Coaching Secangkir Kopi-12. Menjadi Trainer, Motivator, Coach, dan EO yang Laku 

Pada #CoachingSecangkirKopi12 ini menghadirkan bintang tamu seorang trainer dari Semarang yaitu Pak Rudy Sugiono. Tema yang disharingkan adalah mengenai Trainerpreneur, bagaimana kita bisa menjadi Trainer-Motivator-atau Coach dan Laku.

Topik ini tidakberbicara mengenai public speaking, tetapi berbicara tentang bagaimana menjual kelas dan bisa juga menjadi EO. jadi salah satu keberhasilan kita menjadi trainer adalah bagaimana kita bisa mengajar dengan baik dan bisa menjual kelas orang lain. Untuk itu ada 5S bagaimana menjadi seorang Trainer sekaligus Entrepreneur. Berikut ini adalag slidenya

5s rudy sugiono

5 Kunci Sukses Menjadi Trainer antara lain :

  1. Self Mastery
  2. Subject Mastery
  3. Sequenceing
  4. Showmanship
  5. Salesmanship

Untuk poin 2,3 dan 4 hanya akan dibahas sekilas karena isinya tentang public speaking. Sebelum membahas 5S diatas maka kita perlu menyadari bahwa ada S yang merupakan modal utama dan beroperasi pada level meta yaitu SELF IMAGE. Self Image adalah citra diri dan Pak Rudy percaya bahwa hidup manusia digerakkan oleh Automatic Guidance System yang tertulis didalam self Image tersebut (Citra Diri). jadi apapun pekerjaan kita maka pertanyaanya adalah apakah Self Image kita sudah sejalan ? Kalau jadi trainer/Coach/Motivator/EO apakah self image kita sudah mendukung ?

Kalau belum mendukung maka tugas pertama kita adalah membenahi self image itu dulu, membenahi citra diri kita dulu.

Pengalaman saya…..ada banyak keajaiban ketika self image kita mendukung

Dulu sebelum jadi trainer, saya jadi EO nya Pak Krishnamurti dan Pak Ongky Hojanto, Pak Istoto juga

Maka self.image yang dibutuhkan adalah Saya merupakan EO yang sukses. Begitu saya mulai melangkah jadi trainer maka saya install self image baru yang berkaitan dengan trainer
Dulu ketika awal2 belajar coaching, saya susah mendapatkan klien coaching. Ketika saya rubah self image saya maka saya skrg banyak diminta untuk kelas2 coaching.

Miracle terjadi ketika self image mendukung, ketika citra diri kita sejalan dengan pekerjaan kita.
Jadi mau jadi trainer / motivator / coach / EO, pertanyaan awalnya : apakah citra diri kita sudah mendukung ?

Baru setelah itu kita bicara teknisnya

Apakah ada pertanyaan ttg self image ?

3 pertanyaan aja dulu ya

PERTANYAAN:
1.      Bagaimana cara memastikan Self Image sudah sesuai dengan profesi atau blm? (restu kurniawan)
2.      Bicara ttg self image tolok ukurnya apa…mengingat nabi aja ditolak di tempat dia lahir or dibesarkan…apakah ketika itu terjd pd trainer lalu dianggap self image blm sejalan? (coach liliana)
3. Bagaimana membangun selft image sebagai EO (Joti)

Memang seru membahas self image ini, seperti halnya membahas LOA

1. Bagaimana cara memastikan Self Image sudah sesuai dengan profesi atau blm?
—————–
Kalau saya menjawabnya apabila kita banyak menemukan kemudahan2 dalam pekerjaan kita. Ada banyak miracle2 dalam bisnis kita

Saya banyak menemukan orang sudah berusaha mati matian, sudah menggunakan ATM, menggunakan ATP (amati tiru plek) dan ternyata hasilnya gak.maksimal.

Akhirnya orang tsb duduk diam, masuk kekeheningan, menguliti dirinya, dan menemukan setitik jawaban bahwa dia terpaksa melakukan hal tsb

Bicara ttg self image tolok ukurnya apa…mengingat nabi aja ditolak di tempat dia lahir or dibesarkan…apakah ketika itu terjd pd trainer lalu dianggap self image blm sejalan?
—————-
Dulu saya percaya bahwa nabi ditolak ditempat dia dilahirkan, namun hari ini saya membalikkannya. Dalam konteks ttt saya percaya hal tsb. Namun dalam konteks bisnis saya tidak mempercayainya.

Banyak orang mengatakan buka kelas NLP Internasional di Semarang susah, pasarnya tdk laku. Sejak tahun 2012 kelas NLP NFNLP saya selalu saya adakan di  semarang. Dan ada peminatnya.

Tolok ukurnya apa ? Jujur menurut saya ini susah karena pada level yang abstrak. Tiap bisa berbeda beda.
Dan kalau boleh saya sempitkan maka tolok ukurnya adalah : adakah keajaiban / kemudahan dalam pekerjaan kita ?

Bagaimana membangun self image sebagai EO
——————-
Kita bisa memasukkan sugesti yang sifatnya umum, misalnya :
Saya ada orang yang menarik bagi setiap orang yang saya temui.

