Serunya Dinas Luar di Jogja Bareng Keluarga

Hotel tempat pelatihan sekaligus menginap

15 Maret 2012 telepon di meja kerjaku berbunyi, setelah kuangkat ternyata dari Bu Pudji bagian pelatihan yang mengabarkan bahwa pada hari selasa sampai kamis tanggal 19 s/d 22 Maret 2012 aku harus mewakili bagianku untuk mengikuti pelatihan 5S kaizen di Jogja. Yang lebih mengejutkan ternyata isteriku juga terpilih untuk mewakili bagiannya. Senang sekali mendengarnya, walaupun sempat terbersit dalam hati koq gak dari dulu, waktu jaman masih pengantin baru😀 (dasar gak bersyukur). Berangkat berdua berarti harus mengajak Hafiy juga. Gak tega rasanya jika harus meninggalkan Hafiy bersama staf kami di surabaya. apalagi ritual sebelum dia tidur adalah meneguk ASI langsung mamanya. Staf dirumah juga aku SPPD-kan pribadi untuk nggendong dan nemenin Hafiy di kamar hotel ketika kami pelatihan nanti.

Singkat cerita kami harus mempersiapkan segala sesuatunya untuk menghadapi dinas luar akbar ini.  persiapan itu antara lain :

  1. Tiket PP SUB-JOG. Jika pergi sendiri biasanya aku gak terlalu pusing masalah tiket, cukup ke Bungurasih nyari Patas EKA atau saudara kembarnya MIRA yang full AC dengan tarif biasa, sekarang ini aku harus mencari transportasi yang nyaman buat kami. Pilihan akhirnya jatuh ke Sancaka Air Eksekutif. Sayangnya untuk tiket pulang Sancaka sudah habis karena menjelang long weekend, maka mau nggak mau harus naik Argo Wilis.
  2. Kamar Hotel. Sudah jamak dalam setiap pelatihan, hotel selalu disediakan oleh perusahaan dan satu kamar biasanya di huni 2 orang. Itu berarti kami berdua hanya mendapat fasilitas setengah kamar. Beruntunglah ternyata roommate isteriku (Gana) adalah orang jogja dan dia lebih memilih tidur di rumahnya daripada di Hotel. Jadilah hafiy dan staf bisa tidur di kamar jatah isteriku & Gana. Sedangkan aku sendiri berbagi kamar dengan rekan yang lain. Masalah kamar selesai. Terimakasih Fitria Migana
  3. Keperluan Hafiy. Sebagian besar barang bawaan kami adalah keperluannya Hafiy mulai dari pakaian, pampers, pompa asi medela, botol asi avent, botol kaca, sterilizer, kompor listrik, panci, peralatan MPASI, peralatan mandi termasuk munchkin (bak mandi udara). untungnya hotel menyediakan kulkas di dalam kamar untuk menyimpan ASIP, kalau enggak mungkin kami akan bela belain beli tas yang berfungsi sebagai kulkas.
  4. Fisik. 4 hari di Jogja dengan agenda pelatihan pagi sekaligus membawa bayi tentu akan sangat menguras tenaga apalagi kami juga mengagendakan jalan jalan di Jogja😀 yah hari minggu kami benar benar menggunakan waktu untuk istirahat di rumah agar hari seninnya bisa berangkat dengan kondisi fresh.

Hari keberangkatan akhirnya tiba, senin pagi pukul 06.30 kami sudah tiba di Stasiun Gubeng. Di sana kami bertemu Gana yang juga berangkat bareng suami dan puterinya Zaara. Ternyata barang bawaan mereka juga tak jauh berbeda seperti kami. Ini adalah pengalaman pertama naik kereta bersama keluarga kecil kami, rasanya sangat menyenangkan. 5 jam perjalanan kami lalui dengan lancar, walaupun terkadang hafiy menangis karena sumpek atau haus.

Untuk menambah keceriaan suasana biasanya aku mengajak isteriku ngobrol hal hal yang gak penting seperti :

“Mama udah berapa kali ke Jogja, pasti ini yang pertama ya ? ” tanyaku

“Wah papa ini ngenyek, aku udah beberapa kali ke jogja. pertama waktu kuliah, kedua sama Ibuk, ketiga acara kantor, keempat waktu nikahannya Nurul di Magelang, Kelima ……… oh iya waktu sama Lani dan Titi nganter nurul pulang ke  Magelang.” Jawabnya.

