Cerita Pengalaman Umrah dari Surabaya : Part 1 Persiapan

Seperti yang pernah saya tuliskan di posting sebelumnya, bahwa membeli pengalaman merupakan sesuatu yang everlasting. Sensasinya akan terus terasa indah dan membahagiakan meski sudah lama berlalu. Lalu bagaimana jika pengalaman itu tak hanya indah dan membahagiakan, namun juga bernilai ibadah, menghilangkan kefakiran sebagaimana api menghilangkan karat pada besi, dan memperbarui iman setiap kali mengenangnya. Itulah yang saya rasakan ketika melaksanakan ibadah umrah pada tanggal 28 Desember 2014 sampai 12 Januari 2015 yang lalu. Alhamdulillah dengan sedikit kenekatan akhirnya bisa berangkat menjadi tamu Allah. Berawal pada Oktober 2014 ketika saya memikirkan apa yang harus dilakukan dengan cuti tahunan yang menyisakan 10 hari untuk diambil. Pada saat yang hampir bersamaan saya melihat promo Umrah Jejak Nabi bersama Ustadz Fauzil Adhim dengan rate $2100 berangkat dari Jakarta, saya membayangkan pasti seru jika selama umrah saya bisa memuaskan hasrat berdiskusi dengan beliau. Namun Isteri dan Ibu saya menyarankan kalau umrah niatnya semata semata untuk mencari keridhaan-Nya bukan berdiskusi dengan Ustadz. Apalagi karena ini pengalaman pertama, saya di sarankan untuk memilih travel dari kota tempat tinggal saya (Surabaya).

Setelah meluruskan niat mulailah saya browsing membandingkan berbagai travel di Surabaya. Singkat cerita saya memilih Umrah ekonomis (paket barokah) 16 hari bersama Arofahmina dengan rate $2150 all in. Kurs saat itu masih Rp 12.200. Pertimbangannya, harga cukup ekonomis dan jadwalnya pas sehingga saya bisa memaksimalkan cuti saya ditambah libur natal dan tahun baru yang totalnya pas 16 hari🙂

Saran saya jika ingin memilih travel (khusus surabaya), datanglah pada saat pameran di Royal Plaza ataupun City Tommorow. Pameran biasanya diadakan setelah musim haji selesai dan di awal sekitar bulan Februari. Saat pameran biasanya ada Diskon antara $100-$200

Setelah memilih travel, saya segera menukar Rupiah dengan Dollar di Money Changer untuk membayar DP dan pelunasan. Saya tidak menyarankan membayar dalam bentuk rupiah kepada travel karena kursnya lebih merugikan dibandingkan dengan money changer. Untuk money changer saya merekomendasikan Dua Sisi Valas di Ciputra World karena kualitas uang Dollarnya bagus (seperti baru), dan ratenya bagus. Gunadi Valasindo sebenarnya ratenya lebih baik, hanya saya uangnya lebih lecek. Biasanya travel agak rewel minta dollar yang bagus.

Selanjutnya setelah dokumen dokumen standar seperti paspor,visa, akta kelahiran di setor ke travel, persyaratan berikutnya adalah Suntik Meningitis dan Influenza di Kantor Kesehatan Pelabuhan (Juanda) atau di Perak.

Untuk Packing selain pelengkapan dari travel, cukup membawa baju seperlunya saja, karena cuaca di sana kering sehingga tubuh tidak gampang berkeringat. andaikan kurang, bisa beli baju disana. Item tak biasa yang manfaatnya sangat terasa ketika berada disana adalah celana dalam kertas sekali pakai yang disiapkan oleh isteri dari Surabaya. Sekali terkena najis langsung buang. Ini sangat bermanfaat untuk menghemat waktu.

Di Antar Ibu sampai Bandara
Di Antar Ibu sampai Bandara

Akhirnya hari yang ditunggu datang juga. Pada hari Minggu tangal 28 Desember 2014 pukul 03:45 saya berangkat menuju Terminal 2 Bandara Internasional Juanda. Rute penerbangannya menggunakan Air Asia (Surabaya – Kualalumpur) dan Air Asia X (Kualalumpur-Jeddah).

Penerbangan menuju Kualalumpur ini sekitar setengah jam setelah pesawat Air Asia QZ 8501 Surabaya-Singapura yang mengalami kecelakaan itu. Ketika transit di Kualalumpur barulah kami semua memperoleh kabar bahwa pesawat Air Asia QZ 8501 mengalami kecelakaan. Kami semua agak shock mendengarnya, namun tak ada yang lebih cemas selain keluarga kami di Surabaya yang mendengar berita tersebut dari televisi. Akibat peristiwa tersebut transit kami di KL berubah menjadi Delay selama 6 jam. Kami gunakan waktu transit tersebut untuk berdoa dan meminta doa dari keluarga dan teman pengajian di Indonesia. Bersambung….

2 thoughts on “Cerita Pengalaman Umrah dari Surabaya : Part 1 Persiapan

  1. subhanallah… merinding bacanya mas😦
    aku udah baca part 2 juga.
    merinding karena sejak dulu aku pengeeeen banget haji umroh.
    mohon doanya ya mas, semoga bisa segera terwujud, bersama ibu dan keluarga kakak. aamiin🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s