Segala sesuatu yang saya butuhkan akan terpenuhi dengan cara2 yang ajaib

Saya adalah orang yang menyenangkan dan selalu bertemu dengan orang yang membutuhkan seminar

Dll

4.      apakah Coach Rudi bisa share pattern untuk self coach ttg self image… (pak istoto)
5.      Apa saran coach Rudy untuk trainer pemula yang sedang baru mau membangun karir sebagai trainer/motivator/etc. Self image apa yg cocok ? Atau ada metode apa untuk diawal menemukan self image yg sesuai kapabilitas si calon trainer (effendi Wang)

apakah Coach Rudi bisa share pattern untuk self coach ttg self image….
………………..
Kalau saya paling suka pakai metode yang diajarkan Pak Yan yaitu CRAFT. Singkatan dari Cancel, Replace, Affirmation, Focus, Training.

Untuk rekan2 yang ingin file ini bisa kirim email kosong ke saya di admin@rudysugiono.com

Nanti saya emailkan artikel lengkapnya

Apa saran coach Rudy untuk trainer pemula yang sedang baru mau membangun karir sebagai trainer/motivator/etc. Self image apa yg cocok ? Atau ada metode apa untuk diawal menemukan self image yg sesuai kapabilitas si calon trainer (effendi Wang)
—————
Ini ada 2 langkah :
1. Dari sisi self image
2. Dari sisi teknis

Kalau dari sisi self image bisa menciptakan self image yang mendukung misalnya saya diawal :

Saya adalah trainer yang senantiasa dimudahkan dalam mencari peserta.

Kita anggap semua self image nya sudah mendukung ya

Maka selanjutnya dalam ranah teknis kita perlu menguasai 5S.
SELF MASTERY
kita punya pengalaman tentang topik yang kita bicarakan.
Kalau kita tidak punya pengalaman maka kita bisa menceritakan ttg pengalaman orang lain. Role model kita

Misalnya dulu diawal saya sering cerita ttg Pak Krishnamurti dan Pak Ongky Hojanto

Perli di ingat….dalam dunia training ada 2 ya
Transfer Skill
Transfer Knowledge

Ada beberapa topik yang wajib hukumnya untuk punya pengalaman

SUBJECT MASTERY
Berarti kita menguasai topik yang kita ajarkan atau kita bicarakan

SEQUENCING
urutannya kita dalam mengajar perlu menarik

SHOWMANSHIP
Body language kita menarik

SALESMANSHIP
Kita bisa menjual.kelas kita

Untuk 5S apakah terutama S pertama s.d S4 apakah ada pertanyaan ?

PERTANYAAN:
6.      Cara mengetahui self image bagaimana? Dimudahkan cari peserta majsudnya? (mbak enny visioner)
7.      Jelsdksn 5s masing2 coach rudy (Mbak Enny)
8.      Showmanship apakah orangnya harus lucu,ganteng atau seperti apa coach? (Pak Budi)

Silahkan coach Rudy

Pertanyaan No. 6
Menurut saya yg lebih mudah adalah install aja Self Image yang mendukung dengan Profesi kita sekarang.
Please email ke saya email kosong seperti diatas.

Dimudahkan mencari peserta maksudnya dalam mencari peserta training atau klien saya benar2 dimudahkan.

Pertanyaan 7.
SELF MASTERY

Misalnya saya ngajar NLP, maka saya harus punya pengalaman bagaimana menggunakan NLP dalam kehidupan saya. Karena mengajar dengan teori dan mengajar dengan pengalaman rasanya beda banget

SUBJECT MASTERY
Kita menguasai topik yang kita ajarkan, baik secara teoritis ataupun secara aplikatif. Sehingga pertanyaan audience bisa kita jawab.

SEQUENCING
Urutan kita dalam mengajar dibuat semenarik mungkin alurnya. Lha ini praktek public speaking. Maaf tdk bisa lewat tulisan

SHOWMANSHIP

Ini tidak berhubungan dengan kita ganteng atau tidak, lucu atau tidak.
Namun berkaitan dengan body language yang meliputi Mata, Voice, Artikulasi, Gerakan tangan, gerakan kaki, postur tubuh

PERHATIAN :
pertanyaan ttg instalasi self image akan terjawab dengan artikel yang akan saya kirimkan. Minta tolong teman2 kirim email kosong ke saya di admin@rudysugiono.com

Bu Enny :
Contohnya saya tiba2 ditelp salah satu resort untuk diminta memberikan coaching khusus marketingnya. Lha saya tahu betul pemiliknya itu gak familiar dengan coaching. Tiba2 kok nelp. Lha kok nelponnya ke saya.

Keajaiban terjadi…dan masih  banyak lagi

Kita bahas yang menarik yaitu SALESMANSHIPIni yang menghasilkan uang hehehehehe

Bagaimana jadi Pembicara yang laris dan Menjadi EO

Untuk jadi EO diawal2 kalau rekan2 belum punya massa maka please pilih pembicara yang mau membantu rekan2 bertumbuh, membantu rekan2 dapat duit.