“Halah yang keempat sama yang kelima itu gak dihitung, lha wong cuma ngeliwati menuju magelang. berarti cuma tiga kali” sambarku

“Lha papa sendiri berapa kali jangan jangan juga sama”

“kalau aku gak keitung, waktu masih sekolah di Pacitan sering banget sepeda motoran ke Jogja bareng cah-cah SMA, jarak tempuh cuma 2 jam lewat pracimantoro-wonosari. setelah kerja juga masih sering ada acara di Jogja.” Jawabku

“Okey kalo gitu kapan pertama kali papa pergi ke Bali dan berapa kali” ? tanya iateriku

“hehehe….pertama kali ya pas udah kerja, selama ini udah 5 kali :D  *pengakuan. lha mama emang udah berapa kali

“wah berkali-kali pa, SD 3 kali, SMP 2 kali, SMA 1 kali, Kuliah 1 kali, Kerja 1 kali” balasnya

Tiba tiba Gana yang duduk di depan menyahut “kalian ini lho ngobrolnya koq gak penting banget, kalau aku baru sekali pergi ke Bali”

Grrrrrrr :D…..kami gak kuat menahan tawa mendengarnya, katanya obrolan gak penting tapi koq ikut nimbrung. Tiba tiba aku teringat salah seorang rekan kerja yang sangat senior pernah berkata, saya seumur hidup belum pernah ke Jogja

Suaminya Gana juga gak mau ketinggalan, “kalau aku udah gak terhitung berapa kali ke bali. soalnya dinesku kan di NTB, nah  kalau balik dari surabaya pasti transitnya di Bali.”

Gubrakkkkkk…..ternyata satu orang lagi terseret ke dalam obrolan gak penting kami😀

Tiba di stasiun jogja aku langsung menghubungi Taxi Jas di 373737, sayangnya karena tidak ada armada terpaksa aku menerima tawaran carteran menuju Hotel di Prawirotaman.Sampai di hotel Hafiy rupanya sangat senang, dia langsung mempertontonkan aksinya di atas tempat tidur.

Beraksi di Kasur Hotel

Sore harinya kami menikmati jogja dengan jalan jalan di sekitar Alkid (Alun Alun Kidul) Jogja. Suasana sore Alkid saat itu begitu cerah tidak mendung, anginpun bertiup lembut seolah mengucap lirih ‘selamat datang di jogja’ di sekeliling Alkid banyak sekali penjual jajanan yang ramah ramah mulai dari ronde, angsle, jagung bakar, cimol, Leker, dll. Kami pun mencoba leker pisang keju yang maknyus dan cimol yang top markotop. Keunikan lain yang terdapat di Alkid adalah sejenis kendaraan seperti becak yang dihias lampu warna warni untuk menarik perhatian anak-anak untuk menaikinya berkeliling Alkid.

Suasana Alkid

Ditengah-tengah alkid juga banyak terdapat orang orang terutama pasangan muda mudi yang sedang mencoba tantangan ringin kembar. teringat jaman sekolah dulu aku ‘digarap’ teman-teman untuk melewati ringin (pohon beringin) kembar dengan mata tertutup. konon katanya jarang ada yang bisa melewati dengan mata tertutup. ya iyalah mata tertutup menyebabkan keseimbangan terganggu sehingga sulit untuk berjalan lurus sempurna. Puas di Alkid kami mencoba untuk mengunjungi House of Raminten, yang menurut teman-teman tempat maupun menunya aneh-aneh. Dengan menggunakan taksi Sadewa di nomor telepon 414343 kami tiba di sana dalam sekejap saja. Ternyata tempatnya memang agak aneh. Suasananya remang-remang dan sangat kejawen, para pelayannya mengenakan busana tradisonal seksi, menunya yang khas wedang-wedangan, jamu-jamuan, dan nasi kucing. Belum separuh kami menghabiskan menu, Hafiy mulai rewel, jaketku ditarik-tarik untuk menutupi matanya. selang beberapa saat ia mulai menangis. Tak ingin berlama-lama kami segera meninggalkan temapt tersebut.

