Sesuatu Baru Terasa Berharga Setelah Kehilangan, Klise ?

Bulan bulan ini ada beberapa kejadian yang kurang menyenangkan (aku tak suka menyebutnya sebagai kesialan atau keapesan, karena segala sesuatu yang terjadi sudah di gariskan). Kejadian pertama saat rumah keluarga kami berhasil di bobol maling saat aku sedang dinas luar kota. Syukurlah hanya sepeda pancalku yang hilang, sedang anak dan isteriku aman. Kejadian ini membuatku semakin waspada untuk selalu mengunci rapat rumah terutama saat siang hari. Resikonya ya harus ribet bolak balik buka tutup dan kunci pagar setiap keluar masuk rumah. Mungkin hampir mirip seperti Kantor Konjen AS di  kawasan Citraland, bedanya tidak ada penjaga keamanan dan anjing pelacaknya. Okelah soal sepeda pancal aku sudah merelakannya, mungkin dia lebih bahagia bersama si maling daripada bersamaku yang jarang kunaiki. Harapanku hanya satu semoga sepedanya bisa dimanfaatkan untuk kebaikan dan tidak digunakan sebagai kendaraan untuk melarikan diri ketika maling lagi, karena polisi yang mengejar menggunakan Honda Mega Pro tentu jauh lebih cepat darpada sepeda itu.

Kejadian kedua adalah raibnya ponselku. seumur umur aku jarang sekali ganti ponsel kalau pun ganti itu karena hilang baik karena kemalingan atau kecerobohan. Karena jarang ganti ponsel ini aku sempat dianggap sebagai pria yang setia😀 (ternyata beda tipis antara setia dengan kere, untunglah walau tipis wanita yang tulus hatinya tetap bisa membedakannya :-)). Balik lagi ke ponsel, aku menduga terjatuh di jalan ketika aku mengendarai motor. Sudah kutelusuri dan kusisir jalanan yang aku lewati ketika kehilangan ponsel, namun hasilnya nihil. Bukan masalah nilai ekonomisnya yang membuatku sedih tetapi nilai historis yang berisi segala data, foto, video terutama yang berkaitan dengan kelahiran sampai tumbuh kembang anakku juga ikut hilang. Bagaimana nanti aku harus menjawab ketika Hafiy (putra pertamku) bertanya “Yah, videoku waktu lahir mana ? koq cuma aku yang nggak punya, sedangkan adek adek pada punya”. Bodohnya aku juga tidak mempunyai backup data. Padahal untuk file file pekerjaan kantor selalu kubackup.

Belajar dari pengalaman yang kurang menyenangkan ini, sekarang aku mulai rajin membackup data data di ponsel. Foto foto segara aku cetak di album, video segera upload ke youtube. Selain menggunakan hard disk external juga aku backup ke laptop. Dan sepertinya aku juga harus mulai menulis tentang miles stone anak-anakku, agar kelak mereka bisa membaca sendiri kisahnya masing-masing.

Sumber Gambar : di sini

6 thoughts on “Sesuatu Baru Terasa Berharga Setelah Kehilangan, Klise ?

  1. wah, ikut berduka untuk pit pancal & hengpon nya ya mas, semoga lain kali lebih berhati2…
    setuju, ayo nulis tentang perkembangan anak2, biar aku bisa ikutan belajar mulai sekarang, hihi🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s