Jangan ajak kerja sama pembicara yang mematok fee secara fixed. Melainkan cari pembicara yang mau profit sharing. Yang mau tetap jalan walaupun BEP

Karena itu saya bersyukur dibantu guru2 hebat saya seperti yang saya sebutkan diatas

Lalu yang kedua kejar BEP di awal2 promosi.

Untuk rekan2 yang jadi trainer maka Please Rekan2 jangan bermimpi akan langsung di panggil perusahaan besar.

Teman2 harus mau dan rela menjadi EO diri sendiri, rela bekerja sama dengan pembicara senior

Jangan pernah mimpi bahwa ketika sudah mendapat sertifikat langsung akan dapat panggilan sana sini…..please jangan lakukan itu karena hasilnya prettttt.

Untuk menjadi trainer kita perlu mengunci resiko, caranya ada di slide ini

Malam 15 menit

9.      Apakah Coach Rudy Sugiono membuka peluang kerja sama? (Adrian Luis)
10.     Selama ini pengalaman coach Rudy utk promosi training2 apa sj yg dilakukan? (Eri)
11.     Gag ada pengalaman jadi EO, salesmanship apakah berlaku untuk karyawan swasta seperti saya? (Erna)
12.     Di slide tadi, point ke-2, kelas yg banyak, maksudnya bgmn coach Rudy? (Eri)
13.     Apakah utk jd trainer perlu role model yg benar-benar menjual? Kalo boleh tahu siapa role model coach Rudi? (Slamet)
14.     Bgmn cara masuk ke pasar yg sudah penuh… To be different… Specialist… Etc … Tips Dan triksnya. Lakukan dulu… Baru buka kelas… How long…? (Fathnur)

Apakah Coach Rudy Sugiono membuka peluang kerja sama? 😊
—+———
Sangat terbuka buat kerja sama.

Selama ini pengalaman coach Rudy utk promosi training2 apa sj yg dilakukan?
———–
Kalau saya sebagai EO maka saya akan promosikan status2 Pembicaranya, saya promosikan background pembicaranya, artikel2 pembicara.

Kalau saya jual kelas sendiri maka saya akan lakukan :
1. Buat Poster dan brosur
2. Pasang poster di toko buku, sebar brosur
3. Promo2 di FB lewat status, edukasi manfaat, artikel2

Kalau skrg saya lebih banyak  pakai cara ke tiga
Gag ada pengalaman jadi EO, salesmanship apakah berlaku untuk karyawan swasta seperti saya?
———
Sangat bisa sekali, justru EO adalah usaha yang menurut saya paling mudah. Kalau pembicaranya sudah terkenal maka kita enak promosinya.
Dan enaknya jadi EO adalah tanpa modal

Jawaban no. 12
Untuk trainer awal saran saya buat kelas sebanyak banyaknya. BEP tetap jalankan. Jadi lambat laun akan terkenal kita.

Langkah ini saya model dari Pak Krishnamurti. Beliau dulu diawal awal buka kelas sebanyak banyaknya. Pesan beliau ke saya : buka kelas yang banyak rud, targetnya BEP jangan Profit. QUANTITY CREATE QUALITY. Ntar profit akan mengikuti Rud

Jawaban No. 13.
Kalau untuk EO iya….perlu pembicara yang layak jual dan Murah hati. Maksudnya bayarannya bisa profit sharing.

Untuk jadi trainer maka role model ada 2, dari sisi pribadinya atau strateginya atau malah gabungannya.

Role Model saya yang paling mewarnai (utama) adalah : Pak Tung Desem, Pak Krishnamurti, Pak Ongky Hojanto.

Selain itu ada juga yang lain seperti Pak Istoto, Pak Yan Nurindra, Pak Asep Haerul Gani, Coach Tjia, dll

Pertanyaan 14.

Buat yang berbeda, buat yang lebih menarik, ciptakan sesuatu yang unik.
Saya buka kelas NLP maka saya tarik orang diluar semarang untuk.hadir ke semarang. Investasi pelatihan sudah termasuk biaya pesawat dan biaya penginapan.

Kalau pasar benar2 penuh atau jenuh maka ciptakan blue ocean.

Cara menjadi pembicara TOP ada 3 yang saya model :
1. NULIS BUKU
Yang ini saya belum mahir….please memodel Bro Efendi Wang

Cara kedua adalah buka kelas sebanyak banyaknya.

Sudah saya jelaskan

Cara ketiga adalah terkait nama besar.

Cara ini saya model dari Pak TDW.
Saya diawal karir sebagai pembicara malah banyak jadi EO dulu. Saya pegang kelasnya Pak Krishnamurti di Jawa Tengah, Saya Pegang kelasnya Pak Ongky di Jawa Tengah, Saya pegang kelasnya Pak Asep.Haerul Gani di jawa tengah.

Saya kaitkan diri saya ke pembicara2 yang jauh lebih terkenal dibanding saya

Saya awaln masuk ke Corporate Training juga karena jadi associate trainer beliau2

Dan akhirnya apa yang harus kita lakukan adalah membangung brand kita.

Ada banyak pakar brand di group ini.

