Kue Rangin : Dari Legendaris Sampai Kenangan Manis

Rangin atau dikenal juga dengan nama kue gandos atau kue pancong  ini adalah sejenis jajanan yang terbuat dari campuran kelapa muda serut atau parut, tepung beras, sedikit sagu dan air yang dipanggang dalam loyang cetakan.  Dominasi unsur kelapa serut  inilah yang membuat loyang cetakan tak perlu diolesi minyak atau margarin. Setelah adonan dipanggang beberapa saat, aroma wangi kelapa mulai menyeruak menggoda selera. Benar saja setelah matang rangin menjadi sebuah  sajian yang gurih dan nikmat. Apalagi jika langsung menikmatinya fresh from the loyang cetakan. Sayangnya jajanan ini sekarang sudah mulai jarang kutemui.

Dulu waktu masih sekolah dasar di SD Kartika Chandra Bandung, aku sering membeli rangin yang selalu setia mangkal di depan sekolah. Rangin depan sekolah itu sangat laris. Lama berselang baru waktu kuliah di Surabaya aku menemukan kembali rangin yang mangkal di depan Toko Buku Manyar Jaya namun itupun sudah beberapa tahun yang lalu. Nah di era android dan tablet komputer ini ternyata masih ada penjual rangin original. Dan yang menyenangkan satu dari penjual yang langka itu nongkrong di dekat rumah mertuaku mulai jam 8 pagi sampai 11 siang. Bagi yang tinggalnya di Sidoarjo mungkin bisa langsung ke daerah Kauman (Jalan Gajah Mada) untuk menikmati rangin yang gurih dan nendang. Rangin di kauman Sidoarjo ini dibanderol dengan harga 3 ribu untuk satu baris Loyang.

Penjual rangin yang mangkal di Kauman, Gajah Mada, Sidoarjo

Walaupun sekarang ini mulai muncul rangin modifikasi dengan ditambahkan topping keju, coklat, susu, mocca, dll (biasanya dijual di G-Walk) aku tetap suka yg original, selain lebih gurih juga lebih murah (rangin modifikasi berkisar 8 -10 ribu untuk satu baris Loyang). Lagipula aku ngerasa aneh aja dengan rangin beraneka rasa tersebut. aku juga merasa bahwa sebagian penjual makanan saat ini sangat lebay, tidak hanya rangin tetapi makanan yang lain juga serba dimodifikasi dengan ditambahi meses coklat, parutan keju, taburan kacang, dan krim kental manis carnation. Kalau untuk makanan seperti roti bakar, terang bulan, roti maryam, cake pisang, pisang kipas, serabi solo mungkin masih terasa wajar, tapi baru baru ini aku menangkap basah ada Bakso isi coklat, bakso isi keju, yang rasanya ancurr  bisa bisa kedepannya nanti bakal muncul juga nasi pecel meses ceres, nasi bakar bumbu keju, nasi goreng saos blueberry  dan lain sebagainya.

Kembali ke rangin, menikmati rasanya dan mencium aromanya sekan membawa diri ini kembali pada masa 20 tahun silam di Bandung. Segala kenangan yang berasosiasi dengan rangin kembali muncul bagaikan melihat sebuah film. Melihat diriku pulang sekolah menikmati rangin di atas becak antar jemput, Melihat bagaimana setiap minggu Ayahku selalu mengajak kami (adik adikku) ke Gedung Sate dan Lapangan Gazebo untuk sekedar lari pagi sambil beli bubur ayam, Susu Murni dan juga……Rangin😀

Pengalaman yang sederhana tapi begitu indah di masa kecilku. Lebih indah daripada main mobil tamiya dan gembot. Seperti yang ditulis oleh Drake Bennet  Happiness: A buyer’s guide, bahwa membeli pengalaman (apalagi kalau indah) merupakan  sesuatu yang everlasting. Sel sensor otak tidak akan pernah  bosan dan kehilangan sensasi sekalipun sebuah pengalaman sudah terjadi beberapa tahun yang lalu. Justru seiring bertambahnya waktu, semua memori pengalaman-pengalaman akan bertambah indah dan membahagiakan. Hal sebaliknya terjadi apabila membeli barang, Mengapa barang dan materi tidak bisa membuat manusia merasa bahagia? Alasannya terletak pada salah satu dari sifat syaraf manusia: membiasakan diri (habituation). Ketika sensor kita dihadapkan pada data stimulus yang sama berulang-ulang kali, maka sel-sel tersebut akan jenuh, berhenti beroperasi dan tidak menikmatinya lagi. Otak manusia awalnya akan memperlakukan barang (misalnya mobil tamiya)  sebagai mainan yang lux dan memuaskan, namun tunggu saja beberapa lama, otak berangsur-angsur menginterpretasikannya sebagai onggokan plastik yang berisik. Itulah efek biopsikologis yang terjadi pada materi apapun yang kita beli. Dan bukan hanya sel otak kita membiasakan diri terhadap barang-barang tersebut, namun sel-sel itu juga kecanduan untuk mencari barang-barang baru lainnya untuk merasakan sensasi yang serupa. Hmm….jadi kepikiran untuk memberikan memberikan pengalaman pengalaman seru pada anak anakku nanti ketimbang membelikannya setumpuk mainan yang mungkin tak akan memuaskannya.

9 thoughts on “Kue Rangin : Dari Legendaris Sampai Kenangan Manis

  1. hehe saya juga suka… lebih gurih & nikmat daripada jajanan “lekker” yang 500rp-an itu🙂

    oya,mainan buat anak itu tetep perlu, mas
    tapi juga harus seimbang dengan pengalaman2 lainnya, agar si kecil tidak melulu berkutat pada “benda-mati-itu”🙂

  2. masih banyak makanan yang perlu dituliskan disini selain rangin (khususnya yang mangkal di kauman) : Mie ayam, pentol si Abang, nasi goreng midnight, siomay si ujang hmmmm,,, makanan yang selalu nganenin tiap kali mudik Darjo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s