Membangun Keintiman dengan Pasangan

Sebuah hubungan romansa pada umumnya di awali fase honeymoon dimana segalanya tampak indah dan manis. Kekurangan pasangan kita seolah tertutupi oleh euforia yang menyelimuti romansa tersebut. Setelah kurang lebih 6 bulan hubungan akan memasuki fase kedua yaitu fase adaptasi, pada saat ini mulai muncul gesekan gesekan seperti “aku maunya kamu seperti ini” pada fase ini saling terjadi penyesuaian penyesuaian, mulai saling mengetahui apa yang diinginkan dan tidak diingankan pasangannya. Masa ini berjalan antara 2 sampai 3 tahun. Setelah itu hubungan akan masuk pada fase yang ketiga yaitu fase stabil. Fase dimana masing masing pasangan sudah saling memahami pola pola hubungan yang terjadi serta saling memaklumi sifat sifat pasangannya. Pada fase ini hubungan sudah mulai membosankan. Untuk mengatasi kebosanan tersebut perlulah dibangun keintiman dintara pasangan, bagaimana caranya ?

Untuk membangun keintiman ada 5 tahapan yang harus dilalui yaitu : komitmen, kepercayaan, komunikasi, kompromi, baru kemudian masuk ke keintiman.
Komitmen artinya aku akan tetap bersamamu meski aku tak ingin bersamamu. Kepercayaan maksudnya terbangun rasa positif diantara pasangan bahwa mereka sudah saling berkomitmen. Komunikasi artinya saling menyediakan wadah untuk menampung curhatan pasangannya dan memberi respon terbaik. Lalu dengan baiknya kominikasi maka akan tercipta iklim saling kompromi. Setelah itu barulah masuk ke keintiman. Sayangnya banyak pasangan yang langsung habis habisan intim saat masih di fase honeymoon.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s