Jadi Anak anak, Why Not ?

Di suatu sore aku membaca tulisan yg menurutku cukup menarik. tulisan tersebut menjelaskan bahwa manusia di ciptakan dalam kesempurnaanya. Ia akan kehilangan kesempurnaan jika tidak bisa menjaga fitrahnya. Lalu apa itu sebenarnya fitrah? Istilah fitrah menurut pemikir islam, Murtadha Mutahari adalah bawaan alami, yang sudah melekat pada manusia, tanpa perlu diperoleh melalui usaha. Fitrah adalah eksistensi yang ada dalam kalbu dan nurani kita untuk mendapatkan hakikat kebenaran. Kalo kita ingin melihat seperti apa kondisi fitrah manusia, kita bisa mengamati kehidupan anak balita. Anak anak seusia itu akan selalu merasa bahagia, senang, tanpa beban, dan total dalam mengerjakan sesuatu. Saat bermain ia akan total bermain, saat menangis ia akan 100% menangis, dan saat tertawa ia akan tertawa dengan lepas. Anak anak selalu berada di present moment, selalu terfokus pada apa yang sedang ia alami saat ini. Seorang spiritualis mengatakan bahwa dirinya adalah anak2. Ia merasa dirinya senantiasa diliputi kebahagiaan. Itulah yang seharusnya manusia pertahankan dalam hidupnya sehingga ia tetap pada fitrahnya. Sayangnya, lingkungan hidup manusia telah membuat mereka melenceng jauh dari fitrahnya. Seiring anak tumbuh menjadi remaja dan dewasa, semua kesempurnaan manusia yg mereka miliki sejak lahir pun semakin pudar. Untuk itu berusahlah menjadi anak2 agar dapat kembali menemukan fitrah kita. Yang selalu berbahagia. Yang selalu terfokus pada yang jadi tujuan. Yang sekalu ikhlas & berprasangka baik terhadap yg lain. Yang selalu bersyukur pada semua yg telah diperoleh.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s