Pengalaman & Tips Mengurus Akta Kelahiran di Surabaya

Pada Tanggal 9 September 2011 lalu anak kami yang pertama (Muhammad Azfarhafiy ‘Azzara) lahir ke dunia ini, saking senangnya sampai bulan ke dua kelahirannya,  kami belum menguruskan akta kelahiran untuknya hingga terdengarlah kabar mengenai peraturan dari pemerintah kota Surabaya kalau akta belum diurus dalam waktu 2 bulan dan lewat 31 Desember 201 maka akan dikenakan denda jutaan rupiah. Mendengar hal itu buru-buru kami mengurusnya mulai dari RT, RW, Kelurahan, Kecamatan untuk melengkapi persyaratan administrasi sebelum dibawa ke Dispenduk.

Setelah semuanya beres kami sebenarnya berharap ada orang yang bisa dimintai tolong untuk mengurus di Dispenduk, tapi peraturan baru mengharuskan orang tua pemilik akta datang sendiri tanpa di wakilkan. Well setelah mencari cari info di internet, kami mendapatkan informasi kalau antrian di Dispenduk pada bulan bulan ini (November-Desember) membludak, melebihi antrian Launching Blackberry Bellagio, antrian pembuatan pasport,  antrian daging kurban, bahkan  antrian parkir di PGS😀

Dari media online kami juga mendapat informasi bahwa selam sehari di Dispenduk ada sekitar 700 antrian, sedangkan di tempat pengurusan akta yang lain (Pakuwon Trade Center atau PTC) antrian perhari sekitar 160 orang. Total seminggu bisa mencapai 5880 orang. Setelah amunisi informasi yang diperlukan cukup, keesokan hari kami berangkat ke Dispenduk pukul 06.15 pagi, touchdown di Dispenduk  sekitar pukul 06.45 (wajar tempat tinggal kami di Surabaya Selatan Banget). Alangkah kagetnya kami begitu sampai disana. Gerombolan orang sebanyak supporter bonek di tambaksari sudah memenuhi Dispenduk.  Mulai Bapak Ibu muda keren seperti kami (tetep narsis), bapak ibu setengah baya, hingga bapak ibu yang sudah sepuh.

Ketika ingin mengambil nomor antrian, seorang hansip/linmas atau satgas menghampiri kami seraya berkata

“Udah habis mas nomor antriannya, besok datang lagi aja”

“Berarti hari ini saya kurang pagi ya pak ? “ tanyaku

“Iya mas. yang lain udah dateng lebih pagi daripada mas, saran saya besok datang sebelum subuhan”

“atau  sekalian saja datang jam 1 atau jam 2 malam  dan jangan lupa bawa helm ” lanjut hansip tersebut

“Brengsek Pemkot Surabaya ini , masa warganya dibuat terpaksa untuk sengasara” batinku

“Lha terus helemnya buat apa pak, lha wong saya naik mobil masa suruh bawa helm”  sambungku

“oh itu buat ngantri mas,  jadi yang ngurus akta gak perlu berdesak desakan di depan pintu masuk, cukup helem-nya saja yang diletakkan dan dibariskan sesuai antrian”

“Oke deh pak makasih ya infonya, saya mau ke PTC saja siapa tau disana sepi” jawabku sambil mengakhiri pembicaraan

Tak ingin membuang banyak waktu kami segera meluncur ke Pakuwon Trade Center  (PTC)  lokasi alternative pengurusan akta. Sampai di PTC sekitar Pukul 08.00 suasana masih sepi dan gelap. Alhamdulillah kami tiba juga di lokasi pengurusan akta (tepatnya diatas petshhop dan A&W Restaurant). Atau bisa dilihat pada gambar dibawah ini.

Hasil investigasi kami selama 10 menit didapatkan prosedur  sebagai berikut

  • Jam buka Pelayanan pengurusan Akta di PTC adalah mulai jam 11 siang
  • Sistem Antriannya  adalah mengumpulkan semua berkas dalam Map yang sudah diberi nama Anak dan Orang tua, lalu Map tersebut diberi nomor sesuai urutan antrian
  • Map bisa dikumpulkan mulai pagi buta sampai jam 9 pagi, semakin pagi semakin besar mendapatkan urutan awal
  • Jika gak mau repot, Map bisa dikumpulkan siang hari untuk mendapatkan antrian awal pada esok harinya (tapi harus bayar satpamnya) yang ini saya tidak menyarankan.
  • Jam 9 pagi pengumpulan berkas ditutup, semua map yang sudah diberi nomor dibawa ke depan counter pelayanan, dan dibariskan sesuai nomor urut (jadi yang antri map-nya saja)
  • Sambil menunggu jam pelayanan buka (jam 11) pengurus akta bisa nyambi ke toilet atau beli makanan (tapi jangan lama lama meninggalkan map-nya seorang diri) karena kalau petugas dating mengambil map, sedangkan pemilik map tidak muncul batang hidungnya, maka nomor urut pelayanan akan hangus dan diberikan pada namor urut map berikutnya.
  • Sekitar pukul 11 bisa kurang atau lebih, petugas dispenduk akan mengambil map map tersebut sesuai dengan kuota yang ditetapkan (kuota ini bisa seenaknya petugas dispenduk, bisa diambil hanya 80 map, 100 map, 120 map, atau 150 map). Lalu bagaimana nasib pemilik map yang tidak diambil petugas ? ya berarti harus mengulang proses dari awal.