Kalau dari saya maka ada 3 :
1. Bangun Brand Awareness
2. Bangun terus sampai mendapatkan brand loyalty
3. Pertahankan sampai muncul Brand Fanaticism

Ada banyak pembicara yang sudah sampai ke Brand Fanaricism, kalau sudah sampai sini maka akan enak sekali

Baik kesimpulan dari diskusi malam ini saya sampaikan dulu.

KESIMPULAN:
1.      Menjadi seorang trainer perlu memperhatikan:  SELF MASTERY, SUBJECT MASTERY, SEQUENCING, SHOWMANSHIP dan SALESMANSHIP.
2.      Siapapun bisa jadi EO, bahkan EO bisa menjadi bisnis sampingan yang tanpa modal.
3.      Manfaatkan strategi  pemasaran dengan menampilkan manfaat-manfaat training. Buat calon customer memahami manfaat yang akan diperoleh.
4.      Bekerjasama dengan trainer-trainer yang tidak terlalu pasang tariff, yang penting BEP dulu.
5.      Trainer dan EO bisa berkembang secara bersama.

Yang saya sharingkan diatas adalah pengalaman saya. Mohon maaf kalau ada kalimat yang menyinggung teman2.

QUANTITY CREATE QUALITY
QUALITY CREATE VOLUME
VOLUME CREATE MONEY

Kalimat diatas saya dapatkan dari salah satu guru saya.

 

Iklan

Game, Pengakuan dan Penghargaan

Beberapa creator game saat ditanya “apa sih yang membuat sebuah game digandrungi dan dimainkan di gadget oleh banyak orang terutama anak-anak?”

jawabannya, ternyata adanya dua unsur menarik yang terkandung dalam game tersebut yaitu pengakuan dan penghargaan. maka bisa jadi kekurangan pengakuan dan penghargaan dari orang terdekat bisa menyebabkan seseorang kecanduan game.

Ah tiba tiba saya jadi membayangkan, gimana asyiknya ya jika saat anak anak melakukan hal yang benar namun selama ini dianggap biasa dan wajar oleh orangtuanya lalu pada suatu momen disambut dengan pengakuan seperti “kowe hebat Le” lalu diberi penghargaan berupa naik delman keliling kota ?

Meskipun demikian tidak semua game berdampak kurang baik, menurut salah seorang mantan gamers yang sudah bertobat, ada game yang cukup direkomendasikan yaitu tetris. tetris ini melatih kemampuan pengambilan keputusan. Hmmm…menarik juga, daripada mahal mahal mengikuti kursus decision making lebih efektif jika calon pemimpin mengkhatamkan tetris dengan skor tertinggi, sambil sayup-sayup terdengar suara “koq bodo,koq bodo” dari speaker gimbotnya.

Tips Membeli Buku Murah

Sebagai seorang yang cukup sering memebeli buku saya menemukan sebuah pola bagaimana agar bisa membeli buku dengan harga lebih murah. Untuk buku buku yang memang saya butuhkan dan saya yakin akan segera mempraktikkan, akan langsung saya beli tak peduli berapapun harganya. Namun untuk buku-buku yang menurut saya sangat menarik namun belum terlalu butuh nakan saya tunda sampai yakin akan ada waktu untuk membacanya. Dan tanpa sengaja seringkali saya menemukan buku buku yang saya tunda untuk dibeli malah bisa saya dapatkan dengan harga lebih murah. Oke langsung saja saya berikan tips tipsnya

Beli Saat Pre Order

Jika kita memang mengenal reputasi penulis, maka pre order adalah pilihan yang terbaik. Selain mendapatkan harga promo 20-40% kita juga dapat membantu penulis untuk memperkirakan berapa eksemplar yang harus diproduksi dan sekaligus membantunya untuk lebih produktif dalam berkarya. Saya sangat menyarankan membeli saat pre order ini.

Beli Saat Ulang Tahun Toko Buku dan Penerbit

Nah ini juga pilihan yang menggiurkan, biasanya saat ulang tahun toko buku mereka akan memberikan diskon besar. Sebagai contoh Gramedia memberikan diskon sampai 30% dengan menungganakan debit BNI saat ulang tahunnya. Penerbit Republika, Zaman, Mizan, Pro-U Media dll juga pernah melakukannya. Kepoin saja akun FB-nya toko toko buku besar dan Penerbit.

Beli Menjelang Akhir Tahun (Cuci Gudang)

Biasanya menjelang akhir tahun penerbit-penerbit, toko-toko buku, bahkan terkadang penulisnya sendiri sering memberikan diskon gila-gilaan untuk menghabiskan stocknya. Saya sebenarnya ga terlalu suka dengan cara ini, namun kalau pas kebetulan saya baca iklannya ya saya manfaatkan. Gramedia sendiri saat cuci gudang bisa menjual buku bukunyanya yang berkualitas dengan harga Rp5 sampai Rp10 ribu, namun dengan koleksi yang sangat terbatas tentunya.

Beli Langsung ke Penerbit

Ini juga salah satu tips untuk mencari buku yang sudah langka namundengan harga diskon. Sebagai contoh ketika saya mencari Buku Sentuhan Jiwa Anak Kita Karya Ustadz Muhammad Arifin Badri, saya berkeliling keliling toko buku dari Blauran sampai kawasan Ampel namun nihil. Ditengah hopeless saya menghubungi Penerbitnya (Daun Publishing) dan ternyata masih ada stock dengan harga diskon dari Rp150.000 menjadi Rp110.000. Saya juga pernah membeli lewat aku FB Penerbit Change untuk mendapatkan beberapa buku buku menarik dengan diskon yang menarik pula.

