Serangan Balik Psikologis Kepada Montir Panggilan

”Terserah mas saja lah” kata montir panggilan itu ketika aku menanyakan berapa yang harus kubayar saat ia telah selesai menunaikan tugasnya. Jawaban montir ini membuatku sedikit berfikir berapa jumlah yang harus kubayarkan untuk jasanya. Karena aku belum pernah survey, untuk kerusakan seperti ini. Kucoba mendesaknya kembali ”Berapa mas, biar sama sama enaknya” kataku.

”Halah mas cuma pekerjaan kecil aja, terserah mas aja saya ikhlas koq” jawabnya.

Padahal dulu kata temen SMP-ku orang yang bilang dia ikhlas biasanya gak ikhlas (ya maklum lah logika anak SMP :D).

Mendengar jawaban montir itu hatiku kembali berguman ”Asem tenan montir iki yang sudah mempermainkanku secara psikologis”, kalau kukasih sedikit aku bakal menjadi seorang raja tega yang tidak berperi kemontiran *eh. Tapi kalau sampai aku mengeluarkan terlau banyak  tentunya ada yang mengganjal dalam hati. Lain lagi urusannya kalau dia menyebut harga kemudian kutambahi sedikit, itu yang paling aku suka.

Entah dapet ide darimana aku langsung mengeluarkan dompetku yang terdiri dari satu lembar 100 ribuan, beberapa lembar 50 ribuan, 20 ribuan, dan 10 ribuan. Dompet itu langsung kuserahkan pada montir itu seraya berkata

”Yaudah mas, ambil sendiri aja ongkosnya dari dompetku”

Gubrakk…kini gantian montir itu yang bingung. Dalam hati aku berguman ”hehehe…sekarang beban psikologis itu sudah kukembalikan kepadamu, berani ambil lebih banyak dari yang seharusnya, ku jamin gak bakal kupakai lagi jasamu dan kupastikan word of mouth ini akan menyebar ke warga kompleks perumahan dan di dunia twitterland.”

Agak lama ia berfikir, seolah beberapa detik yang dilaluinya berhenti berdetak. dengan kening berkerut, mulut sedikit ternganga dia berfikir berapa yang harusnya ia ambil sebagai balas jasanya. Yess, aku merasa skor kita sekarang 1-1 waktu melihatnya kebingungan. Setelah agak lama dia berfikir, akhirnya ia mengambil sejumlah uang yang aku pikir jumlahnya masih cukup masuk akal bagiku. Beberapa minggu kemudian aku mengetahui ongkos pasaran untuk pekerjaan tersebut, dan terkuaklah kalau uang yang diambil montir itu masih sedikit kemahalan. Gak papa lah, toh yang paling penting aku sudah merasa menang secara psikologis hahaha….

6 thoughts on “Serangan Balik Psikologis Kepada Montir Panggilan

    1. ya untungnya montirnya gak ada niatan maling (mungkin sadar risikonya, diteriakin maling :D), cuma memang menurut islam seharusnya ongkos bisa dipastikan di depan. tapi kalo otomotif susah juga memperkirakannya kalau tidak di bengkel resmi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s