EO, salesmanship apakah berlaku untuk karyawan swasta seperti saya?
———
Sangat bisa sekali, justru EO adalah usaha yang menurut saya paling mudah. Kalau pembicaranya sudah terkenal maka kita enak promosinya.
Dan enaknya jadi EO adalah tanpa modal

Jawaban no. 12
Untuk trainer awal saran saya buat kelas sebanyak banyaknya. BEP tetap jalankan. Jadi lambat laun akan terkenal kita.

Langkah ini saya model dari Pak Krishnamurti. Beliau dulu diawal awal buka kelas sebanyak banyaknya. Pesan beliau ke saya : buka kelas yang banyak rud, targetnya BEP jangan Profit. QUANTITY CREATE QUALITY. Ntar profit akan mengikuti Rud

Jawaban No. 13.
Kalau untuk EO iya….perlu pembicara yang layak jual dan Murah hati. Maksudnya bayarannya bisa profit sharing.

Untuk jadi trainer maka role model ada 2, dari sisi pribadinya atau strateginya atau malah gabungannya.

Role Model saya yang paling mewarnai (utama) adalah : Pak Tung Desem, Pak Krishnamurti, Pak Ongky Hojanto.

Selain itu ada juga yang lain seperti Pak Istoto, Pak Yan Nurindra, Pak Asep Haerul Gani, Coach Tjia, dll

Pertanyaan 14.

Buat yang berbeda, buat yang lebih menarik, ciptakan sesuatu yang unik.
Saya buka kelas NLP maka saya tarik orang diluar semarang untuk.hadir ke semarang. Investasi pelatihan sudah termasuk biaya pesawat dan biaya penginapan.

Kalau pasar benar2 penuh atau jenuh maka ciptakan blue ocean.

Cara menjadi pembicara TOP ada 3 yang saya model :
1. NULIS BUKU
Yang ini saya belum mahir….please memodel Bro Efendi Wang

Cara kedua adalah buka kelas sebanyak banyaknya.

Sudah saya jelaskan

Cara ketiga adalah terkait nama besar.

Cara ini saya model dari Pak TDW.
Saya diawal karir sebagai pembicara malah banyak jadi EO dulu. Saya pegang kelasnya Pak Krishnamurti di Jawa Tengah, Saya Pegang kelasnya Pak Ongky di Jawa Tengah, Saya pegang kelasnya Pak Asep.Haerul Gani di jawa tengah.

Saya kaitkan diri saya ke pembicara2 yang jauh lebih terkenal dibanding saya

Saya awaln masuk ke Corporate Training juga karena jadi associate trainer beliau2

Dan akhirnya apa yang harus kita lakukan adalah membangung brand kita.

Ada banyak pakar brand di group ini.

Kalau dari saya maka ada 3 :
1. Bangun Brand Awareness
2. Bangun terus sampai mendapatkan brand loyalty
3. Pertahankan sampai muncul Brand Fanaticism

Ada banyak pembicara yang sudah sampai ke Brand Fanaricism, kalau sudah sampai sini maka akan enak sekali

Baik kesimpulan dari diskusi malam ini saya sampaikan dulu.

KESIMPULAN:
1.      Menjadi seorang trainer perlu memperhatikan:  SELF MASTERY, SUBJECT MASTERY, SEQUENCING, SHOWMANSHIP dan SALESMANSHIP.
2.      Siapapun bisa jadi EO, bahkan EO bisa menjadi bisnis sampingan yang tanpa modal.
3.      Manfaatkan strategi  pemasaran dengan menampilkan manfaat-manfaat training. Buat calon customer memahami manfaat yang akan diperoleh.
4.      Bekerjasama dengan trainer-trainer yang tidak terlalu pasang tariff, yang penting BEP dulu.
5.      Trainer dan EO bisa berkembang secara bersama.

Yang saya sharingkan diatas adalah pengalaman saya. Mohon maaf kalau ada kalimat yang menyinggung teman2.

QUANTITY CREATE QUALITY
QUALITY CREATE VOLUME
VOLUME CREATE MONEY

Kalimat diatas saya dapatkan dari salah satu guru saya.

 

Iklan