Map map yang diambil petugas dispenduk itu akan dikonfirmasi kepada pemiliknya untuk diberikan nomor urut pelayanan (jadi ada nomor urut map dan nomor urut pelayanan. (misalnya petugas memanggil map nomor urut 1 dengan nama  Bejo, maka orang tua Bejo harus segera menghampiri petugas untuk menerima nomor urut pelayanan 1).  Pada kasus dimana orang tua bejo tidak mendengar panggilan petugas karena mungkin lagi makan di KFC, maka nomornya urut pelayanan 1 hangus dan diberikan ke pemilik map nomor 2. Lalu bagaimana nasib orang tua bejo ? mereka harus mengulangi proses dari awal esok hari.

Nah, pada pagi itu itu setelah kami mendaftarkan map kami ke Satpam dan mendapatkan nomor 135,  kami pergi ke KFC😀 karena jam 11 masih lama (untungnya kami segera kembali sebelum petugas datang).  Tepat jam 11 siang kurang 15 menit petugas datang mengambil antrian map. Dia mengambil 100 map pertama.  Sedang kan map kami bernomor 135. 20 menit kemudian petugas berniat mengambil 20 map terakhir dari 167 lebih map. Itu artinya aka nada 40 lebih map yang tidak akan diproses dan harus mengulang esok hari. Tentu saja kami galau, karena map kami yang bernomor 135 jelas tidak akan diproses. Untung saja petugas mengatakan, “kalau pemilik 20 map ini dipanggil tidak ada maka, nomor pelayanan akan diberikan ke nomor map berikutnya. Tiba tiba saja galau yang kami rasakan berubah menjadi kemilau, ya…harapan itu masih ada.

Isteriku langsung merespon cepat dengan komat kamit melantunkan do’a semoga banyak pemilik map yang gak muncul waktu dipanggil, sedangkan aku ikut ikutan yang lain sebagai provokator dadakan. Tugas provokator ini cukup mudah, Ketika petugas mulai memanggil nama yang tertera di map “Nabila……..Nabila….mana orang tua Nabila” teriak petugas. Maka jika setelah 5 hitungan orang tua Nabila tidak muncul, maka provokator mulai berteriak “GUGURRR….GUGURRRR!!!!..lanjut berikutnya”

“Daffa….Daffa” teriak petugas, kali ini belum 5 hitungan semua kompak berteriak “GUUGURRRR…GUGURRR!!!!” lanjut mas petugas

Setiap ada yang gugur saya dan isteri girang bukan kepalang seperti ketika melihat Tibo dan Wanggai mencetak gol ke gawang Vietnam

Dan setiap ada yang muncul ketika dipanggil, kami agak lemas seperti ketika Indonesia kalah  dari Malaysia sembari  berharap semoga nomor berikutnya gugur

Nomor demi nomor telah dipanggil, banyak yang gugur dan dialihkan ke nomor map berikutnya. Akhirnya nomor pelayanan 120 (terakhir) akan diberikan dan map berikutnya dengan nomor 134.

“Raihan…Raihan” teriak petugas

Kali ini saya juga berdo’a “Ya Allah semoga nomor 134 nanti gak muncul, semoga nomor 134 nanti gak denger kalau dipanggil”

Sepi tidak ada yang muncul, namun di detik detik terakhir munculah seorang ibu muda sambil meringis dan berkata “Saya..saya Orangtua Raihan”

Huufft….langsung lemas tubuh kami melihat kenyataan tersebut, tapi perjuangan belum berakhir. Bersama 30 lebih  pemilik map yang lain kami bersatu meminta tahmbahan quota nomor pelayanan.  Mungkin karena agak kesal 30an pemilik map ini protes, mengapa tidak sekalian semuanya dip roses, toh tinggal sisa 30 map saja. Alasan Petugas, “kami nanti bisa pulang malam kalau memproses semuanya.”

Pemilik map kesal dengan jawaban tersebut, pemerintah berani mengeluarkan peraturan dan ancaman seharusnya juga mampu menyiapkan infrastruktur dan SDM yang memadai untuk menangani lonjakan pemohon akta yang membludak.