Beli di Lapak Buku Bekas Offline maupun Online

Jika buku itu memang penting dan sudah jarang beredar di toko buku, cobalah mencarinya di lapak buku bekas kalau di Surabaya ada di sekitar Jalan Semarang dekat Stasiun Pasar Turi. Nah kalau offline bisa mencarinya di Bukalapak, Instagram, maupun Facebook.

Beli Saat Pameran Besar

Pameran pameran seperti Jakarta Book Fair, Islamic Book Fair sampai Big Bad Wolf menawarkan diskon diskon yang sangat besar. Sebagai contoh saat Big Bad Wolf di Surabaya pada Oktober 2016 lalu, saya memborong buku buku impor dengan diskon sampai 60% dan untuk buku buku terbitan Mizan group bisa didapatkan dengan harga Rp10 sampai Rp15 ribu.

Beli Versi Ebooknya.

Jika anda peduli pada lingkungan dan lebih suka membaca via gadget cukup beli versi ebooknya dengan harga yang lebih murah. Bisa melalui Scope, Amazon, dll.

Beli ke Lapak Saya

Saya berencana mengurangi koleksi Buku yang saya miliki. Buku buku yang saya akan saya jual kebanyakan bertema Buku Marketing, Metode Penelitian, Buku Motivasi Bisnis, Novel, Biografi dan masih banyak lagi. Tentu saja akan saya jual dengan diskon gendeng-gendengan dan juga berhadiah Ebook. Untuk koleksi bisa Dibuka di Instagram saya dan akan saya upload kalau ada waktu.

Beli Menjelang Bulan Ramadhan

Khusus untuk buku buku islam, biasanya banyak sekali diskon di toko toko buku islam dan penerbit buku islam. Seperti Toko Buku Media Anda di Surabaya bisa memberikan diskon sampai 30%

 

Cara Mempelajari Kitab atau Buku PENTING Agar Lebih Mudah dan Masuk Ke Bawah Sadar

Berikut ini adalah tulisan dari Mas Fahmy Arafat Daulay yang saya salin karena menurut saya penting.

  1. Memohon izinNya agar ilmu yang dipelajari diberkahi dan penuh manfaat, dunia akhirat. Langkah TERPENTING diatas semua langkah selanjutnya. PASTIKAN KAU LAKUKAN ini dulu sebelum meneruskan ke langkah berikutnya. Sekali lagi, PASTIKAN KAU LAKUKAN LANGKAH INI DULU dengan FULL KHUSYU’ sebelum melakukan langkah lainnya.
  2. WAJIB MENULIS kan secara persis apa yang diinginkan dari buku itu?
    Apa saja manfaat kalau membaca, mempraktekkan dan menguasai secara sempurna ilmu dari kitab itu?
    Apa efeknya dalam kehidupanmu?
    Apa pengaruhnya dalam keuanganmu? Percaya Dirimu? Kedekatanmu pada Tuhanmu? Keluargamu? Kecerdasanmu?
    Langkah ke 2 ini SANGAT KRUSIAL UNTUK DILAKUKAN, sebab kalau tidak, kau hanya akan buang buang umur saja saat membaca dan mempraktekkanya . Ingat, DITULIS, bukan DIINGAT saja.
  3. Baca Sampul Belakang, Profil Penulis, Kata Pengantar, Pendahuluan, Daftar Isi, Judul Judul Bab, Bagian Bagian yang bercetak tebal dan Kesimpulan. Fungsinya, agar anda memahami sebenarnya maksud si penulis itu apa.
  4. Buat Peta Pikiran Sederhana yang merangkum sebagian kata kunci yang sudah didapati di riset awal tadi.
    Kata Kunci adalah kata yang sering disebutkan dan istilah istilah yang penting dipahami. Juga, kalau perlu tuliskan juga pertanyaan pertanyaan anda, jika ada.
  5. Pidatokan Pemahaman Anda terhadap Isi Buku Awal itu.
    Suarakan dengan keras seolah anda berpidato didepan ribuan orang. Kalau perlu, berikan aksi teatrikal saat melakukannya. Ini akan membantu anda bisa mudah menjelaskan pada orang lain tentang apa yang sudah anda pelajari. Juga membuat ketrampilan Public speaking anda jadi semakin Hypnotic.
  6. Baca Bukunya dengan cara anda sendiri (atau baca cepat/kilat) lalu ulangi langkah 4 – 5 dengan lebih DETIL lagi.
  7. Lihat Baik Baik Peta Pikirannya lalu Tutup Peta Pikiran itu lalu buat yang baru, seingat anda. Kalau ada yang lupa, lihat saja lagi Peta Pikiran Awal. Ulangi setiap hari sekali atau silakan atur waktunya senyaman anda sendiri.
  8. Yang terpenting, AMALKAN ISI BUKU ITU SETIAP HARI dan BAGIKAN ILMUNYA pada orang lain. Ini agar ilmunya jadi Berkah dan Menjadi Amal Jariyah anda.
  9. Jika kau merasa cara ini terlalu banyak, maka Lakukan saja langkah pertama yaitu mohon izin dan berkah dariNya sebelum belajar ilmu apapun. Baca lagi Langkah yang Pertama.