The House of Raminten

Esok paginya pukul 08.00 hari pertama pelatihan dimulai, saat meninggalkan Hafiy di kamar, dia sudah dalam keadaan selesai mandi, makan dan minum. sepanjang kami mengikuti pelatihan, Hafiy digendong oleh staf kami. dalam pelatihan tersebut ada 2 kali coffe break selama @15 menit dan Maksiat (Makan Siang, Sholat, Istirahat) selama 1 jam 15 menit. Pada hari kedua ini kami gak keluar kemana-mana karena Hafiy sepertinya ngantuk dan benar saja mulai pukul 15.00 sampai pukul 06.00 keesokan harinya ia tidur dengan nyeyaknya, bahkan untuk minum asi pun ia lakukan dalam keadaan tidur. Dasar aku yang ga bisa tidur sore-sore, maka pergilah aku seorang diri, tujuanku gak jauh jauh dari Prawirotaman. Aku hanya ingin Sholat di Masjid Jogokariyan, daerahnya Ustadz Salim A Fillah. Konon kabarnya Masjid itu mempunyai proram Jamaah Sholat Subuhnya sama banyaknya dengan Jamaah Sholat Jum’atnya (merinding senang mendengarnya). Pada kesempatan tersebut Gurunda Ustadz Salim meminta maaf karena sedang acara di Umbulharjo sehingga tak bisa menyambutku. Kujawab mboten menapa, toh tujuan utama melihat Masjid🙂 Kesan sekilas Masjid tersebut banyak sekali kegiatannya, mulai ibu-ibu yang rajin tilawah, anak-anak yang bermain, pemuda-pemuda yang lagi berdiskusi di dekat parkiran masjid, bahkan penerbit buku pro-media juga terletak tak jauh dari situ. Selesai Sholat Berjamaah, ingin rasanya menikmati Mie Klunthung di Pinggiran Jalan Prangtritis (Jalan lho ya, bukan pantai). Tepat Pukul 20.30 aku sudah kembali lagi ke hotel.

Masjid Jogokariyan

Rabu Sore, isteriku mengajak ke Malioboro untuk membeli batik, sandal, stelan kaos untuk anak-anak. kekonyolan kami adalah mencoba menawar kaos dagadu atau caping yang jelas jelas mempunyai harga mati Rp 30 ribu hehe…. Selain itu asal jeli kita bisa mendapatkan batik murah yang (tampak) berkualitas😀

Kamis pagi kami sudah mencium indahnya aroma rumah di Surabaya, benar-benar ingin agar hari kamis ini segera lompat ke pukul 14.00 untuk langsung menuju ke Stasiun Tugu. Oh iya hampir lupa sebelum pulang kami menyempatkan mamapir membeli Gudeg di Jalan Wijilan buat oleh-oleh. Sedangkan untuk Bakpia, kami memesan lewat petugas hotel Bakpia Kurnia Sari yang menurutku lebih enak daripada Bakpia bernomor seperti 25, 75, 45, 212, dsb.

Akhirnya di Kamis sore yang indah itu kami meluncur ke Surabaya. Hafiy yang sudah punya pengalaman naik kereta, kali ini sudah tidak rewel lagi. Sampai di rumah aku dikejutkan oleh kue ulangtahun yang dipesankan oleh isteriku. tapi karena sudah lelah, maka kue itu baru dimakan dan di foto keesokan harinya Jum’at 23 Maret 2012.

Tamat

Sumber Gambar Masjid Jogokariyan

13 thoughts on “Serunya Dinas Luar di Jogja Bareng Keluarga

  1. waaaa enaknya bisa jalan2 berdua…
    oalah ini toh cerita yg mau dibagikan tapi dulu masih belum ada waktu buat nulisnya? sip sip🙂
    di Alkid itu sekilas kayak di BNS yo mas, lampu2 gitu *padahal blm pernah ke BNS* haha

    1. Alkid itu ya berupa alun alun kota atau alun alun kabupaten. bentuknya lapangan kotak. disekelilingnya aja jalanan aspal dan trotoar. kalo BNS tempat wahana wisata permainan seperti Trans Studio yg masuknya kudu bayar

      1. hehhhhhhhh……..aku bilangnya aku pertam kali ke bali pas kerja..bbukan cuma sekali mas ridho..hadehhh terus dibahasss…..
        masalah kamarr…gak gratisss yoo…bayarrrr (hahahaha…kutagih ke emil camilan tiap harinya)

      2. Kesinio gan (akor), ada mantau dan kacang disko dari pare pare. hehe…ini cuma tulisan guyonan…no hurt feeling ya😀 btw koq kamu tau aku punya Blog

  2. Ha haha.. mantep gan (ini bukan refers to gana lho)😀

    Iki hafiy gede sithik, koyone arep dijak mlaku2 terus iki, xixixixixixixixixi

  3. Ha ha ha.. mantep gan (ini bukan refers to fitria migana)..😀

    Koyone, iki Hafiy gede sithik, bakal terus dijak mlaku-mlaku.. xixixixixixixixi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s