“Sampean tego yo pak, aku iki ngantri soko isuk mau saiki malah gak diproses” kata salah seorang bapak

Seorang bapak yang lain berkata  ke petugas “sampean iku sing mbayar rakyat, mosok map kurang 30 ae gak diproses”

Ada lagi yang konyol, “ mas nomorku itu 137 tambahahono 3 map aja cukup” kata seorang ibu muda (yang satu ini cari perkara)

Kami bisa memaklumi jika mereka kesal, karena perjuangan mereka bisa dibilang cukup menguras waktu, tenaga , dan pikiran. Metreka rela berjuang mati matian, gontok-gontokan dengan petugas, yang penting anak mereka mempunyai akta kelahiran, ya demi anak, semua rela dilakukan.  Dan rasa solidaritas muncul diantara merka, mereka sama sama protes, walaupun map yang tersisa hanya 30.

Yach, mau gak mau kami harus mengulangnya esok hari

Esok hari selepas subuh saya langsung menyerahkan map yang berisi berkas ke satpam dan mendapatkan nomor map 57, kemudian jam 10 nanti isteri akan datang ke PTC karena cuti yang saya ambil hanaya 1 hari sedangkan isteri waktu itu masih cuti melahirkan.

Isteri saya datang tepat jam 10, lalu setengah 11 langsung diambil 100 map pertama, dan isteri mendapatkan nomor urut 20 karena banyak tidak muncul ketika dipanggil petugas (mungkin lagi ke A&W hehehe…)

Dan setelah isteri saya menunggu satu jam, proses di PTC selesai dan isteri saya mendapatkan kupon untuk pengambilan akta sebulan kemudian.

Secara ringkas, tips mudah untuk mengurus akta adalah sebagai berikut

  1. Pastikan berkas berkas dari RT, RW, Kelurahan, Kecamatan beres. Bisa dilihat di sini atau lihat gambar diatas
  2. Setelah semua berkas lengkap, lebih baik mengurus di PTC, jangan di Kantor Dispenduk Surabaya
  3. Pagi sekali (jam setengah 5 pagi) harus sudah mengumpulkan map yang sudah berisi berkas pengurusan akta. Map tersebut diberi nama anak dan orangtua, lalu akan diberi nomor oleh Satpam PTC. Semakin pagi semakin bagus karena akan mendapatkan nomor map yang paling awal.
  4. Lokasi pengumpulan map ada disebelah counter pelayanan pembuatan akta. Tepatnya di lokasi penurunan barang yang akan masuk ke PTC.
  5. Datang lagi tepat jam 10 siang, karena ketika jam 11 petugas memanggil anda (bisa jadi jam 11 kurang). Anda sudah hadir untuk menerima nomor urut pelayanan.  Ingat jangan telat, Telat berarti hangus dan harus mengulang lagi keesokan harinya.
  6. Bawa cukup makanan minuman dari rumah, karena menunggu membutuhkan energy😀
  7. Jangan tergiur oleh Calo.

Selamat Mengurus Akta

UPDATE :

Tulisan di atas dibuat pada Desember 2011, untuk saat ini pengurusan akta sudah berjalan dengan normal di Dispenduk, jadi saya sarankan langsung datang ke Dispenduk. Adapun yang ingin mengurus Akta di PTC, berdasarkan info dari seorang pembaca blog ini, pengurusan hanya buka pada hari Sabtu dan Minggu. Terimakasih

32 thoughts on “Pengalaman & Tips Mengurus Akta Kelahiran di Surabaya

  1. Yang moto ya aku sendiri, sebenernya niatnya aku yang nyerahin dokumen, isteri yang moto. berhubung teringat pepatah orang ganteng harus low profile, jadilah aku cuma dibelakang layar sadja😀

  2. thx bang atas infonya yang sangat bermanfaat bagi saya

    cz, besok saya mo ngurus akte adikku
    biar kebagian nomor, aku berangkat subuh aja dach

    doain supaya aku gag berantem ma satpamnya ya

    whahahaaaaa……………..

  3. Sebenarnya “peraturan dari pemerintah kota Surabaya kalau akta belum diurus dalam waktu 2 bulan dan lewat 31 Desember 201 maka akan dikenakan denda jutaan rupiah” tertuang dimana?

  4. knapa ya, pelayanan di Surabaya sangat merepotkan gitu….apa Pemkot tidak tanggap soal ini? oiya mas, KTP ku dan Istri adalah KTP Surabaya, dan saat ini kami menunggu kelahiran anak kami yang pertama. Yang menjadi pertanyaan, kalau anak kami lahir di Surabaya, ya tinggal ngikuti saran nya mas….tapi kalo anakku lahir di luar kota gimana? Gresik misalnya?……….trus caranya memasukkan si anak (yang lahir di luar kota) ke KSK saya?

