Arah dan Sumber Motivasi

Sudah jamak bahwa manusia akan berusaha untuk memburu kenikmatan dan atau menghindari kesulitan, termasuk anda dan juga saya. Benar atau benar ? Misalnya seorang karyawan bisa saja bekerja habis habisan agar cepat promosi, dalam hal ini karyawan tersebut mempunyai arah motivasi mendekat. Arah motivasi mendekat maksudnya motif seseorang melakukan tindakan karena ingin mengejar sesuatu (memburu kenikmatan). Seorang karyawan yang lain bisa jadi berkinerja tinggi justru karena takut dimarahi atasannya, dalam hal ini karyawan tersebut mempunyai arah motivasi menjauh. arah motivasi menjauh maksudnya motif seseorang melakukan suatu tindakan karena ingin menghindari sesuatu yang tidak diinginkan menimpa dirinya (menghindari kesulitan).

Seseorang bisa mempunyai arah motivasi yang berbeda-beda tergantung konteksnya. Misalnya saya sendiri, dalam konteks memilih rumah tinggal saya menginginkan rumah lingkungannya dekat yang dekat dengan kantor, sekolahan anak, dan juga masjid jami’. Kemudian dalam hal memilih mobil,  saya memilih mobil yang perawatannya mudah dan memiliki sistem keamanan yang tinggi agar saya tidak pusing dan tidak merasa khawatir di kemudian hari. Jadi hampir tidak ada orang yang hanya memiliki satu jenis arah motivasi dalam semua konteks kehidupannya.

Arah motivasi ini juga dapat berubah tergantung waktu. Misalnya pada saat memilih rumah tadi, saya memilih rumah yang lingkungannya dekat yang dekat dengan kantor, sekolahan anak, dan juga masjid jami’. Namun setelah saya tinggali selama 4  tahun ternyata rumah tersebut selalu menjadi kawasan langganan banjir. sejak saat itu saya lebih memilih rumah yang jauh dari kawasan banjir.

Lalu mana yang lebih baik diantara kedua arah motivasi tersebut ? jawabanya tidak ada yang lebih baik. Semua dapat dimanfaatkan untuk memberdayakan diri kita. Misalnya setelah kita menyadari bahwa arah motivasi kita dalam berkarya adalah mendekat, maka kita dapat memotivasi diri dengan  cara mengiming-imingi diri sendiri dengan hadiah atau imbalan yang sangat bernilai. Sebaliknya jika kita menyadari bahwa arah motivasi kita menjauh dalam konteks menyelesaikan pekerjaan, maka kita bisa memotivasi diri sendiri dengan menghadirkan gambaran gambaran mental yang tidak kita inginkan, sehinga kita terpacu untuk menghindarinya. Hal yang sama juga dapat kita aplikasikan ketika ingin memotivasi orang lain. Terlebih dahulu tentunya adalah mengetahui apakan orang tersebut memiliki arah motivasi yang mendekat atau arah motivasi yang menjauh ? setelah itu barulah kita dapat mempengaruhi sesuai arah motivasinya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s