Review Buku Bakat Bukan Takdir

BBT

Melanjutkan buku Anak Bukan Kertas Kosong, kali ini Bukik menggandeng Andre Firdaus meluncurkan buku keduanya yaitu Bakat Bukan Takdir. Konsep dasar dari Buku ini masih mirip dengan buku pertama, yaitu kedepan anak-anak kita akan menghadapi tantangan zaman yang semakin kreatif. Zaman dimana sumber daya alam semakin terbatas, berlimpahnya pilihan dan laju perkembangan teknologi yang tak terbendung. Untuk menghadapi tantangan zaman ini anak perlu bekal untuk menghadapinya. konsekuensi zaman kreatif adalah perubahan makna profesi hingga muncul profesi baru. Buku ini menjelaskan beberpa kesalahan dalam memahami Bakat.

  1. Bakat itu bawaan dari lahir. Bakat adalah hasil belajar yang berkelanjutan pada suatu bidang tertentu. Tanpa proses belajar, bakat tidak akan berkembang.
  2. Satu Orang hanya bisa punya satu bakat. Karena bakat adalah hasil belajar maka pada dasarnya setiap orang bisa punya lebih dari satu bakat tergantung keseuaian potensi diri dan kesempatan di masyarakat.
  3. Bakat itu potensi. Bakat adalah tindakan nyata atau karya yang dihasilkan seseorang dan dihargai masyarakat. Tanpa tindakan atau karya, maka hanya akan menjadi potensi.

Baiklah, jadi apa jawaban untuk menghadapi tantangan-tantangan di zaman kreatif tersebut. Menurut buku ini (bukan saya) jawabannya adalah menjadi pendidik yang menumbuhkan bagi anak-anak kita. Pendidik yang menumbukan menganggap anak sebagai pelajar sepanjang hayat. Karena itu pendidik yang menumbuhkan tidak pernah mendikte atau memaksakan kemauan pada anak.Anak dihargai kebutuhan dan keinginanya. Anak diberi kesempatan berfikir untuk menemukan pilihan terbaik.

bbt siklus

Ada sebuah siklus yang menjadi pondasi dasar dari kebiasaan menumbuhkan ini yaitu : (1) Jeda-Selaraskan, (2) Fokuskan, (3) Stimulasikan, (4) Refleksikan. Siklus ini sedikit banyak mengadopsi dari 7 Habits-nya Steven Covey. Jeda-Selaraskan mirip dengan prinsip pertama 7 habits yaitu proaktif, artinya pendidik belajar menghindari sikap reaksioner terhadap perilaku anak. Lalu Fokuskan mirip dengan prinsip kedua 7 habits yaitu Mulai dari akhir. maksudnya pendidik fokus pada tujuan jangka panjang yang ingin dipakai. Stimulasikan maksudnya alih-aloh mendikte pendidik yang menumbuhkan justru menstimulasi anak untuk berfikir menemukan tindakan yang tepat untuk memenuhi kebutuhan atau emosinya. Refleksikan artinya pendidik berefleksi apakah langkah-langkahnya telah menumbuhkan potensi anak. Masing-masing tahapan siklus ini telah dilengkapi panduan untuk berlatih.

KDBBT

Lalu kemampuan apa saja yang harus dimiliki oleh seorang pendidik yangmenumbuhkan ? Kemampuan itu adalah Bertanya, Bercerita, Memberi Umpan Balik yang menumbuhkan melalui komunikasi verbal dan non verbal

Bagi saya pribadi kemampuan ini cukup familiar, meskipun masih dalam ranah knowledge belum sampai kepada praktik yang konsisten. Kemampuan bertanya ini merupakan salah satu kemampuan dasar dalam melakukan coaching, apalagi klien coachingnya sangat spesial yaitu putra putri kita sendiri. Sekali lagi buku ini menjelaskan langkah demi langkah serta latihan-latihan apa saja yang perlu dilakukan untuk mengasah kemampuan-kemampuan tersebut.

Menuju bagian penting dalam buku ini, merujuk pada Howard Gardner, Mas Bukik mengklasifikasikan kecerdasan majemuk menjadi 8 kecerdasan. Masing-masing ada simulasi latihan untuk mengasah masing-masing kecerdasan. Ya Buku ini memang  lebih banyak berisi latihan seperti buku LKS dan mengharapkan peran aktif pembacanya untuk berlatih. Maka buku ini agak sulit jika hanya dibaca santai sambil tiduran lalu berharap semua materinya masuk ke bawah sadar hehe..

8 kecerdasan

 

Akhir kata, saya ucapkan selamat membaca dan berlatih.

2 thoughts on “Review Buku Bakat Bukan Takdir

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s