    Ingat Selalu Prinsip Ini:

    ‘Kalau kau belum bisa mengamalkan semuanya, jangan tinggalkan semuanya’

    Semoga Manfaat, untuk diri saya sendiri dan siapapun yang membacanya, aamiin

    #Mantra #Pembelajaran

Membuat To Do List yang Tidak Membebani

Sudah menjadi kebiasaan saya (kalau ingat) untuk membuat to do list jika banyak sekali pekerjaan yang harus saya lakukan dalam seharian. Misalnya seperti dibawah ini.

wunderlist

Untuk awalan, biasanya saya selesaikan satu pekerjaan yang saya anggap mudah dan cepat untuk diselesaikan. Satu tugas yang selesai akan membangkitkan mood saya untuk memnyelesaikan tugas tugas berikutnya. Berikutnya saya akan mengeksekusi tugas yang paling penting pada hari itu. Setelah itu baru menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan lainnya. Namun anehnya sepanjang perjalanan mengerjakan tugas tugas tersebut saya cenderung merasakan beban ketimbang semangat. Sensasi yang saya rasakan seperti memanggul sebuah ransel tentara yang seberat 20 Kg, yang bebannya sedikit demi sedikit akan berkurang setiap satu tugas terselesaikan. Artinya saya menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan tersebut sambil membawa beban psikologis.

Syukurlah, saya menemukan cara agar dalam menyelesaikan semua to do list tersebut, saya tidak merasa terbebani.

Bagaimana caranya ?

Caranya ternyata mudah, saya hanya perlu mengganti kalimat-kalimat to do list yang saya tulis di atas menjadi seperti ini.

anydo

Yup, saya hanya menambahkan kata sudah.

penambahan kata sudah ini ternyata memberikan gambaran yang menyenangkan dan mengasyikkan. Saya bayangkan semua laporan dan pekerjaan saya sudah rapi tersedia di meja saya untuk di konsumsi oleh atasan saya. Gambaran yang menyenangkan itu membuat saya antusias dan tidak terbebani dalam menyelesaikan pekerjaan. To Do List yang menyenangkan ini dikenal juga dengan nama Goal List. Ilmu ini saya dapatkan dari youtubenya Pak Antonius Arif. Silahkan meluncur kesana.

Pelatihan Pemanfaatan Sosial Media Bagi Perusahaan

Biasanya setiap mengikuti training sehari penuh yang ada adalah badan capek pengen tidur, kemudian besoknya langsung kerja lagi tanpa sempat menuliskan kembali apa yang didapat selama pelatihan. kalaupun sempat biasanya minggu depannya pas sempat dan sayangnya banyak sekali materi yang terlupakan, ketika melihat catatan cuma bisa mengguman ini maksudnya apa ya aku nulis kaya gini minggu kemarin. makanya itu aku berharap untuk setiap perusahaan yang mentraining karyawannya berilah libur satu hari agar hasilnya mengendap di pikiran dan ada waktu untuk mengikatnya melalui tulisan dengan kondisi sangat fresh 😀

Nah kali ini, walaupun badan capek, ngantuk, dan besok banyak kerjaan yang menunggu maka hasil workshop hari ini aku tuliskan secara ringkas dan “kasar” mungkin juga tidak lengkap karena saat datang juga terlambat dan saat mengikuti training disambi mengerjakan tugas kantor

Oke hari ini pelatihannya tentang pemanfaatan sosial media bagi perusahaan yang dibawakan oleh secara bergantian oleh mas kreshna aditya dan mas akhmad guntarion dengan proporsi 65% mas kreshna dan 35% mas guntar.

Sesi pertama dimulai dengan pengenalan sosial media mulai dari kategori collaborative project (wikipedia), blogs & microblogs (twitter, blogspot, wordpress), content communities (youtube, dailymotion), social networking site (Facebook, Path), virtual game world, (world of warcraft), virtual social worlds (secondlife)

Diantara semua media sosial itu FB dan Twitter mempunyai audiens yang paling banyak, bahkan ketika kita menganggap FB sudah jenuh ternyata menurut data statistik pertumbuhunannya masih terus berlangsung. Idealnya untuk perusahaan harus mempunya Facebook Pages dan juga twitter.

