Apa itu Coaching ?

Saat ini saya sedang mempelajari pengetahuan baru yaitu coaching. oleh karena itu saya akan menuliskannya secara berkala di blog ini mengenai coaching. Tulisan ini merupakan tulisan perdana menganai coaching.

Hmmm…binatang apa sih coaching itu ? berdasarkan yang saya pahami dari berbagai definisi. Coaching adalah suatu proses yang dilakukan coach untuk memberdayakan seseorang (coachee) dari kondisi saat ini menuju kondisi yang diharapkan melalui proses mendengarkan, mengajukan pertanyaan-pertanyaan efektif, memberikan umpan balik, serta mengapresiasi upaya-upaya yang dilakukan oleh coachee.

Untuk memiliki kompetensi sebagai seorang coach, ada beberapa lingkup yang harus dikuasai. Mulai dari knowledgenya, skillnya, hingga attitude yang harus dimiliki oleh seorang coach.

Penjelasan dari tujuan coaching itu sendiri adalah coachee/klien/orang yang di coach (bisa staf, klien, teman, murid, downline) bisa mengeluarkan solusi dari dalam dirinya sendiri. Jadi solusi tidak diberikan oleh coach. Coach hanya memfasilitasi coachee agar mereka menemukannya sendiri.

Ah saya jadi teringat komik yang saya baca waktu saya kecil yaitu ‘Kungfu Boy’. Komik ini menceritakan tokoh utamanya yang bernma Chinmi seorang murid dari perguruan Dairin Ji. Pada tiap episodenya, Chinmi selalu dihadapkan pada permasalahan-permasalahan yang harus dipecahkan. Uniknya sang guru tidak menyuapi Chinmi dengan solusi. Sang Guru hanya menyuruh Chinmi untuk berfikir serta memberikan pancingan-pancingan yang menstimulus Chinmi untuk menemukan solusinya.

Okey sekarang saya akan mencacah skill-skill apa yang harus dimiliki oleh seorang coach.

  1. Mendengarkan secara efektif. Ada pepatah yang mengatakan membaca dan menulis adalah dua sisi mata uang. Maksudnya untuk bisa menulis seseorang seyogyanya juga gemar membaca karena bahan bahan tulisannya berasal dari apa yang ia baca. begitu pula bertanya dan mendengar juga merupakan dua sisi mata uang. bagaimana bisa seorang coach memberikan pertanyaan-pertanyaan yang powerfull jika sebelumnya ia tidak mempunyai kesabaran dalam mendengar. So..buat anda yang sudah terbiasa menjadi tempat sampah hehe…saya ucapkan selamat kepada anda, karena anda sudah mempunyai modal dasar untuk menjadi seorang coach.
  2. Bertanya dengan cara yang tepat. Sebuah pertanyaan bisa memberdayakan bisa juga menimbulkan masalah baru. Misalnya pertanyaan, “Apa sebenarnya yang anda inginkan dalam hidup ini ?” bandingkan dengan pertanyaan seperti ini, “kamu mengerjakan tugas semudah ini koq gak bisa sih ?” Kuasai teknik bertanya yang tepat.
  3. Memberikan Umpan Balik. proses memberikan umpan balik harus berdasar pada informasi dari klien baik secara verbal maupun dari bahasa tubuhnya. kemudian dari tindakan-tindakan coachee/klien atas komitmen mereka dan tugas-tugas yang diberikan pada sesi coaching sebelumnya.
  4. Memberikan Apresiasi.Pada sesi coaching kemajuan sedikit apapun yang dialami oleh coachee harus diapreasi.
  5. Memberikan Dukungan. Dukungan yang dimaksud adalah untuk mengeksplorasi lebih dalam lagi
  6. Membuat tindakan terukur. Tindakan yang baik adalah tindakan terukur yang cara pengukurannya diketahui oleh coach dan coachee

Selain skill inti di atas, seorang coach sebaiknya menguasai bidang yang menjadi spesialisasinya. Baiklah sampai di sini dulu tulisan perdana saya mengenai coaching. Bila ada pertanyaan misa ditanyakan di kolom komentar.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s