  5. ahaaaaaa…ini baru tulisan full version yang mantap dan sampe bikin mules
    gak kalah sama tulisannya Raditya Dika deh mas, lucu abis!

    btw, saya gak nyangka, sebegitu pesatnya pertambahan jumlah manusia di Sby setiap harinya, hmmm…

  6. Laporrr… saya abinya Nabila, hadir pak….😀

    Emm…. di foto om ridho keliatan makin bulet aja ya, pertanda kesuburan yg makin pesat hahaha…

    Aq rencananya bulan depan mo ngurus akta lahir jg pak, cmn ni lg nunggu KK yg baru jadi (12 Maret ’11). Doain lancar n gak ngantri ya Om :p

    1. Wah Selamat ya atas kelahiran Dragon Baby-nya, semoga menjadi anak shalihah yng mendo’akan kedua orangtuanya.
      Aku baru tahu lewat commentmu iki mi.
      Foto yg mana ya ? hehe memang mi masa masa kerenku udah lewat, saiki tambah bunder. Okay moga lancar & dimudahkan dalam pengurusan aktenya😀

  7. wah saya merasakan sulitnya mengurus akte kelahiran di surabaya… mana harus kembali beberapa kali. ck ck ck
    dan yang paling menjengkelkan berkas tidak dapat di wakilkan trus untuk orang yang berhalangan hadir seperti tinggal di luar kota/luar pulau atau luar negeri harus hadir sendiri. emangnya seluruh orang di surabaya atau indonesia g punya kerjaan harus meluangkan waktu beberapa hari untuk hal yang begini.
    saya jadi ingat sindirian salah satu ikaln rokok

    KALO BISA DI PERSULIT KENAPA HARUS DI PERMUDAH

    birokrasi berbelit-belit…..
    oiya maaf sekalian curhat …. sapa tau ada yang baca dan bisa melakukan perubahan.

  8. bagaimana dengan seorang anak yang dilahirkan dinegara lain dan orang tuanya bekerja disana dan tidak pernah kembali-kembali untuk mengurus akte kelahiran anaknya, bagaimana nasib anak tersebut ?

  9. Alhamdulillah jika bermanfaat Mas, untuk pengurusan saat ini sudah jauh lebih mudah dibandingkan akhir tahun 2011 yang lalu. silahkan langsung datang saja ke Dispenduk dengan membawa berkas yang lengkap

  10. Infonya Ώĝĝªªĸ lengkap gan ,,
    T’nyata Чάήğ buat bikin AKTE lahir ªϑª nya cuman hr sabtu-minggu doank, kl senen-jum’at cmn buat e-KTP ,,

    Tiwas ae ªķΰ mrono wingi ,,
    X_X‎*˚*häðέê♓*˚*X_X

    1. Iya mas, memang gak lengkap…lha ini kan ditulis setahun yang lalu. Sekarang pelayanan akta sudah kembali normal. bisa langhsung ke Dispenduk tanpa antri panjang. Matur suwun tambahan infonya, ternyata sekarang di PTC hanya buka sabtu-minggu saja ya.

  11. Bagi Pelaporan lebih dari 60 Hari Kerja dikenakan sanksi administrasi :
    WNI Sebesar : Rp. 100.000,-
    WNA Sebesar : Rp. 1.000.000,-

  12. Para birokrat di indonesia lg demam virus pencitraan. buka loket dimana-mana tp pelayanan masih aja tetap ribet.
    masak hanya untuk pendaftaran aja hrus orang tua lngsung. emangx para ortu gk kerja apa ? pa kalian pernah lhat para pejabat2 / pengusaha pada antri bwat urus akte / dokumen lainx ????
    harusx prinsip yg dipake ” lebih cepat lebih baik ” bukan kalau bisa dipersulit bwat apa dipermudah ” pasti UUD tu ?

  13. mau tanya nya anak saya sekarang usia nya 4bulan. belum ada akta apa kena denda jutaan rupiah juga? kata nya telat 1 tahun baru denda? terima kasih info nya. kebetulan rumah saya d daerah surabaya barat,

    1. setahu saya tidak kena denda mbak dewi. satu tahun telat kena denda, tapi tidak sampai jutaan rupiah. tulisan ini saya buat sekitar tahun 2010, yang pada waktu itu ada ancaman denda jutaan rupiah. kalau sekarang, rasanya tidak. untuk lrbih jelas sila cek websitenya dispenduk

  14. Wah, blog nya mantep. ♍αµ numpang nanya, akte ku ilang. Ngurus nya dimana dan pake ‎​άρά aja ¥ªǻ? Äđª yg tau ngga?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s