Selama ini penggunaan social media terutama facebook dan twitter tidak diperkenankan melalu jaringan internet kantor kecuali pas training ini hehe..namun sebenarnya socmed ini bisa memberikan manfaat bagi perusahaan yaitu

  1. Pengenalan terhadap merek. Paling males kalo ditanyain kereja dimana mas ? // di Pe*e*e // itu perusahaan apa ya ? koq ga terkenal. Bahkan ada teman yang sedih begitu terima kerja di sini, namun 2 bulan kemudian gembira campur terharu saat mengikuti upacara di kantor pusat dan mendengarkan lagu mars PLN, oh ternyata perusahaan kita ini PLN group juga ya // -_-‘
  2. Pembentukan komunitas. Nah kalo pengin ngumpulin massa atau pengikut banyak mending bikin komunitas seperti jamil azzaini yang punya komunitas sukses mulia, atau auladi parenting school yg punya komunitas yuk jadi orang tua shalih, atau temen SMA saya yang membentuk AS Roma Fans Club dan menjadi presidennya. menurut pakar marketing yuswohady saat ini jamannya menjual sesuatu kepada komunitas.
  3. Pemaparan berulang. Asli pas bagian ini ga denger
  4. Otoritas Perusahaan. Perusahaan yang konsisten memberikan content dalam suatu bidang sesuai keahliannya, lama kelamaan akan diangkap pakar (punya otoritas) oleh orang lain. misalnya pada percaya kan kalau kita pengen tau tentang layanan seluler, bisa ditanyakan kepada telkom atau telkomsel. jika terkait dengan bagaimana mencuci yang bersih bisa bertanya kepada elextrolux
  5. Pengaruh Perusahaan. ini juga lupa
  6. Kunjungan ke situs. media sosial seperti facebook, twitter, dan youtube bisa menjadi jalan atau kendaraan untuk menuju rumah (website) perusahaan.
  7. Pemahaman tentang pasar. dengan adanya socmed perusahaan bisa mengetahui secara langsung anggapan pasar terhadap perusahaannya yang bisa berupa sentimen negatif atau positif. perusahaan juga bisa tau apa yang dikeluhkan dan diinginkan oleh pelanggan sehingga menjadi peluang untuk semakin meningkatkan engagement dengan pasar.
  8. Keunggulan kompetitif. Socmed bisa menyediakan sejumlah tools statistik yang bisa membandingkan antara posisi perusahaan kita dengan perusahaan pesaing. kemudian menentukan strategi yang tepat untuk mengalahkannya.

jika pemanfaatan socmed ini berhasil maka perusahaan dapat mengurangi biaya pemasaran mereka. Lalu apa saja sih indikator kesuksesan pemanfaatan sosial media bagi perusahaan :

  1. Kunjungan.
  2. Interaksi.
  3. Penjualan.
  4. Lead/Potensi
  5. Mesin Pencari.
  6. Pengukuran Merek.
  7. Hubungan Masyarakat.
  8. Keterlibatan audiens.
  9. Retensi dan loyalitas
  10. Profit.

Lalu bagaimana memulainya ? yang paling sederhana dorong para karyawan untuk menampilkan nilai nilai dan budaya perusahaan mereka kedalam tweet atau status di media sosial masing masing. Hal ini setidaknya membuat orang lain berfikir “Oh pantes saja orang ini ramah, baik, hangat dan juga ganteng, ternyata orang ini karyawan perusahaan x

Setelah para karyawan familiar dengan socmed barulah dibuat tim sosial media. tim ini yang nantinya akan merumuskan panduan penggunaan socmed dalam perusahan. ada pansuan pansuan yang bersifat umum ada juga yang bersifat khusus (misalnya ketika terjadi krisis). Panduan bisa ATM ke IBM, Walmart, ataupun intel.

Setelah panduan jadi, mulailah menentukan apa sih tujuan perusahaan kita masuk ke ranah socmed, lalu tentukan siapa sih yang nantinya akan jadi audience, siapa target pasatrnya. tujuan menentukan siapa

Selanjutnya baru contentnya, content ini tak melulu harus berisi kompetensi utama perusahaan kita, tetapi juga bisa memberikan informasi keseharian karyawan kita dalam menjalalankan tugasnya sehari-hari. lalu coba angkat sisi humanis yang disampaikan salam story telling yang engaging dan emosional. Misalnya bagaimana para karyawan perusahaan ini berjuang untuk menerangi indonesia. kemudian program program CSR juga bisa dimasukkan untuk meningklatkan citra perusahaan

socmed

BONUS

Ternyata training ini juga bermanfaat untuk kepentingan pribadi, kalau boleh di list antara lain :

  1. Linkedin. berisi informasi pribadi kita mengenai kompetensi yang kita punya, project projet yang sudah pernah kita selesaiakan, training training apa yang sudah diikuti. bahkan didalam linkedin juga da forum diskusi untuk topik topik tertentu sesuai dengan bidang yang dikuasai. kesemuanya ini secara otomatis bisa meningkatkan atau menurunkan citra perusahaan.
  2. Quora. Forum Tanya Jawab yang berkualitas tingi tentang suatu topik. bisa meningkatkan nilai diri kita dihadapan manusia (bukan dihadapan Allah) jika kita bisa memberikan jawaban yang memuaskan.
  3. Pocket. Menyimpan berita yang menarik untuk dibaca ketika senggang dengan tampilan yang ramah mata.
  4. Google Alert. Memberikan notifikasi jika ada orang yang googling nama perusahaan kita atau kita sendiri.
  5. Zite. Menyajikan berita berita sesuai topik yang diingini
  6. Security Facebook. Nah ini saya seneng, dengan mengatur ulang sistem keamanan, saya bisa nyampah di facebook tanpa bisa dibaca oleh orang sekantor yang nantinya malah jadi gosisp.
  7. Goodread. Mau tau review suatu buku baca bukunya disini, pengen tau si pakar A bacanya buku apa aja sih ? hasil reviewnya si A itu bagaimana sih ? apakah sangat berkualitas.
  8. Pemanfatan Socmed untuk mendulang amal jariyah, menyebarkan konten positif dan akhirnya memaksa diri sendiri untuk lebih baik agar yang diucap/ditulis sesuai dengan kenyataan

Ah saya tiba tiba teringat toko souvenir mertua saya dan juga masjid kompleks saya. sudah tiba saatnya mengoptimalkannya dengan sosial media 🙂

Public Relation Training : Aku Dan Kau Berkilau

Daripada ngantuk mending mencatat training ini sekaligus upaya penghargaan kepada perusahaan yang memberikan kesempatan training. Judulnya memang dibawakan seperti ini oleh Diah Litasari JLP (Jeng Lita Powers), pelesetan dari JRP (John Robert Powers), kesan awal koq seperti judul iklan shampo sunsilk.

Awal sesi diminta untuk mengungkapkan kelebihan diri sendiri dan kekurangan diri sendiri. ada yang mudah menyebutkan ada yang susah mengungkapkan, satu yang pasti lebih mudah menilai kelebihan atau kekurangan orang lain.

Kita bisa membranding diri kita, jika kita sudah mengenali diri sendiri baik kelebihan, kekurangan maupun potensi diri sendiri.  Sedangkan penilaian orang lain tergantung dari performance yang ditampilkan.

Kepribadian adalah perilaku yang ditampilkan dan dikerjakan dalam kehidupan kita sehari-hari di rumah, di kantor, dan lingkungan lainnya.

Untuk menjadi pribadi yang disenangi dan dinanti perlu rumus S6

  1. Smile : Senyum dari hati mampu memberi rasa nyaman pada orang lain.
  2. See : Tatapan mata yang tulus menunjukkan bahwa kita ramah, tertarik, dan fokuspada orang lain. Ketika seseorang datang pada kita sebenarnya orang tersebut menggagap kita bisa dimintai pendapat atau membantu menyelesaikan masalah, maka jangan diabaikan.
  3. Say (3 Magic Word) : Minta tolong, Maaf, Terima Kasih diikuti dengan menyebut nama orang yang sedang melakukan interaksi dengan kita.
  4. Smart : Memampukan diri menjadi pribadi yang cerdas, dan agen perubahan positif bagi lingkungannya.
  5. Solutif : Mampu menciptakan rasa aman dan nyaman ketika menemukan perbedaan.
  6. Sportif : Memperbaiki diri dan merayakan keberhasilan orang lain.

3 langkah menjadi pribadi yang berkilau yaitu EPL (Eat, Pray , Love)

Eat : pastikan selalu EAT di pagi hari untuk kekuatan energi pikir dan aktifitas yang luar biasa sepanjang hari. Orang yang ga sarapan energi berfikirnya cepat lelah.

Pray : Sebelum melakukan atau berganti aktifitas apa saja di hari ini.

Love : Tebarkan Love dengan semua hamba Allah yang kita jumpai hari ini. Layani dengan sepenuh hati, dengan cinta. Insya Allah, yaqin, cinta itu akan kembali pada kita. Bahkan kita akan merasakan cinta yang lebih besar dan sejati dari Sang Maha Cinta.

Komentar Moderator :

Terkait hubungan sesi training kepribadian ini dengan penggunaan media sosial perusahaan adalah pentingnya kepribadian agar menampilkan kepribadian yang sebenarnya, baik offline maupun online. Ada prinsip prinsip dalam media sosial yang bisa diterapkan di dunia offline, misalnya  fitur @mention pada twitter untuk menarik perhatian orang bisa digunakan di dunia offline dengan menyapa langsung dengan santun ketiuka bertemu di jalan.

sesi training kepribadian ini diharapkan membuat pemegang akun media sosial perusahaan menampilkan pribadi yang percaya diri tetapi juga tidak terlalu narsis atau urakan. Contohnya ada model pengguna media sosial yang punya akun, tapi ga berani bicara, ga berani mengeluarkan pendapat, karena merasa ga punya kelebihan, sebaliknya ada yang narisis sampai lupa bicara yang diluar dirinya sendiri. ada juga pemegang akun yang bawanya ngajak twit war. Kita bicara di akun media sosial perusahaan sebagai intitusi bukan pribadi.

Pertanyaan :

Misalnya dibandara di sapa orang, kerja dimana mas ? PJB itu perusahaan apa ? lalu setelah tau PJB masih satu group dengan PLN, orang tersebut langsung protes “koq listriuk di kalimanta byar pey dll. terus sebaiknya saya menyampaikan kondisi yang sebenarnya atau ngeyem-ngeyemi (ngadem ngademi) ?

Jawaban : Jelaskan dulu posisi PLN dan PJB (sekaligus memperkenalkan PJB dan bangga dengan PJB). tak perlu ngedem ngedem (bluffing) jika kita tidak tau persis kondisi sebenarnya, karena akan memperburuk citra perusahaan. usahakan tukar contact-nya, tukar .